Labels: ,

Rumahku Surgaku


Ayah ibu kami anakmu

Belahan jiwamu...
Kami permata hidupmu
Sebagai cahaya mata

Mahligai rumah tangga

Bahagia...
Lahir dari jiwa...
Tak lepas ujian dan cobaan Tuhan

Ia akan terpancar karena taat
Dan sifat takwa...
Rasa kasih dan sayang juga tanggung jawab
Itulah rumah tangga yang mendapat rahmat
Dan berkah Allah... 
Rumahku surgaku... 


Teringat lagunya Tazzaka "Rumahku Surgaku" ketika kukembali mengingat keluargaku. Keluarga yang kasih sayangnya melebihi apapun kepadaku.  Aku diperantauan merindukan sosok seorang ibu, ayah dan anggota keluarga yang lain. Aku sangat merindukannya, merindukan semua hal tentangnya. Merindukan ketika harus dimarahi karena bangun kesiangan, dimarahi karena tidak makan, dimarahi karena sholatnya telat, dimarahi karena terlalu sibuk mengerjakan tugas sampai larut malam, dan sebagainya. Rumahku benar-benar surga bagiku. Aku rindu akan keributan-keributan yang sering terjadi, pertengkaran karena harus rebutan remote control, rindu memarahi adikku yang sukanya liatin boyband yang paling saya benci, rindu kalau ngapa-ngapain mesti teriak-teriak kayak di waykambas aja. Aku rindu akan semuanya. Aku ingin kembali merasakannya, namun aku harus tetap di sini untuk menuntut ilmu. Ayah-Ibu, restui perjuanganku. Maafkan aku kalau selama ini anakmu banyak salah.
Huh, jadi meneteskan airmata. Cengeng buanget, sich aku ini. 

0 comments
Labels: ,

GALAU "Sang Juara"

Kata-kata "Galau" sekarang sedang naik daun, range-nya sedang tinggi, bahkan mungkin menempati urutan pertama. GALAU sedang menjadi trend senter dan juara masa kini. Semua orang pernah merasakan galau, tidak hanya sekali bahkan dalam waktu sehari bisa 4 sampai 5 kali, atau bahkan lebih dari itu, belasan atau pulihan kali mungkin, ya kalau dihitung-hitung.  Biasanya penyandang galau itu diderita oleh mahasiswa-mahasiswi, terbukti ada salah satu teman saya memasang status dan pertanyaan begini nich:

 hmm...

Ada anak" BM (Bidik Misi) g d grup ini???

iseng aj nih, mo nanya
klo anak BM nikah sebelum lulus boleh g?
aknkah beasiswanya lsg d cabut???
hehe...


Lucu sekali, yach? Dasar galauers. Di mana-mana kerjaannya menggalau terus, kayak tidak ada kerjaan lain aja. Tapi galau juga dibutuhkan, ding. Namun, galau dalam artian positif, lho ya. Misalnya, kalau tugas belum kelas padahal besok harus dikumpulkan, kita boleh galau tapi cara menyalurkan kegalauan itu harus dengan jalan yang lurus. Contoh: segera mengerjakan tugas tersebut. Eh, kalau lagi galau nich ya, pikiran pasti buntu dan bingung mau ngapain. Tenang, GALAU (God Always Listening and Understanding), serahkan saja semuanya pada Allah. Dia kan yang Maha Tahu. Allah akan selalu paham apa kebutuhan kita, keinginan kita dan suara hati kita. So, curahkan semua pada-Nya aja. Gampangkan?! Dengan begitu, hati akan merasa tentram dan nyaman. Damai selalu. Insya'allah.

0 comments
Labels: ,

Gara-Gara Galon

Pada suatu malam di sebuah kost yang ramai dipenuhi akhwat-akhwat cantik, terdengar suara ricuh disebabkan karena kegalauan yang memuncak. Mungkin kalau diibaratkan gunung berapi yang hendak memuntahkan isi perutnya, status kegalauannya sudah pada status "AWAS." Sangat berbahaya berada di sekitarnya. Hawanya pun mulai memanas. Mereka ribut sendiri, kalau diibaratkan kucing, mungkin seekor kucing yang hendak mencari pasangannya, mengaong-mengeeong. Kalau diibaratkan barang pecah belah, mungkin barang pecah belah yang  dilempar berbunyi "pyar-pyar."

Saya sempat bingung dan garuk-garuk kepala yang tidak gatal, "Kok bisa akhwat yang kelihatan anggun-anggun itu galau hanya gara-gara GALON." Ya... mereka galau gara-gara Galon. Iya kalian benar, GALON buat isi air minum itu, lho. Tahu kan?! Tahu tidak?! Hehe...maaf kalau penulis agak galak. Halah-halah, GALON-GALON, ada merk Aqua, Dzakia, Total, Utra, de es be... Mudheng tho?

Di kost yang amat lestari, karena memang kost dengan brand merk "LESTARI" yang terkenal lestari itu, dihuni oleh para akhwat galauers. Lagi-lagi galau yang tidak penting. Biasanya mahasiswi galau tentang nikah muda, eeeh ini galau hanya gara-gara GALON. Sehebat apa sich galon sampai mereka ribut dan ribet sendiri, sampai mau banting CPU dan komputer lagi (Ini mah galau stadium gawat darurat). Mereka sampai adu mulut, bertengkar sendiri-sendiri, perang, muter-muter, telp sana-telp sini. Hmm...jadi galau sendiri, dech melihat tingkah polah mereka. Hihi lucu... Ya sudah yach, ini tulisan juga gak penting, yang nulis mungkin juga sedang galau. GALON-GALON, kau membuat akhwat-akhwat pujaanku GALAU.

O, ya satu lagi ding. Tadi itu ada pangeran penghilang kegalauan gara-gara GALON. Pangeran itu benar-benar pahlawan bagi para akhwat kost LESTARI. Akhwat-akhwat itu terpana dan terpesona, bukan karena ketampanannya, bukan karena kantongnya yang tebal, bukan karena kesholehannya, bukan karena tingkah lakunya, tapi karena ia mengantarkan dua buah GALON untuk akhwat-akhwat tersebut. Haha...lagi-lagi gara-gara GALON.

0 comments
Labels: ,

SEMANGAT BARU!

Senyuman ku tak akan
Pernah luntur lagi
Singing all day long
Semangat ku tak akan
Pernah patah lagi
Dancing all night long

Wah, semester baru tentunya harus disapa dengan semangat dan senyuman yang baru agar lebih fresh. Uyee,,, berarti sudah naik tingkat nich. Semester tiga sudah mulai dipijak dan kini aku mempunyai adik-adik baru yang unyu-unyu, kayak aku pas tempoe dulue. hehe...jadi narsis sendiri. Sayangnya semester baru tidak kaya pas semester baru di SD. Kalau waktu SD, semester baru(kenaikan kelas) pasti dapat kelas baru, baju baru, tas baru, sepatu baru, dan juga teman yang baru. Asyiiiknyaaaa. Huft, sekarang yang baru apanya yach? Hmmm... SEMANGAT-nya! Yupz, kita harus selalu semangat kapanpun dan dimana pun. Setuju?

Kata kakak-kakak tingkat, di semester ini banyak mata kuliah yang menyeramkan. Huhf, apa iya? Jadi tidak sabar ingin berhadapan dengan makhluk mata kuliah yang menyeramkan itu. Pingin menghadapinya langsung, tentunya bersama teman-temanku juga. Hihi...bukannya tidak berani menghadapi sendiri, tapi lebih enak kan memang bersama-sama biar terlihat kompak dan lebih ringan. Bukankah pekerjaan yang berat bila dilaksanakan atau dikerjakan bersama-sama akan menjadi ringan? Iya tho, iya tho?

Yuk-yuuuk semangat berkutat dengan buku-buku kuliah yang usang dan tebel-tebel. Semangat juga melototi layar laptop berjam-jam mengerjakan tugas yang bejibun buanyaknya. Semangat mengejar asa dan impian bersama kawan. Semangat membantai soal-soal dan semangat menebar manfaat. Itu mah jargonnya JN UKMI UNS.


0 comments
Labels:

Kematian Sedang Mengintaimu

Sebuah kematian tidak akan pernah terelakkan dari kehidupan makhluk Allah. Itu semua telah ditakdirkan dan tak ada satupun makhluk Allah yang terlepas dari itu, bahkan malaikat Ijroil (malaikat penjabut nyawa) pun kelak juga akan merasakan mati. Semua makhluk-Nya tidak dapat menghindari sebuah kematian, karena hal ini telah ditakdirkan dan ditetapkan.


Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanyalah pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemanangan. Kehidpan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Ali-Imran: 185).


Sebuah kematian adalah hal ghaib yang tidak diketahui manusia, hanya Allah yang mengetahui semuanya. Kedatangannya pun tidak bisa diduga-duga, tak ada satupun makhluk Allah yang bisa memperkirakannya. Kematian datang pada siapa saja, tidak pandang bulu, kapanpun dan dimana saja. 

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..." (QS An-Nisa:78).

"Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran:154).

Tidak dapat disangka dan disangkal. Jangan mengira orang yang lebih tua lebih dahulu memperoleh kematiannya. Buktinya banyak, yang masih muda bahkan bayi pun memperoleh kematiannya. Oranng yang sakit menahun pun belum tentu meninggal terlebih dahulu dibanding dengan orang yang sehat bugar. Semua telah dicatat dan ditakdirkan oleh-Nya, maka dari itu kita wajib mempersiapkan bekal untuk menuju ke sana.


2 comments
Labels: , , ,

Semoga Allah Segera Membuatmu Terjaga

Kegagalan merupakan kata benda yang dibenci oleh kebanyakan orang, begitu pula denganku. Dadaku sesak bukan main, seolah oksigen di bumi ini habis. Jiwaku seolah-oleh ingin melayang dan airmataku sudah tak bisa dibendung lagi, berderailah sudah. Kubiarkan airmata ini mengalir begitu saja dan tubuhku terjerembab, muak terhadap kegagalan yang aku alami. Luka.
Tahukah kau kegagalan yang aku alami? Aku gagal untuk menjagamu wahai sahabatku. Aku bukanlah sahabat yang layak kau sebut "SAHABAT." Kata itu terlalu indah untuk kau sandangkan padaku yang tak pernah bisa menjagamu dengan baik. 
Aku tak berteriak ketika kau hampir tertabrak. Aku tak mengingatkanmu ketika kau hampir terjerambab. Aku tidak menarikmu ketika kau terperosok. Aku tidak pernah bisa menjadi sahabat yang baik untukmu. Bukankah sahabat yang baik itu, selalu mengingatkan sahabatnya dari keburukan.
Aku muak dengan diriku sendiri. Aku juga muak ketika kau bahagia dalam kubangan dan aku tak bisa mengeluarkanmu dari kubangan yang fana' itu. Aku benci ketika kau tersenyum dalam angan-angan dan aku hanya bisa termenung. Aku benci ketika semua itu terjadi dan aku hanya diam saja membiarkanmu terjerumus dalam kemaksiatan. Sahabat macam apa aku ini? Sahabat macam apa? Macam apa?
Aku semakin muak dan marah saat aku tahu kamu bahagia, tersenyum, dan tertawa dalam lubang fana' yang penuh dengan angan-angan menyesatkan itu dan aku tak bisa menyadarkanmu dari mimpi angan-angan itu. Aku sudah berusaha dan selalu berusaha, namun semua usahaku sia-sia saja. Aku tetap tidak bisa membuatmu terjaga, tidak bisa membuatmu tarsadar kembali. Aku bingung, aku sungguh sangat tersiksa dengan perasaanku sendiri, karena aku tak bisa mengeluarkanmu. Aku jahat, aku tak berguna, mungkin semua itu telah mendarah daging dalam hidupmu hingga sulit bagiku untuk melakukan semua itu. Ini semua mungkin salahku. Kenapa penyesalan itu selalu datang di akhir? Dadaku sungguh sangat sesak menerima kenyataan bahwa kau bahagia dalam kemaksiatan.
Yang bisa kulakukan saat ini hanya berdoa, kawan. Berdoa agar kau segera tersadar, dan terjaga dari tidur lelapmu. "Ya Allah, jaga sahabatku. Buatlah ia terjaga dan kembali meniti di jalan-Mu. Aamiin."

0 comments
Labels: , ,

BEDAH BUKU “NIKAH ITU TIDAK MUDAH” BY ASRI ISTIQOMAH


Kamis, 24 November 2011
Tempat: Ruang Seminar Gd III FSSR UNS

Masa muda adalah masa yang penuh dengan rona pink atau jingga-merah jambu. Masa-masa muda adalah masa yang menggebu-gebu untuk menyemai cinta, terutama pada lawan jenis. Rata-rata dari mereka selalu mendamba-dambakan sebuah pernikahan. Selalu ada keinginan yang dahsyat meledak-ledak tentang pernikahan dini apalagi seringkali di kampus diadakan kajian nikah dini oleh motor-motor penggerak penghalalan pacaran lewat nikah dini seperti ustadz Salim A. Fillah dan ustadz Faudzil Adzhim. Tak mengapa sich nikah dini, toh Aisyah Ra juga kan? Yach, asal punyai cukup bekal aja, sich untuk menuju ke sana.
Beginilah opini umum tentang pernikahan:
Wah, nikah itu enak yach? Bisa berduaan terus, ada yang nganter kemana-mana, ada tukang ojek gratisnya. Nikah itu bisa bikin kaya lho. Nikah itu bisa menghapus rasa galau dan nikah itu bikin hidup lebih hidup. Yes!
Pertanyaannya sekarang. Apa iya nikah seenak itu? Semudah itu? Segampang itu?
Nikah itu tak sekedar pernyataan, “Aku suka kamu dan kamu suka aku. Yuk, nikah!” Namun lebih dari itu.
Perhatikan!!!
Nikah itu tak sekedar romantisme belaka, karena nikah adalah pondasi terbentuknya masyarakat yang islami, kumpulan tanggung jawab, bagian dari tahapan kehidupan dan kadang-kadang nikah juga membawa masalah tersendiri apabila pelakunya tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Nikah adalah pondasi terbentuknya masyarakat yang islami sebab lewat pernikahan kita diwajibkan membentuk keluarga yang samara, keluarga teladan yang bisa membimbing anak-anak kita nanti menjadi anak yang soleh-solehah. Jadi, harus dipikirkan matang-matang sebelum kita menginjak pada tahapan hidup yang penuh tanggung jawab ini agar kita bisa mempertanggungjawabkan dengan baik di hadapan Allah nanti.
Perlu banyak persiapan yang memang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum menginjak ke jenjang pernikahan. Pertama adalah persiapan fisik, kita butuh fisik yang sehat dan bugar. Tahu sendiri kan kita nantinya tidak hanya mengurusi diri kita sendiri, tapi juga mengurusi anak orang. Kedua butuh persiapan fikri, harus punya pikiran yang sehat dan fresh, selain itu kita juga butuh ilmu tentang pernikahan. Masak mau nikah tapi tidak tahu caranya, tidak tahu bagaimana prosesi akad nikah dan sebagainya, ya memalukan dong. Ketiga butuh persiapan psikis, kesiapan mental kita saat menghadapi permasalahan-permasalahan yang nantinya akan berdatangan tak diduga-duga ketika sudah menjadi suami-istri. Keempat, kita butuh persiapan ruhiyah. Dalam sebuah pernikahan, kita dituntut untuk menciptakan keluarga yang berlandaskan islam yang kukuh untuk menciptakan generasi-generasi tangguh. Majunya masyarakat kan dimulai dari sebuah keluarga. Kelima, kita butuh persiapan finansial. Tidak lucu dong, sudah nikah tapi masih nodong ortu. Kelima, kita butuh persiapan skill. Terutama untuk calon istri, menjadi seorang istri harus bisa skill-skill tertentu, misalnya masak, membersihkan rumah, atau yang lainnya agar suaminya senang.
Selain persiapan-persiapan yang telah dijabarkan, ada persiapan juga yang perlu dipersiapkan selepas honeymoon. Wuuuu, honeymoon, kedengaran romantis. Hust, masih kecil dilarang ngintip-ngintip! Kita perlu membuat kesepakatan dengan pasangan kita nanti, di mana nanti tempat tinggal setelah menikah, keuangannya bagaimana, hak suami-istri bagaimana, harus memahami perbedaan karakter, boleh tidak istri berkarir di luar rumah, soal mertua, lalu saat mempunyai anak, dan sebagainya itu perlu dibicarakan baik-baik agar tidak menyesal dikemudian hari. Aneh kan kalau awalnya setuju menikah, lalu tiba-tiba sang Istri ingin bekerja di luar rumah dan suami ternyata tidak mengizinkan. Penyesalan istri maupun suami akan datang silih berganti dan ini akan membuat rumah tangga tidak harmonis lagi.
Closing statement-nya sekarang adalah focus persiapkan diri kita karena nikah tidak hanya di dunia tetapi juga pernikahan di akherat untuk membangun keluarga samara.

0 comments
Labels:

Laporan Perjalanan di Taman Wisata Taru Jurug

Pada hari selasa, 21 Agustus 2012 kemarin saya bersama keluarga besar mengadakan tamasya lebaran ke Taman Wisata Taru Jurug. Tidak diduga pengunjung di sana sangat banyak, puluhan ribu orang mungkin, baik dari dalam kota maupun dari luar kota seperti keluarga kami. Keadaan ini sangat berbeda ketika di hari-hari rutin, bukan hari-hari libur lebaran. Kalau di hari-hari libur lebaran paling-paling pengunjungnya hanya 5-10 orang. Bahkan kadang tidak ada sama sekali. 

Kami memasuki kawasan Taman dengan merogoh kantong Rp 10.000,00/orang. Sangat mahal menurut ukuran mahasiswi seperti saya. Karena menurutku Taman Wisata Taru Jurug kurang update. Binatang-binatangnya banyak yang tidak terurus, bahkan beberapa bulan yang lalu sempat terdengar bahwa singa di kebun binatang itu lepas dari kandangnya dan menerkam dua ekor unta. Saya tidak tahu kesalahan siapa ini? Diduga harimau itu sedang lapar. Apa karena tidak diberi makan atau diberi makan namun tidak mengenyangkan? Ya sudahlah itu urusan mereka yang bekerja di taman kebun binatang tersebut. Yaach, saya harap sich ada perbaikan di kebun binatang tersebut. Ada kenaikan harga masuk, tapi juga harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang seimbang dong.

O,ya balik lagi ke pokok bahasan utama. Pengunjung-pengunjung itu semuanya sangat antusias untuk melihat berbagai macam binatang yang dipelihara di kebun binatang tersebut. Antusiasme mereka terlihhat ketika banyak yang mengantri untuk menaiki gajah. Eh, jadi teringat kunjunganku bersama teman-temanku ke Taman Wisata Taru Jurug tahun kemarin, kami berkenalan dengan gajah mungil yang ada di sana, namanya Manohara. Konon katanya, gajah itu diberi nama Manohara karena pada waktu itu gencar-gencarnya berita tentang selebriti yang sedang naik daun, Manohara. Hihi...lucu yach? 

Ah, kenapa saya tidak fokus gini, sich. Balik lagi ke bahasan utama. Selain antusiasme pengunjung dicerminkan ketertarikan untuk menaiki gajah, mereka juga sangat tertarik melihat-lihat binatang langka yang ada di sana, pada celingak-celinguk, eeeh ternyata kandangnya kosong. Mengecewakan, saya sendiri juga sangat kecewa. Kebun binatang yang luas dan banyak pengunjungnya kok binatangnya kurang. Kalau dibandingkan dengan kebun binatang di Gembira Loka, Yogjakarta sangat jauuuh. Hehe...

Emm...kami berkeliling-keliling memutari kebun binatang tersebut. Rasanya penuh sesak, panas dan gerah meski banyak pohon di sana, tapi tetap saja oksigennya tidak seimbang dengan manusia-manusia yang berseliweran di sana. Lalu kami memutuskan untuk segera keluar dari tempat itu dan menambah energi dengan makan di warung ayam lunak di depan taman tersebut. Selepas itu kami pulang. Eh, iya handphoneku sempat ilang waktu itu, dan kena semprot dech ma ibu. Tapi, Allah masih menolongku, handphoneku aman berada di tasku. Alhamdulillah.

Kami memutuskan naik bus harta sanjaya. Kali ini saya benar-benar naik pitam. PP Jurug-Masaran biasanya Rp 3000,00 eh kami ditarik sama kondekturnya Rp 5000,00/orang. Jelas saya langsung protes. Terjadi adu debat yang seru antara saya dan kondekturnya. Dan semua mata memandang. Berbagai macam pertanyaan bermunculan, "Sejak kapan BBM naik? Saya tadi pagi naik bus, masih Rp 3000,00 kok sekarang jadi Rp 5000,00? Mau saya laporkan ke atasan Bapak mengenai hal ini?" Waah perdebatan sangat seru sekali dan ternyata yang mendebat tidak hanya saya, penumpang di depan-depanku juga mendebat membelaku. Untung saja tidak ada wartawan waktu itu, kalau ada bisa terkenal nanti saya.

Ya sudah ini laporan perjalanan yang tak terlupakan bagi saya. Hihi ^_^

0 comments
Labels: , ,

Terima Kasih Atas Ujian Ini

Hidup penuh dengan liku-liku, penuh onak dan duri, dipenuhi pula halangan dan rintangan serta ujian. Ujian berupa ujian fisik ataupun ruhani. Kadang batin tersiksa karena melihat fisik tak berdaya, kadang pula batin merana saat fisik kuat. 

Ujian merupakan sebuah keharusan, seperti yang terera pada QS. Al-Baqarah: 214, "Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” 

Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Attirmidzi)

Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Al Bukhari)


Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Athabrani)


Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al Baihaqi)


Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampaipun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Al Bukhari)

Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang keluar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang keluar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Athabrani)


Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)


Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al Baihaqi)


Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Athabrani) 

Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Al Bukhari)

Saad bin Abi Waqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya? Nabi saw. menjawab, "Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai dengan itu (keras). Seseorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Al Bukhari)

Ujian merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang Allah berikan pada hamba-hamba-Nya yang beriman. Namun, kita sebagai hamba-Nya selalu mengeluh jika ditimpa suatu ujian atau musibah. Aneh, ya? Diberi cinta namun malah mengeluh?

Ujian ada dua macamnya, yaitu ujian yang membuat penerimanya bahagia dan sedih, tapi pada hakikatnya semua ujian bertujuan untuk mendatangkan kebahagiaan. Allah menguji kita agar kita tegar, agar diri kita kuat. Coba bayangkan, bila kita tidak diuji apakah kita mampu melewati rintangan-rintangan yang ada? Apa kita mampu untuk naik ke derajat yang lebih tinggi? Tenang saja, Allah tidak akan memberikan ujian yang sekiranya hamba-Nya tidak sanggup untuk memikulnya. Relevansikan saja dengan sekolah. Di sekolah ada kelas-kelas, mulai dari SD, SMP, dan SMA atau bahkan bangku kuliah. Saat akan naik ke jenjang yang lebih tinggi, maka ada yang namanya ujian, baik ujian semerster atau ujian kenaikan kelas. Nach, seorang guru tidak akan memberikan soal kelas 3 SMP pada siswa-siswa kelas 1 SD kan? 

Kawan, kita mungkin sering bertanya-tanya, mengapa kita harus diuji? Allah telah menerangkan hal ini pada kita dalam QS. Al-Ankabuut:2, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" 

Dan mungkin kita sering bertanya-tanya ketika ujian datang pada kita, "Kenapakah kita tidak diuji dengan hal-hal yang baik?" Dalam QS. Al-Baqarah: 216, Allah menyatakan, "...boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui." 

Ujian memang akan senantiasa datang, bahkan mungkin bertubi-tubi. Ujian yang satu belum selesai, disusul dengan ujian yang lain yang mungkin lebih berat. Lantas apakah kita boleh frustasi menghadapinya? Jangan, kawan! Lanjutkan perjuangan ini, bisa jadi ujian ini merupakan ujian kenaikan derajat. "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imraan: 139). 

Nach, kita dituntut untuk senantiasa bersabar menghadapi ujian ini,"Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." ( QS. Ali Imraan: 200). Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong, "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (QS. Al-Baqarah: 45).


Jika hati rapuh, maka ingatlah Allah!
"...Cukuplah Allah bagiKu; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya Aku bertawakkal..." (QS. At-Taubah:129).

Kita harus berterima kasih karena telah mendapatkan ujian, karena sekali lagi itu merupakan bentuk kasih sayang sang Illahi.
Alhamdulillah ya Allah atas ujian yang Engkau beri.

^_^










0 comments
Labels: ,

Maaf

Akhirnya ramadhan benar-benar berakhir untuk tahun ini dan digantikan bulan syawal yang penuh dengan kemenangan. Umat muslim merayakannya dengan suka cita. Alhamdulillahnya, lebaran kali ini 'kompak', tidak ada perbedaan. Subhanallah, indahnya bila kompak seperti ini. Semuanya bahagia merayakan lebaran ini, namun kenapa hatiku seolah dibelah menjadi dua? Ada rasa bahagia namun juga ada rasa was-was, sedih. Ibarat gado-gado, ada rasa asin, ada rasa manis, asam dan ada rasa pedas.

Kawan, sesungguhnya aku tak rela ramadhan pergi meninggalkanku. Aku takut tahun depan tak bisa bersua dengannya lagi. Perasaan macam apa ini? Dan aku bahagia, kerena kemenangan telah di depan mata. Sorak-soarai takbir dikumandangkan. Masjid-masjid, tanah lapang-tanah lapang disesaki oleh orang-orang berkoko, berjilbab. Oh subhanallah. Alangkah indahnya jika koko dan jilbabnya senantiasa istiqomah. Aku harap bukan karena lebaran dan menjadi musiman.

Keluarga besar berkumpul. Ramainyaaaa ya Allah. Senang sekali. Ini momen penting yang tak pernah terlewatkan di malam-malam lebaran. Ah, aku jadi ingin menangis, saking bahagianya. Bareng-bareng nonton KIBB, ketawa bareng, renyahnyaaa... rumahku dipenuhi saudara-saudara.

Aku juga dapet telepon conference dari sahabat-sahabatku (Muzi, Ria, Dyah) bertambah ramai dech. I love you full my best friends. I miss you, tak sabar pingin segera masuk kuliah lagi dan bersua dengan kalian. Melihat wajah-wajah ceria kalian. Namun, sayang lebaran kali ini tidak lengkap. Ayahku harus ke luar kota untuk menjalankan tugasnya. Lagi-lagi hanya bisa telepon-teleponan. 

O,ya ini sudah memasuki bulan syawal, ya? Waaah, nyawal yuuuk kawan-kawaaan! Untuk sahabat-sahabatku (Muzi, Ria, Dyah) kita belum buka bersama bareng di bulan ramadhan kemarin. Buber puasa syawal aja yuuuk, tapi masak sendiri. Biar akhwat tapi harus jago masak, dong. Hehe...

Untuk orangtuaku, keluargaku, saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku dan teman-temanku, aku minta maaf yach! Mungkin salahku pada kalian buanyak buanget. Maafin aku yang imuuut ini, yach? Hehe narsis buanget, sekali-kali gak apa-apa.
^_^

0 comments
Labels: ,

MAKHLUK MUTIARA


Yang aku cari cinta sejati
Bukan cinta semu yang menyakiti

Yang aku cari cinta abadi
Bukan cinta sesaat yang menodai

Yang aku cari cinta haqiqi
Bukan cinta fana’ yang menjangkiti

Yang aku cari cinta Illahi
Bukan cinta makhluk yang menakuti

Aku bukanlah malaikat yang tak punya rasa
Aku manusia, punya cinta pada makhlukNya
Namun yang kucari adalah makhluk mutiara
Adakah di tahta sana makhluk mutiara bercahaya yang terlindung?
Yang hatinya selalu terpaut padaNya dalam setiap hembus nafas
Adakah untukku makhluk mutiara?
Yang hidupnya penuh pengabdian pada yang Esa

0 comments
Labels:

Desah Hatiku

Menepis segala rasa gundah kutermenung di sebuah taman berkawan daun-daun kering berserakan bak musim gugur.
Menjelang temaram senja, tak kuasa pelupuk mata telah dibanjiri mutiara.
Berjatuhan.
Tanpa bunyi gemerincing, tanpa gemuruh dan riak.
Hanya sunyi sepi, tiada suara.
Hatiku pun kala itu terpaku dalam dingin ketulusan.
Mendesah tak berdesing, mendesah tak berbunyi.
Hanya mendesah dengan resah.

Tahukah apa yang mendesah dari balik hatiku?
Kenyataan.
Ya... hanya sebuah kenyataan mendebarkan seperti genderang yang ditabuh dengan kerasnya.
Berdebam.
Memar penuh luka.
Karena lagi-lagi aku terlempar dari atas sana.
Gedung pencakar langit 1000 kaki.
Remuk, hancur berkeping-keping.
tapi bukan aku...
bukan aku wahai camar yang congkak
bukan aku wahai penguasa langit biru...
tapi hatiku...
hatiku membiru kelu
membisu...

0 comments
Labels: ,

Ramadhan (Episode Kehilangan)


Kurasakan kembali rasa sejuk itu. Seperti menegguk semangkuk es buah ketika berbuka puasa. Bersama keluarga kurasakan sebuah kebahagiaan. Yang dulu sempat menghilang. Aku merindukan saat-saat bersama, berkumpul, berbagi cerita, tertawa bersama dan kini kurasakan kembali masa-masa itu. Alhamdulillah ya Robby. Hari-hari tanpamu terasa sangat sepi. Namun hari ini kita kembali menorehkan kisah cinta.


Huhf, benar ya? Kita baru akan merasakan kalau sesuatu itu berharga ketika kita telah kehilangan sesuatu itu. Semenjak seminggu yang lalu kurasakan suatu yang berbeda. Sesuatu yang tak biasa. Suatu yang asing yang menyeruak, memaksa masuk ke relung-relung hatiku. Saat kurasakan engkau pergi. Ada sesuatu yang berbeda hadir. Rasanya pahit dan asin. Hilang. Tenggelam. Sungguh aku tak rela bila kau pergi dariku. Aku terlalu mencintaimu. Namun, kau harus pergi. Ini keputusanmu. Meski berat, aku hargai semua itu. Tetep semangat ya!

Awalnya aku benar-benar tidak rela akan kepergianmu. Aku takut kau terpengaruh. Kadang lingkungan lebih mendominasi meski hati melawan dengan kukuh. Aku takut sekali engkau semakin berubah. Aku mencoba menepis rasa takutku itu. Namun aku tak bisa, karena lingkungan di sana memang seperti itu. Membahayakan dirimu. Aku sungguh sangat menyesal dahulu pernah mengusulkan ini. Aku mencoba menebus kesalahanku, lalu aku temui ustadzah itu. Setelah melihatnya, keraguanku dan ketakutanku perlahan-lahan menghilang. Semoga benar, engkau akan terjaga di sana.

Mungkin saat ini kau sedang sendirian. Aku ingin menemanimu, namun jarak telah memisakan kita. Ini saat berbuka. Kadang aku menyesalkan hal ini. Engkau makan apa di sana? Enakkah masakannya? Pikiran itu menyeruak, sedang di sini aku makan enak. Bagaimana denganmu? Tetap puasa kan?

Maafkan aku, kalau kau sedang di rumah, aku selalu memusuhimu dan menjadikanmu babu. Menyuruhmu ini dan itu. Tak segan-segan aku memarahimu dan mengomelimu. Maaf. Kini aku rindu akan dirimu. Akan pertengkaran kita dan semuanya.

Bagaimanapun dan di manapun kuharap kau selalu bersemnagat dalam menjalani hidup ini. Ingat hidup tak selamanya mulus, kadang berliku dan berbatu tak segan juga hidup ini penuh dengan onak dan duri. Berhati-hatilah, adikku sayang! Tuntutlah ilmu karena Allah! Semoga Allah selalu menjagamu. Aamiin.

0 comments
Labels: ,

Mengapa Engkau Ciptakan...?

Ya Allah,
Mengapa Engkau ciptakan airmata ini?
Airmata ini tak pernah bisa berhendi menetes.
Ia selalu mengalir, membasahi relung-relung kalbuku.

Ya Allah,
Mengapa Engkau ciptakan hati ini?
Kini, hatiku diiris oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Hatiku terluka sangat parah.
Tak bisa diobati lagi ya Allah.
Tak bisa disatukan lagi.
Kini hatiku ibarat barang pecah belah yang telah hancur berkeping-keping.
Retak dan "Pyaaar"

Ya Allah,
Mengapa Engkau ciptakan cinta di dadaku?
Cinta ini telah membuat airmataku terus mengalir dan hatiku terluka sangat dalam, darahnya mengucur deras.

0 comments
Labels: ,

Magnificence of Ramadhan


Di antara duabelas bulan ada satu bulan yang selalu di nanti-nanti kehadirannya, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan yang mulia. Subhanallah. Di bulan Ramadahan orang-orang muslim yang beriman di wajibkan untuk berpuasa, seperti pada QS. Al-Baqarah: 183
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Di bulan Ramadhan terdapat kemulian-kemuliaan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya, yaitu “Ketika datang bulan Ramadhan, sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu berpuasa, dalam bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka dititip, setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik di dalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti bulan ini” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Sungguh Allah Maha Besar dengan segala kekuasaannya apa yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha Pemurah dan Penyayang dengan mengaruniakan pada manusia bulan yang mulia, bulan Ramadhan yang di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang dahsyat. Orang-orang yang beriman diwajibkan untuk berpuasa. Sedang menurut penelitian, puasa sangat membantu dalam penjagaan kesehatan. Puasa dapat membersihkan diri. Begitu banyak manfaat yang akan didapat di bulan suci ini.

Di bulan Ramadhan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Ini menunjukkan betapa Allah SWT sayang pada umatnya yang beriman. Allah SWT memberi kesempatan kepada kita agar beramal sebanyak-banyakknya untuk bekal nanti di negeri akherat. Di dalamnya juga terdapat suatu hari di mana hari itu lebih baik dari seribu bulan (malam Lailatul Qodar) dan yang mendapatkannya akan memperoleh kemuliaan pula.
“Dalam bulan ini (Ramadhan ada malaikat yang selalu menyeru: “Wahai orang yang selalu beramal kebaikan, bergembiralah Anda, dan wahai orang-orang yang berbuat kejelekan, berhentilah (dari perbuatan jahat). Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Nasai).

“Sholat lima waktu, sholat jum’at sampai sholat jum’at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang berbuat di antara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

“Puasa dan Qur’an itu memintakan syafa’at seseorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa berkata: Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya pada siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula A-Qur’an: Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafa’at.” (HR. Ahmad, Hadits Hasan).

“Sesungguhnya bagi surga itu ada sebuah pintu yang disebut “Rayyan”. Pada hari kiamat dikatakan: Di mana orang yang puasa (untuk masuk jannah melalui pintu itu)? Jika yang terakhir di antara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhari-Muslim).
“Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang.” (HR. Bukhari-Muslim).

Hadits-hadits tersebut menerangka tentang kemuliaan bulan Ramadhan. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang pandai memanfaatkan peluang besar dari Allah SWT ini, mencari ridho-Nya sebanyak-banyaknya.

0 comments
Labels: ,

Ramadhan Keduaku (Versi 1433 H)

Hmm... telah menjadi hukum alam bahwa yang kuat yang akan mampu bertahan. Telah menjadi hukum rimba bahwa yang hebat akan teguh berpengangan. Telah menjadi hukum laut bahwa yang kuat menahan badai adalah mereka yang hebat.

Ramadhanku kali ini...
Izinkan daku berbagi cerita.
Ini masalah hukum alam, hukum rimba, seleksi alam dan mengenai siapa yang kuat. Di Bulan suci ramadhan ini, pada hari pertama banyak dari kita berebut posisi di depan dalam kebaikan, seperti dalam barisan sholat tarowih, tadarus dan sholat wajib lima waktu. Hari pertama shafnya full, bahkan membludak. Mulai hari kedua, shaf mulai berkurang satu. Anehnya justru terjadi di kalangan ikhwan. Kemanakah ikhwan? Apakah sedang mengalami siklus "M" seperti para akhwat?

Mereka yang kuat imannya yang akan mampu bertahan sampai akhir hingga pada kemenangan. Orang-orang yang kuat dan tangguh akan terus berpegang teguh pada cita-cita dan tujuannya. Mereka mulai membuat target hidup, hidup di dunia ataupun hidup di akherat. Orang yang hebat adalah orang yang mampu mengambil peluang dan kesempatan. Sungguh mulia Allah SWT memberika banyak sekali kesempatan pada umatnya untuk meraih ridho-Nya sebanyak-banyaknya. Allah mengaruniakan bulan ramadhan pada umatnya, Allah melipatgandakan pahala orang-orang yang beramal baik pada bulan ini bahkan sampai 700 kali lipat. ALLAHU AKBAR!!!

Namun sayangnya, banyak dari kita terlena. Mereka terlalu sombong untuk berbuat kebaikan. Dirasa selama ini, ia telah mencetak banyak sekali kebaikan. Lalu mereka bermalas-malasan, dan sekarang tertinggal jauh dari kenyataan dan harapan.
Ini kenyataan, bukan sebuah omong kosong.
Coba buktikan saja, siapa saja yang kuat bertahan di bulan ramadhan ini?
Nach, sebaiknya bagi yang merasa kuat, mari kita rapatkan barisan! Kuatkan yang lain juga. Fastabiqul Khoirot. Terdepan dalam kebaikan dan menjadi seorang muslim yang mampu menginspirasi banyak orang.

0 comments
Labels: ,

Ramadhan Pertamaku (Versi 1433 H)

Kubuka lembaran baru dalam diaryku. Penaku seakan tak sabar untuk menari-nari di atasnya mencurahkan segala keluh kesah yang dirasakan.

Awal ramadhan, kuniatkan untuk lebih baik dari ramadhanku yang lalu. Aku bertekad untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Saat ini kurasakan perbedaan yang mencolok, sangat mencolok.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Bulan di mana pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan insan yang beriman pun berlomba-lomba untuk mencari ridho dari Sang Illahi. Begitu juga denganku, aku berusaha berada dalam barisan itu, mengikuti dan menghayati. Namun, ada satu hal yang mengganjal hatiku.

Ketika kumulai membuka lembaran demi lembaran kertas Al-Qur'an, aku teringat akan masa kecilku. Masa kecil yang penuh dengan keceriaan apalagi ketika berada di suasana bulan ramadhan. Waktu di mana kurasakan sebuah kebersamaan dan yang tak bisa kudapatkan saat ini.
Sekarang terlalu banyak perbedaan dan perdebatan hingga membuatku takut. Dahulu, banyak remaja tadarus di masjid depan rumahku hingga larut malam. Mereka tekun, sungguh dan damai. Namun sekarang? Tak kulihat semua itu di sini. Aku kesepian. Hingga kuputuskan tadarus di kamar saja.

Ditambah lagi, TPA yang jalannya hanya sekedarnya saja. Dahulu ketika aku kecil, TPA-nya sangat maju. Bahkan ketika aku masih kelas 3 SD, saya sudah bisa lancar membaca Al-Qur'an. Sekarang? Baca Iqro' satu untuk kelas 6 SD belum tentu bisa. Siapa yang patut dipersalahkan? Anak-anaknya? Orangtuanya? Rismanya? Atau aku sendiri yang salah, yang tak pernah peduli dengan kondisi mereka karena sibuk dengan urusan diri-sendiri? Astaghfirulloh. Lalu harus bagaimana? Sedang aku tak mungin masuk dalam barisan itu, mereka telah menganggapku berbeda. Berbeda pemahaman, hingga menjauhiku. Apakah harus seperti ini? Apakah sebuah perbedaan harus dijadikan alasan? Bukankah untuk mencetak suatu generasi maju dan Islam yang kuat, remajanya harus bersatu, tak peduli ada perbedaan? Toh Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa pun bisa bersatu dan bekerja sama.

Ketar-ketir hatiku merenungi dan memikirkan semua itu. Jangan-jangan ini salahku sendiri. Titik-titik bening, kini telah membanjiri mataku. Apa yang harus aku lakukan untuk memulai perubahan yang lebih baik?

Semoga ramadhan kali ini menjadi titik tolakku untuk memulai semua.
Selamat menunaikan ibadah puasa!
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

0 comments
Labels: , , ,

Kusambut dengan Ceria Ramadhanku Kali Ini

Alhamdulillah, tak terasa setahun telah berlalu. Ramadhan yang dulu tergantikan dengan ramadhan yang akan datang. Bulan suci yang selalu dinanti-nantikan kedatangannya. Subhanallah. Air mataku menitik ketika kuteringat ramadhanku waktu dulu. Sungguh kuniatkan dalam hati, ramadhan kali ini harus lebih baik dari ramadhanku yang dulu.

Hai, sobat semua... Dalam rangka memyambut bulan ramadhan yang penuh berkah (sesuai janji Allah), kemarin, pada tanggal 18 Juli 2012 JN UKMI UNS bersama adik-adik TPA dusbin  SKI-SKI Fakultas mengadakan pawai lho di sepanjang belakang UNS, Ngoresan, Jebres.

Terlihat pancaran ceria nan polos di raut wajah mereka yang masih kecil mungil. Semangatnya bergelora. Langkah kakinya yang pendek namun kuat menapak untuk menyambut ramadhan yang indah. Sorak-sorai dikumandangkan. Mereka membagikan selebaran waktu maghrib dan imsyakiyah pada warga setempat. Walau menempuh jarak panjang namun tak meyurutkan bara semangat di dada mereka. Subhanallah sekali semangat dan niatmu adik-adikku. Tetep istiqomah selalu di jalan Allah ya! Puasa yang rajin dan sungguh karena Allah.

Fight!
Ganbatte!





0 comments
Labels: , ,

Hati-hati dengan Kata "Nanti"



Oleh Novitasari Mustaqimatul Haliyah
Hal yang dapat membantai kita dan membunuh kita adalah perbuatan menunda-nunda. Kegiatan menunda-nunda akan mematikan eksistensi kita.
Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang ingin menghafalkan Al-Qur’an, namun ia tak segera melaksanakannya. Salah seorang sahabat karibnya menanyakan soal hal ini, “Kenapa kamu tidak menghafalkannya sekarang?”
Pemuda itu menjawab dengan entengnya, “Nanti akan saya hafalkan, insya’allah.”
Ketika musim sekolah ia berkata, “Saya sedang sibuk, banyak sekali tugas. Saya tidak mungkin menghafalkannya sekarang. Nanti sajalah.”
Beberapa waktu berlalu dan tibalah musim liburan, lalu pemuda itu berkata lagi, “Saya akan pergi piknik dengan keluarga. Saya ingin menghilangkan penat, bukankah jiwa juga perlu diistirahatkan agar tidak stress?”
Lalu ketika musim sekolah kembali datang, ia beralasan lagi dan lagi, “Sekarang sedang banyak ulangan, saya tidak mungkin menghafalkannya untuk saat ini, pasti nanti saya akan menghafalkannya.”
Sampai kapanpun pemuda itu tidak akan pernah bisa menghafalkan Al-Qur’an hanya gara-gara kata “nanti” dan “nanti”.
Astagfirulloh. Manusia pekerjaannya hanya menunda-nunda waktu saja. “Nanti” adalah sebuah kata yang sangat mematikan. “Nanti” adalah kata-kata yang penuh dengan alasan. Pada akhirnya kata “Nanti” tidak akan membuahkan hasil. Nihil. Nol besar.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu karenanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Hadits tersebut terbukti kebenarannya. Banyak di antara kita terlena dengan nikmat sehat yang diberikan Allah SWT kepada kita, terlebih kesehatan itu diselingi dengan waktu luang. Kebanyakan pemuda era modern sekarang ini menggunakan waktu luang dengan hal-hal yang negatif. Hal itu selalu disertai sebuah alasan, “Aku masih muda, umurku masih panjang. Boleh dong berfoya-foya dan berhura-hura?”
Padahal pada hari kiamat nanti akan ditanya tentang umurnya dihabiskan, seperti hadits Rasulullah, “Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser, sebelum ia ditanyai: tentang umur, untuk apa dihabiskan; tentang ilmu, untuk apa ia gunakan; tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; dan tentang badannya, untuk apa ia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi)
Jadi, selagi masih muda sebaiknya menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk berkarya. Menunda-nunda waktu adalah kegiatan yang tidak baik. Bahkan Allah SWT bersumpah demi waktu di dalam Al-Qur’an beberapa kali. Allah SWT sangat menghargai waktu, begitu pula Rasul-Nya beserta sahabat-sahabat beliau.

0 comments
Labels: , ,

Teamwork Makes The Dream Work


“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seolah-olah mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh.”(QS. Ash Shaff 61:4).
Ayat Al-Quran itu menerangkan tentang urgensi dari amal jama’i atau lebih keren disebut teamwork. Allah juga lebih mencintai orang-orang yang berjalan di jalan-Nya dengan bersama-sama kan dibanding dengan orang yang berjalan sendiri-sendiri? Karena apa? Emm, dalam hadits Muttafaq ‘alaih, orang mu’min yang satu dengan orang mu’min lainnya adalah seperti bangunan yang saling memperekat. Sekarang, coba analogikan dengan batu bata. Sebuah batu bata akan tetap lemah, betapapun matangnya batu bata itu dibuat dan ribuan batu bata yang berserakan tidak akan pernah kuat kecuali telah menjadi sebuah dinding yang direkatkan dengan semen. Hal ini menjadi penting, mengingat dakwah Islam perlu kekuatan ekstra dan kekuatan super. Dakwah akan terasa sangat garing, berat dan sulit apabila dilakukan secara mandiri atau individual tanpa ada kekuatan lain yang mendukung. Sayyidina Ali juga pernah berkata,”Kejahatan yang terstruktur bisa mengalahkan kebenaran yang tidak terstruktur, meski kebenaran itu benar.”
Jadi, mempunyai sistem organisasi dakwah yang terstruktur sangatlah penting, mengingat di zaman modern ini organisasi kejahatan pun juga telah disusun rapi. Bahkan perampok dan pencopet pun telah mempunyai komunitas yang sudah terstruktur dengan baik dan mereka melaksanakannya dengan baik pula. Kejahatan saja bisa terlaksana dengan sangat rapi dengan rencana (trik) yang sedemikian rupa, harusnya kegiatan dakwah yang positif harus juga punya struktur dan perencanaan yang rapi.
Organisasi dakwah harus punya teamwork yang keren. Setiap kegiatan dakwah hendaknya mempunyai teamwork yang bekerja di masing-masing bidangnya. Dengan kata lain, mendistribusikan pekerjaan sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Karena tidak akan ada manusia yang sempurna yang bisa melakukan segalanya dengan perfect. Tak ada gading yang tak retak. Impossible jika dokter ahli kulit mampu menangani pasien yang terkena gagal ginjal, karena itu bukanlah porsinya atau keahliannya. Rasulullah SAW bersabda : “Jika sebuah urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (HR Bukhori).
Nach, dari itu semua dapat disimpulkan bahwa teamwork yang terorganisir sangatlah dibutuhkan dan merupakan keharusan untuk keberhasilan dakwah ini. Dengan amal jama’i atau teamwork ini maka seseorang akan lebih kuat. Ketika lemah maka akan ada seseorang yang akan menguatkan kembali. Amal jama’i ini merupakan benteng pertahanan diri dari ancaman kehancuran. Seorang diri bisa saja lenyap, jatuh atau disergap oleh syethan-syethan manusia dan jin. Tetapi jika ia berada di dalam jama’ah maka akan terlindungi. Seperti seekor kambing yang berada di tengah kawanannya. Tidak ada serigala yang berani memangsanya karena perlindungan kawanan itu sendiri. Serigala akan berani memangsanya manakala kambing itu keluar dari kawanannya atau berjalan sendirian. Sekarang, saatnya kita bentuk teamwork dakwah keren yang terorganisir dengan baik. Semangat, fastabiqul khoirot! ^_^


Pernah dimuat di buletin PIJAR JN UKMI 

0 comments
Labels:

Lautan Cemburu

Aku berlayar di lautan cemburu dengan perahu layar yang tak lagi seimbang.
Terpaan angin cinta mengoyak layarku, membawaku pada badai yang menderu.
Bergemuruh.

Kini...
Aku termangu.
Tetesan airmataku tak bisa mengubah lautan menjadi lebih asin.
Maksudku, biar lautan cemburu ini tambah asin hingga aku bisa merasakan sensasi angin cinta lebih banyak lagi.

Bukan bermaksud galau, hanya saja aku mengigau.
Hmm...amnesia kali ya karena kini kuterdampar di tengah gurun.
Bukan gurun sahara, tapi gurun prahara.
Haduuw, aku benar-benar malu dengan diriku sendiri.

1 Juli 2012


1 Juli 2012

0 comments
Labels:

Ketika Hati Terlalu Mencintai


Alkisah ada seorang akhwat yang terlalu mencintai seorang ikhwan. Akhwat itu begitu mencintai ikhwan tersebut. Setiap saat ia selalu memikirkan ikhwan tersebut. Ketika makan, ketika mau tidur, bahkan pas sholat akhwat itu selalu teringat pada ikhwan pujaan hatinya. Pasalnya, si ikhwan dahulu pernah mengucap cinta pada si akhwat, “Ukh, ana ukhibukifillah. Ana ingin menikah denganmu.” Tanpa pikir panjang si akhwat juga membalas, “Ana ukhibukafillah, Akh.” Setahun mereka bercinta-cintaan. Namun, tanpa sebab, tidak ada angin, tidak ada badai, bahkan tidak ada hujan, si akhwat seperti disambar petir. Hatinya meledak-ledak, jangankan menjadi keping-keping atau puing-puing, menjadi debu saja tidak. Hati si akhwat hilang ditelan petir dahsyat. Karena apa? Karena si ikhwan bilang pada si akhwat, “Ukh, afwan. Ana sudah tidak mencintaimu lagi. Lupakan janji-janjiku dulu untuk menikahimu. Aku sudah mencintai orang lain. Afwan.”
Bayangkan, ketika hatimu telah terpaut pada seseorang, ketika engkau terlalu mencintai seseorang dan orang itu telah menyatakan cintanya padamu lalu tiba-tiba orang itu mengeluarkan pernyataan bahwa dia telah mencintai orang lain? Apa yang bakalan kau perbuat? Pastinya engkau akan menangis, hatimu akan begitu terluka, terluka, dan terluka sangat dalam, sedalam-dalamnya. Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Selang beberapa bulan, si akhwat berlagak menerima keputusan itu di hadapan si ikhwan. “Ukh, afwan ya aku sudah melukai hatimu.” Si akhwat membalas dengan sok tegar, padahal hatinya meronta, matanya sembab oleh airmata, “Iya, tak mengapa. Memangnya siapa sich, akhwat itu, Akh?” Si ikhwan membalas dengan entengnya, “Sungguh, Ukh saat ini ana tidak mencintai seorang wanita pun kecuali ibuku.” Otomatis, si akhwat mulai berharap lagi pada si ikhwan. Hatinya sedikit terobati.
Suatu ketika, saat si akhwat ingin mengerjakan sebuah tugas, ia terpaksa meminjam laptop si ikhwan tersebut. Mungkin karena merasa bersalah juga, si ikhwan meminjamkan laptopnya pada si akhwat. Si akhwat menggunakannya untuk mendownload materi tugasnya, saat dibuka folder download ternyata ada  5 foto akhwat yang salah satu dari akhwat itu, ia kenal. Hati si akhwat mulai terbakar lagi, petir menyambar-nyambar lagi, rasa cemburu bergejolak lagi. Lalu si akhwat menanyakan hal ini pada si ikhwan, “Akh, pacarmu kok banyak banget? Lima akhwat. Woww.” Ikhwan itu sok tidak tahu, “Afwan, maksudnya apa ya? Ana tidak punya pacar.” Si akhwat pun menimpali, “Afwan, Akh. Tidak sengaja saya tadi membuka folder download, eh ternyata ada foto lima akhwat hasil downloadan juga. Cieee.” Si ikhwan mulai mengeles, “Ana hanya kagum dengan kecantikan mereka, Ukh. Sungguh tidak ada perasaan apa-apa.”
Gedubrak! “Ana hanya kagum dengan kecantikan mereka, Ukh.”
Visual. Ya, visual, pandangan memang rangsangan bagi seorang laki-laki. Laki-laki suka dengan kecantikan, apalagi wanita cantik, mereka pasti tergoda. Kecantikan kadang bisa menjerumuskan dan membuat banyak fitnah. Tapi bukan berarti, kita tidak boleh berpenampilan cantik.
Lanjuuuut!
Beberapa waktu yang lalu ikhwan itu bilang pada si akhwat, “Sungguh, Ukh saat ini ana tidak mencintai seorang wanita pun kecuali ibuku.” Tapi nyatanya? Ternyata pada waktu si akhwat lelah mengerjakan tugas, ia berniat menghibur diri dengan membuka situs jejaring sosial-facebook. Eh, malah facebook si ikhwan yang terbuka. Hati si akhwat mulai ketar-ketir lagi, hancur lebur lagi. Ia membaca dialog si ikhwan dengan seorang akhwat (salah satu dari lima foto akhwat tadi). Tak dikira, si ikhwan itu saking kagumnya dengan kecantikan si akhwat yang difoto, si ikhwan mengajak kenalan, mengajak kajian, meminta nomor handphone, dan mulai mendekati si akhwat yang difoto tadi.
Si akhwat menangis tersedu-sedu, hatinya tercabik-cabik oleh perasaan cinta yang menggebu, ia benar-benar sangat cemburu. Si akhwat serasa ditampar dengan sangat keras hingga ia harus terbangun dari tidur panjangnya yang melenakan. Ia terjaga, tersadar bahwa tak sepantasnya terlalu mencintai si ikhwan. Mulai saat itu, ia berusaha memanaj hatinya. Memang ia tak bisa melupakan si ikhwan, tak bisa berhenti mencintai si ikhwan walau hatinya telah hancur. Namun paling tidak saat ia terlalu mencintai ikhwan itu, ia ingat semua keburukannya. Ya, saat kita terlalu mencintai seseorang maka ingatlah keburukan orang itu segera agar engkau tidak terlena.
Kisah ini merupakan tamparan bagi semua akhwat. Kala cinta datang menggoda dan mulai mengetuk pintu hatimu, maka berhati-hatilah! Simpan saja cinta itu agar tidak merusak segalanya! Biarkan dirimu dan Allah yang tahu.

4 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters