Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Labels:

Hikmah Disyariatkan Pernikahan

Menikah adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. Orang yang menikah dengan niat melaksanakan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya berarti dia telah melakukan satu amal ibadah. Dia berhak mendapatkan keberkahan dan pahala dari amalnya itu. Hikmah disyariatkan pernikahan adalah sebagai berikut:

1. Sarana untuk menyalurkan hasrat biologis kepada lawan jenis.

2. Sarana yang paling baik untuk mendapatkan keturunan. 

3. Sarana untuk menyalurkan rasa kasih sayang sebagai seorang ayah dan ibu terhadap anak-anaknya. 

4. Menumbuhkan perasaan untuk merawat anak dan mendorongnya untuk bersemangat menjadi orang tua yang berwibawa. 

5. Membagi pekerjaan antara suami dan istri dengan pembagian yang baik. Istri mengerjakan pekerjaan rumah, merawat anak dan bertanggung jawab terhadap hal itu, sedangkan suami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

6. Menumbuhkan rasa saling mencintai dan ikatan keluarga.

0 comments
Labels:

Neraka Banyak Dihuni Kaum Wanita

Dari Imran bin Husain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya penghuni surga paling sedikit wanita." (HR. Muslim).

Dalam pernyataan yang disampaikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa ternyata ada wanita beriman namun nasibnya berada di neraka karena suatu sebab perbuatan tertentu.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, "Nabi Shallallahu 'alahi wasallam pernah menyampaikan khotbah pada saat terjadi gerhana. Beliau berkata, "Saya melihat neraka dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita." (HR. Bukhari Muslim).

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Wahai kaum wanita, bersedekahlah, karena sesungguhnya saya melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kalian. Kemudian seorang wanita bertanya, 'Kenapa demikian, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Karena kalian banyak melaknat dan tidak menaati suami." (HR. Bukhari Muslim).

Hadis ini tidak bertentangan dengan hadis yang menerangkan bahwa setiap laki-laki penghuni surga memiliki pasangan lebih dari satu. Karena kaum wanita yang kebanyakan masuk neraka adalah wanita dari keturunan anak Adam, sedangkan pasangan bagi penghuni surga adalah bidadari-bidadari yang bermata jeli. 

Kaum wanita sedikit sekali menjadi penghuni surga karena mereka dikalahkan oleh hawa nafsunya, kecenderungannya terhadap dunia, dan kurang sempurnanya akal mereka, sehingga mereka tidak bisa mengetahui keagungan akhirat dengan "burhan/ cahaya" di hatinya. Kemudian mereka meninggalkan amalan akhirat, condong pada kehidupan dunia dan hiasannya. Itulah penyebab terkuat yang menjadikan kebanyakan wanita masuk neraka dan sedikit di antara mereka yang masuk surga.

Wanita juga menjadi penyebab utama kaum laki-laki terlena oleh kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat. Wanita memiliki hawa nafsu yang dapat menarik laki-laki untuk condong kepadanya dan meninggalkan akhirat.

Di samping itu, kebanyakan wanita berpaling dari amalan-amalan akhirat. Kendati demikian, di antara mereka juga terdapat wanita-wanita salehah yang senantiasa melaksanakan ketentuan dan syariat Allah, sehingga Allah memasukkannya ke surga. Bahkan, di antara wanita ada yang mendahului laki-laki masuk surga. Wallahu a'lam. 

Referensi: 

DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar, Al-Jannah Wa An-Nar, 2002: 83-84).

0 comments
Labels:

TABEL RUMUS NAHWU SHORF

0 comments
Labels: ,

Pidato Milad Muhammadiyah ke-108 oleh Haedar Nashir

0 comments
Labels: , ,

PENDIDIKAN EMPATI ERA DIGITAL


Konten ini juga menyampaikan pendidikan berkemajuan dari sumber Al-Qur'an, hadis, kitab, manuskrip, koran, arsip dan lain-lain. Salah satu tujuannya adalah menjaga "budaya membaca" pada platform "budaya menonton" ini sehingga spirit Iqra' tetap ada dalam masyarakat kita. #BudayaMembaca #Solopos

0 comments
Labels:

Ikrar Janji Pelajar Muhammadiyah

Janji Pelajar Muhammadiyah
- Janji pelajar Muhammadiyah adalah ikrar yang dipegang teguh oleh pelajar yang bersekolah di Sekolah Muhammadiyah, dan anggota serta aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan. Ikrar tersebut dibacakan pada saat kegiatan upacara bendera dan dilafalkan bersama ketika mengawali pelajaran jam pertama.
- Disalin oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels: , ,

Lirik Lagu Aku Ingin Jadi Hafizh Qur'an & Balasannya



Nasyid Hafizh Qur'an (Anak)

Nasyid Hafizh Qur'an (Orang Tua)
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.




0 comments
Labels: , , ,

Beauty: Wahai Generasi Cantik, Minumlah Air Putih yang Banyak Sebelum Dilarang!



Beauty: Wahai Generasi Cantik, Minumlah Air Putih yang Banyak Sebelum Dilarang!  

Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
(Sebulan setelahnya, Jum'at, 17 Januari 2019 Allahuyarhamah meninggal dunia)

Hari ini aku menjalani rawat inap lagi. Entah sudah ke berapa kali aku masuk rumah sakit. Kini aktivitasku tidak gesit seperti dahulu, tetapi aku masih saja cantik.

Setelah diuji Tuhan Yang Maha Pengasih dengan sakit gagal ginjal kronis, justru aku menjadi wanita yang semakin tangguh dalam menghadapi ujian-Nya. Meski tidak gesit lagi, tapi aku masih cantik. Anggun dan cantik sekali malah, begitu kata suamiku.

Aku bersyukur memiliki suami yang sangat sabar menerimaku apa adanya. Bahkan, ia tetap menjadi kekasih yang suka mengajakku jalan-jalan. Terutama mengajakku menonton film di bioskop yang sarat pendidikan.

Ia berprofesi sebagai guru SD, dan aku lulusan sastra di salah satu kampus negeri Surakarta. Jadi tidak heran apabila kami punya kesukaan yang sama, yakni mendaras film dan mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya.

Hidupku tetap indah, meski dua kali sepekan harus menjalani cuci darah. Rutinitas cuci darah tak membuatku lelah dan kalah, apalagi menyerah pasrah. Hanya saja, aku menyesal tak mampu lagi minum banyak, termasuk banyak minum air putih.

Saat masih remaja dan belum mengalami penyakit gagal ginjal, aku suka sekali dan rajin minum air putih. Terutama setelah berolahraga, aku bisa menghabiskan air putih sebanyak dua liter. Belum ditambah satu botol lagi yang selalu aku bawa kemana-mana setiap harinya.

Sayang, hari ini aku tak boleh lagi minum banyak air putih. Bila melanggarnya aku akan sesak napas seperti saat ini karena perut dan dadaku penuh air yang tidak bisa "diterima" oleh ginjalku yang sudah rusak.

Kerusakan pada ginjalku disebabkan karena dahulu aku mencoba minuman kemasan selain air putih yang katanya dapat mengembalikan stamina setelah berolahraga dan beraktivitas. Setelah mencobanya aku kecanduan sampai setiap hari minum minuman itu. 

Puncak kecanduannya pada saat aku menjalani les tambahan selama satu tahun untuk sukses UN SMA hingga pulang menjelang magrib. Aku tidak tahu ternyata minuman-minuman tersebut tidak boleh dikonsumsi secara rutin. 

Pada saat itu aku seolah “melupakan” air putih yang sebenarnya sudah terbukti membuat diriku tangguh, gesit, bugar dan tahan cantik. Air putih atau air mineral memberi banyak manfaat kepadaku, tetapi aku tergoda dengan minuman yang dikemas dan diiklankan di televisi dengan sangat menarik.

Seharusnya dahulu aku tetap menjadikan air putih sebagai minuman utamaku. Namun begitu, semua sudah terjadi. Tak boleh terlalu menyesali itu. Aku harus terus merasa cantik hingga ajal menjemputku.

Generasi Cantik

Pengalamanku di atas harus tersebar pada generasiku dan bahkan jauh sesudahku. Ya, generasi perempuan milenial yang berparas cantik. Generasi cantik ini diharapkan menjadi generasi emas untuk meningkatkan indeks angka kebahagiaan bangsa. Lebih dari itu, generasi cantik mampu meningkatkan produktivitas bangsa. Serius, saya tidak bercanda!

Coba diperhatikan, banyak pemudi generasi cantik yang beraktivitas muamalah, seperti di BukaLapak, dan lainnya. Aktivitas muamalah  mereka menunjukkan kemandirian, keberdayaan, dan kreativitas dalam mempertahankan kedaulatan, kebahagiaan dan produktivitas bangsa.

Generasi cantik tumbuh berkembang bersamaan dengan kecanggihan zaman. Pada zaman serba modern ini, generasi cantik milenial dihadapkan pada tantangan yang beragam. Di satu sisi produktivitas mereka difasilitasi dengan perkembangan modern. Di sisi lain generasi cantik dapat terhambat produktivitasnya lantaran gagal mempertahankan kebugarannya.

Kebugaran dan kesehatan tubuh menjadi faktor penting untuk menggapai kemajuan dan kebermanfaatan. Sayangnya, banyak pemudi generasi cantik lupa dengan hal tersebut. Generasi cantik boleh saja mengikuti gaya modernitas, tapi jangan sampai melampaui batas. 

Air putih dan olahraga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai aktivitas modern dan produk makanan dan minuman yang memanjakan dapat melupakan generasi cantik dari pentingnya berolahraga dan meminum air putih yang banyak. Sebab, generasi perempuan milenial masih akan tetap terlihat dan merasa syantik bila rajin berolahraga dan minum air putih yang banyak. InsyaAllah. Ingat ya, diawali dengan basmalah saat meminumnya agar selalu bernilai ibadah. Aamiin. 😊

0 comments
Labels: , , ,

ASA TIADA BATAS PART 2

Terkadang, saya merasa pesimis terhadap mimpi-mimpiku selama ini. Melihat status facebook teman-temanku yang sudah sukses membuatku iri. Seringkali saya berfikir hidup ini tidak adil padaku.

Teman-temanku yang baru saja menikah, sudah dikaruniai anak, hidupnya mapan bergelimang harta, bisa beli apa saja yang di suka, sehat, punya rumah sendiri, membahagiakan keluarga dan bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Saya ingin seperti mereka yang semua keinginannya terwujud. Aku ingin lulus kuliah, ingin mencapai cita-cita. Aku ingin sekali membahagiakan keluarga dengan mudah dan kunci itu semua adalah uang.

Saya sering sekali mengkhayal, punya uang banyak dan karir yang sukses agar bisa membantu melunasi hutang keluarga, membahagiakan keluarga, membelikan rumah untuk mertua, membelikan sawah untuk ortu, menghajikan mereka, umrah, membantu pasangan-pasangan muda yang kesulitan ekonomi tanpa embel-embel hutang.

Saya bermimpi bisa jalan-jalan ke Jepang, Belanda, Inggris, dan Jerman. Tetapi, saya merasa pesimis. Dan foto-foto teman saya di facebook mengenai traveling mereka membuatku menitikkan air mata. "YA Allah, hamba ingin."

Saya ingin juga mempunyai anak yang banyak, sholih-sholihah, hafidz/hafidzah. Namun, sampai sekarang saja saya belum hamil dan malah terus cek up ke rumah sakit karena divonis sakit Gagal Ginjal Kronis.

Astaghfirulloh...
"Ya Allah, maaf jika hamba pesimis seperti ini."

0 comments
Labels: , ,

ASA TIADA BATAS

Setiap pribadi pasti mempunyai asa, harapan, dan cita-cita masing-masing. Cita-cita yang terus membuat kita bergerak untuk sebuah kemajuan keluarga, agama, nusa dan bangsa.

Orang yang memiliki cita-cita yang kuat pastilah sekuat tenaga akan dikejar sampai dapat dalam genggaman. Walau halang rintang menghadang di hadapan bertubi-tubi.

Setiap rumah tangga juga mempunyai visi-misi ke depan. Visi-misi untuk mewujudkan cita-cita yang tersimpan dalam dada dan fikiran.

Aku dan suamiku pun mempunyainya. Tidak hanya satu tetapi sangat banyak. Salah satunya adalah membentuk masyarakat intelektual, membentuk dan mencetak cendikiawan muslim.

Walaupun terlambat lulus dan sakit yang menggerogoti tubuh, saya berusaha untuk lulus S-1 dan berjanji tidak akan pernah mau berhenti belajar. Belajar apapun untuk bekal saya membentuk impian saya.

Walau tertatih, saya selalu berkata kepada suami agar terus belajar dan melanjutkan kuliah. Saat ini, suami sedang menempuh pendidikan S-2. Yach, meski tertatih dan harus berlinang air mata karena selalu dihina.

Orang-orang terdekat kami justru menjadi penghalang impian kami. Hinaan, cacian, olok-olokan selalu dilemparkan ke telinga kami tiap hari.

Mereka selalu berkata,”Buat apa sekolah tinggi, toh tidak berguna. Hutang menumpuk untuk membayar. Tidak bisa mensejahterakan keluarga.”

Kami sudah kebal dengan kata-kata hinaan itu. Rasa sakit di dada berubah menjadi motivasi. Hinaan, cacian, dan olok-olokan itu berguna sebagai perisai saat kami surut semangat.

Ya memang saya akui, saat ini ilmu yang kami dapat di bangku kuliah belum berguna seutuhnya. Memang kami akui, ilmu yang kami peroleh belum berguna untuk mendatangkan uang berlimpah.

Namun, bukan itu tujuan utama kami dalam menuntut ilmu. Kami ingin jadi insan bermanfaat untuk nusa dan bangsa lewat ilmu, bukan lewat uang.  Bagi kami uang adalah bonus saja dan bukan satu-satunya tujuan utama.

Pemikiran sukses di benak kami dan benak saudara-saudara kami berbeda. Mereka menilai sukses itu hanya sebatas uang, harta, dan tahta. Dalam benak mereka, sukses berarti memiliki rumah mewah, mobil mewah, dan uang berlimpah. Mereka tidak salah. Tetapi, pemikiran sukses di benak mereka dan di benak kami berbeda.

Menurut saya dan suami, sukses itu saat kita bisa menjadi orang yang paling bermanfaat di dunia. Bisa mewujudkan cita-cita dan bermanfaat untuk sesama. Memajukan masyarakat bersama bukan hanya memajukan kantong pribadi.

Ah, kami akan terus mengejar cita-cita itu walau harus berdarah-darah, walau harus terus terluka di dada karena lisan-lisan itu. Kami ingin menjadi pasangan sukses dunia-akhirat. Tidak hanya berorientasi pada dunia saja tetapi orientasi kebermanfaatan karena Allah semata, terutama di bidang pendidikan.

0 comments
Labels: , , ,

Resapan Cinta Hakiki


Cinta. Setiap insan pernah merasakannya. Di dunia ini, setiap detiknya mustahil jika tidak ada orang yang sedang “mencinta”. BOHONG, jika ada orang yang bilang bahwa aku sedang tidak jatuh cinta. Cinta selalu ada di hati makhluk-makhluk-Nya setiap saat, setiap detik, dan setiap hembus nafas. Cinta akan selalu menghantuimu di mana pun dan kapan pun engkau berada. Bukan hanya cinta pada lawan jenis tetapi juga cinta pada keluarga, cinta pada sahabat, cinta tanah air, cinta pada Rasulullah dan cinta kepada cinta pemilik cinta sejati, Allah SWT. Mungkin, di zaman kegalauan ini ada ribuan bahkan jutaan manusia pendamba cinta, tak kecuali diri kita sendiri. Namun, apalah artinya jika cinta hanyalah sebatas cinta nafsu yang menggebu-gebu. Tiadalah gunanya jika kita mengumbar-umbar cinta, lirik sana-lirik sini, senyum lebar lima senti, dandan menor pakai bikini hanya untuk menarik lawan jenis. 

Seorang penyair mengatakan: Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat Atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat Terkadang cinta terhadap sesuatu bisa membuat buta dan tuli. Orang yang sedang dirundung cinta tidak akan melihat sesuatu yang lebih indah dan memikat dari hal-hal atau orang yang dicintainya. Dikisahkan bahwa Azzah pernah menemui Al-Hajjaj. Al-Hajjaj berkata kepada wanita itu, “Wahai Azzah, demi Allah, engkau tidak seperti gambaran yang pernah dikatakan Kutsayyir.” Azzah menimpali, “Wahai Amir, sesungguhnya dia belum pernah melihat diriku dengan mata kepalanya sendiri, seperti engkau melihatku saat ini.” Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang dicintai adalah sesuatu yang paling manis di mata orang yang mencinta. Semua yang buruk menjadi baik. Pahit menjadi manis. Terik menjadi sejuk, begitu seterusnya. Namun, jika cinta diobral kita tidak akan merasakan kenikmatan dan keagunan cinta yang sesungguhnya. Dan sesungguhnya cinta sejati adalah cinta Allah SWT. Cinta yang tidak pernah membohongi, cinta yang tidak pernah menyakiti dan cinta yang abadi. Cinta Allah tidak pernah membutakan mata hati. Ia justru akan selalu menerangi, bagai cahaya yang berlapis-lapis, yang indah, dan mempesona. Cinta Allah tidak membuat tuli. Ia kan selalu membisikkan pada kita kebaikan-kebaikan hingga hati kita akan semakin bercahaya dan berseri. Insha Allah.

0 comments
Labels: ,

Kampanye Membaca Buku



Danang Muchtar Syafi’i
(Mahasiswa Pascasarjana Magister Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Guru MIM Inovatif Gonilan)

Belum lama ini ada fenomena menarik perhatian publik. Fenomena itu adalah, Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kerjanya sempat meluangkan waktunya untuk membeli buku di satu Toko Buku di Maluku City Mall, Kota Ambon (8/2).
Aktivitas berbuku diulangi lagi. Pada Minggu (19/2/2017) siang, Presiden Jokowi mengunjungi toko buku di Mall Senayan City untuk mencari buku yang dirasa pas untuk dibagikan kepada anak-anak karena minat membaca anak-anak Indonesia harus ditingkatkan.
"Tadi di Senayan beli buku Bung Hatta dan Bung Karno, juga buku cerita rakyat Nusantara. Bisa untuk anak-anak waktu kunjungan ke daerah”, tulis Presiden Jokowi lewat akun Twitter-nya@Jokowi, Minggu malam.
Apresiasi tinggi pantas diberikan terhadap manifestasi “kampanye berbuku” tersebut. Maksud kampanye berbuku ialah mendakwahkan budaya membaca kepada khalayak untuk bersama-sama membangun peradaban bangsa melalui budaya literer.
Dalam pembacaan saya sebagai guru, Presiden Jokowi seolah ingin menunjukkan bahwa Gerakan Literasi Sekolah yang tengah digerakkan pemerintah bukanlah sekadar omong kosong, atau pencitraan politik semata tanpa dijalankan.
Fenomena kampanye membaca buku tersebut muncul pada momentum program Gerakan Literasi Sekolah yang digerakkan Mendikbud pada waktu belakangan ini. Artinya, kampanye berbuku telah diniati menjadi program sistemik yang digalakkan pemerintah.
Kampanye berbuku Presiden Jokowi menjadi seruan kepada para guru dan siswa agar gemar membaca buku. Sebab, sekolah tanpa membentuk siswa gemar membaca merupakan suatu kegagalan dalam visi, misi dan tujuannya.
Buku adalah “ruh” pendidikan yang menginspirasi amalan berkemajuan. Dengan aktivitas berbuku, misalnya, maraknya peredaran kabar fitnah dan bohong (hoax) dapat dicegah.
Maka dari itu, kini pemerintah menggarap program kerja gerakan literasi sebagai kebijakan prioritas untuk menumbuhkan nalar kritisisme siswa. Kebijakan yang dinantikan, misalnya, mempertimbangkan usulan adanya hari khusus membaca buku, majalah, dan media berkualitas di sekolah.
  
Inovatif
Ada rasa antusiasme yang muncul dalam menyambut wacana “merayakan” berbuku itu. Saya pikir bukan saya seorang yang akan antusias menjalankannya. Evy Sofia dan Setyaningsih pun pasti juga akan lebih bersemangat merayakan literasi bersama siswa.
Dalam esai keduanya yang dimuat Solopos edisi 8 dan 10 Februari 2017, Evy dan Setyaningsih memperlihatkan eksistensinya sebagai guru yang mengampanyekan program literasi di sekolah dengan agenda inovatif.
Kita optimistis para pendidik bisa berperan menjadi “mata air” peradaban keilmuan apabila senantiasa menggarap kerja inovasi literasi di sekolah. Kerja budaya kreatif menjadi keniscayaan tersendiri dalam menggerakkan budaya literer yang menyenangkan.
Muhidin M. Dahlan (2008) menasihati kepada para pemangku buku, kutu buku, guru dan aktivis buku lainnya untuk tidak memaksa orang gemar membaca buku. Gerakan pemaksaan literer merupakan suatu tindakan yang angkuh dan sombong.
Semangat mendakwahkan gerakan budaya literer jangan sampai melupakan kondisi kebudayaan masyarakat kita yang suka dengan budaya tontonan daripada budaya mendaras buku, apalagi diminta untuk membeli buku.
Rajawali Indonesia Communication bekerjasama dengan Kampung Buku Jogja telah menyelenggarakan Festival MocoSik pada 12 hingga 14 Februari 2017 di Jogja Expo Center, Jogjakarta. MocoSik adalah akronim dari “Moco” (Jawa: baca) dan “Sik” (musik).
Festival bertajuk Membaca Musik, Menyanyikan Buku itu adalah yang pertama digelar dengan menjadikan buku sebagai tiket masuk menonton konser musik. Festival MocoSik merupakan ihwal mendialogkan dua modus budaya kreatif dalam sebuah rekayasa manajemen kegiatan inovatif.
Seperti lembaga dan komunitas literasi di atas, sekolah juga dituntut mengampanyekan budaya literer kepada siswa dengan konsep penyelenggaraan yang inovatif. Dengan begitu, kampanye gerakan literasi punya daya menghibur lantaran hidup dalam kegairahan dan kreativitasnya.
Subtansi esai Evy Sofia yang berjudul Memanjakan Pembaca dan esai Setyaningsih yang berjudul Jangan Jadi Pembaca Manja dapat mendorong guru lainnya untuk berlomba-lomba dalam memajukan sekolah melalui perayaan rutinitas agenda literasi yang inovatif.
Evy Sofia mengusulkan kegiatan literasi sekolah sebaiknya dapat bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah. Dengan suatu kerja sama yang terjalin diharapkan akan menciptakan inovasi kampanye berbuku yang bermutu.
Program Ayo Membaca yang digerakkan Harian Solopos bersama sekolah Soloraya telah menciptakan ide-ide kegiatan yang menarik sehingga para guru dan siswa dapat melakukan agenda membaca media dengan mengasyikkan.
Sementara, inovasi agenda literasi yang dilakukan Setyaningsih termanifestasikan melalui strateginya dalam menyeru siswa berbudaya literer. Hadiah berupa buku diberikan kepada siswa yang tulisannya dinilai paling menarik.
Saya juga pernah melakukan contoh strategi program literasi inovatif di (Ruang Laboratorium Literasi dan Budi Pekerti) sekolah. Teknisnya berupa penggabungan aktivitas menonton film dan membaca buku dengan tema yang berkaitan untuk menghasilkan sebuah hikmah yang menggugah.

Tantangan
Aktivitas inovasi literasi di sekolah sebagai wujud kreativitas para pendidik untuk mengamalkan perintah “Bacalah!”. Namun, berbagai tantangan kekinian akan menguji seberapa tangguh garapan inovasi program literasi sekolah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Internalisasi kesalehan yang dilakukan sekolah jarang –jika tidak boleh disebut kosong– memuat pengamalan literer. Konsentrasi sekolah dalam menerapkan tata nilai budaya sekolah hanya “jalan di tempat” pada internalisasi kesalehan ritual.
Belum lama ini saya mengumpulkan karya ilmiah yang bertemakan internalisasi nilai-nilai keagamaan di sekolah sebagai kajian rencana tesis. Usaha penghayatan dan pelaksanaan kesalehan di sekolah kerap tidak menyertakan kajian keilmuan yang berkemajuan.
Kita jarang melihat sekolah memiliki agenda literasi yang terkoneksi aktif dengan wali siswa. Jadi, janganlah jumawa dulu menyalahkan orangtua dengan mengatakan wali siswa pasif mendidik anak.
Bisa jadi orangtua siswa menyimpan peran yang jauh lebih besar ketimbang sekolah dalam membangun tradisi keilmuan dan kesalehan siswa. Sekolah perlu bertekad untuk mengampanyekan budaya literasi di sekolah dengan menjalin hubungan intensif dengan masyarakat.
Hal demikian diharapkan mampu mengubah pola pikir yang menganggap bahwa nilai-nilai kesalehan hanya salat dan mengaji. Program literasi jarang menjadi rutinitas di sekolah, apalagi menjadikannya sebagai garapan utama.
Sebagai contoh, tren program unggulan yang banyak digarap sejumlah sekolah adalah program tahfizh. Program tahfizh merupakan kegiatan yang sangat bagus, dan mampu memberikan keuntungan yang menarik bagi kehidupan di dunia dan akhirat.
Hanya saja, dan patut disayangkan, program tahfizh sering dimanfaatkan sekolah untuk meraup uang yang berlimpah. Namun, program andalan sekolah itu minus khasiat berkemajuan lantaran tidak diimbangi dengan budaya literasi yang memadai.
Aktivitas literer dianggap bukan pekerjaan penting dan diyakini tidak mampu menghasilkan keuntungan. Fokus amalan sekolah hanyalah salat, salawat, tahfizh dan zikir bersama.
Aktivitas literasi memang tidak (banyak) menghasilkan keuntungan materi, tetapi berkhasiat menguatkan kesalehan ritual sekaligus sosial bagi guru dan siswa, serta mampu menentukan arah kemajuan sekolah.
Presiden Jokowi telah melakukan kampanye berbuku, bahkan saya menduga akan terus dilakukannya lagi, dan lagi. Tidak penting mempersoalkan tujuannya. Yang jelas saya iri, dan ingin ikut-ikutan rajin membeli buku.
Selanjutnya, kerja mengampanyekan buku dengan program literasi di sekolah akan menjadi rutinitas pekerjaan yang ingin saya lakukan selain mengajar hafalan Al-Qur’an. Insyaallah.















0 comments
Labels: , ,

Dengan Al-Qur’an Aku Bertransaksi

(Novitasari Mustaqimatul Haliyah)

Wahai orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui (As-Saff:10-11).
Salah satu usaha pemenuhan kebutuhan manusia adalah dengan perdagangan. Menurut KBBI, Perdagangan itu berhubungan dengan perniagaan, sedangkan perniagaan berhubungan erat dengan kegiatan jual beli, berarti ada penjual dan pembeli. Pembeli harus mempunyai uang sebagai alat transaksi. Tetapi transaksi dengan Allah tidak hanya menggunakan uang atau harta tetapi bisa menggunakan jiwa seperti dalam QS. As-Saff:10-11 di atas.
Ustadzah Ishmah Mufadhilah namanya, beliau merupakan seorang hafidzah. Saat ini sedang memulai berbisnis dengan alat transaksi Al-Qur’an. Beliau beserta suami dan rekan-rekannya mendirikan pondok tahsin dan tahfidz khusus muslimah Griya Qur’an Al-Husnayain. Pondok tersebut bertempat di jalan Gunung Kawi  No. 38   Rt.01/11 (Bonoloyo)  Kadipiro,  Banjarsari, Surakarta  Jawa Tengah.
“Saya sangat menyukai dunia Al-Qur’an dan saya harus bersama Al-Qur’an. Maka dari itu saya bersama suami dan rekan-rekan mendirikan pondok tahsin dan tahfidz khusus muslimah ini. Ini kami sebut dengan bisnis yang sangat menggiurkan dan sangat menguntungkan. Semua fasilitas seperti asrama dan pendidikan sama sekali tidak dipungut biaya karena kami bertransaksi dengan Allah bukan menggunakan uang tapi menggunakan tenaga kami dan menggunakan Al-Qur’an. Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. Dan ini merupakan sebuah amal jariah yang pahalanya tiada putus, Insya’allah,” papar Ustadzah Ishmah kapada kami dengan penuh semangat.
Ya, memang tidak perlu menggunakan uang dalam bertransaksi dengan Allah. Allah tidak membutuhkan uang kita, tetapi Allah selalu menginginkan kita untuk senantiasa berjalan dalam tuntunan-Nya, sesuai Al-Quran dan Al-hadits. Keluarga ustadzah Ishmah itu merupakan salah satu contoh keluarga yang melakukan sebuah transaksi yang sangat menarik, tidak hanya memikirkan masalah keduniawian tetapi juga masalah berkenaan dengan kehidupan setelahnya.
Bayangkan jika setiap satu huruf Al-Qur’an itu mengandung paling sedikitnya dua kebaikan berapa kebaikan yang akan kita peroleh ketika kita membaca dan mengajarkannya? Transaksi ini seperti MLM (Sistem Level Marketing). Tetapi memang sejatinya agak berbeda dengan MLM sesungguhnya. Dalam MLM uang akan selalu mengalir pada kita meski kita tidak bekerja karena kita mempunyai bawahan dan bawahan kita mendapatkan orang terus-menerus. Seperti itu juga sistem MLM amal dalam mengajarkan Al-Qur’an. Bukankah setiap huruf dalam Al-Quran mendapatkan kebaikan dan bisa dilipat gandakan sampai sepuluh kali bahkan sampai tujuh ratus kali, dan amalan ini adalah merupakan ilmu yang bermanfaat serta amal jariah. Pahalanya akan terus mengalir selagi ilmu itu masih terus digunakan.
Menarik bukan, bertransaksi dengan Allah dengan sistem seperti ini? Seperti yang dijanjikan Allah dalam firmanNya As-Saff bahwa perdagangan yang dapat menyelamatkan kita adalah perdagangan dengan harta dan jiwa kita, berjihad di JalanNya. Waallahu ‘alam.


0 comments
Labels: , , , ,

Ramadhan dan Qur'an

Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak, puasa berkata, “Rabbku! Aku menahannya dari makanan dan minuman pada siang hari, “ dan Al-Qur’an berkata, “Aku menahannya dari tidur pada malam hari maka izinkanlah kami jadi syafaat untuknya.” (HR. Ahmad:2/174)
Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi setiap muslim, bulan yang selalu di nanti-nanti. Namun, jangan hanya sekedar di nanti-nanti kedatangannya lantas disia-siakan begitu saja tanpa ada aktivitas bermakna di dalamnya. Ramadhan tidak sekedar agenda puasa menahan dahaga dan lapar saja, tetapi di dalamnya harus diisi dengan ibadah-ibadah yang lainnya, seperti tilawatil Qur’an.
Puasa itu membawa pelaksananya pada ketakwaan seperti yang telah difirmankan-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 183, yang artinya, “ Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” Orang yang takwa pastilah memahami makna surga dan neraka maka dapat mengejar kebaikan dan meninggalkan keburukan. Alangkah baiknya di bulan Ramadhan nan berkah ini, kita mempunyai target dalam membaca Al-Qur’an. 

Sahabat  Nabi dan Salafus salih ketika ramadhan mereka selalu bercumbu mesra dengan Al-Qur’an. Imam Malik contohnya, pada saat Ramadhan, keinginannya hanya satu, yaitu Al-Qur’an. Imam Syafi’i, tiap dua hari sekali mengkhatamkan Al-Qur’an. Tidak hanya sekedar membaca Al-Qur’an tetapi mereka pun memahami arti dan maknanya juga menghafalkannya. Subhanallah, itulah teladan yang harus kita contoh.

Di negeri para nabi sana, di bulan ramadhan orang-orang selalu berada dekat dengan Al-Qur’an. Tangannya selalu menggenggam Al-Qur’an di manapun mereka berada, di dalam bus, di halte, di rumah, di masjid, kantor. Mereka membaca Al-Qur’an dengan khidmat dan khusyuk meski di dalam keramaian. Masya’allah, lagi-lagi kita mendapat tauladan yang baik yang harus kita contoh. Semoga kita diistiqomahkan dalam beribadah kepada-Nya, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi di bulan-bulan selanjutnya.

0 comments
Labels: ,

Investasi Ilmu


Hal yang pertama kali muncul dibenak kita berkaitan dengan investasi adalah UANG atau HARTA (Emas, Tanah, Berlian, dan sebagainya). Pernahkah kita berpikir tentang investasi ilmu???

Menurut saya, ilmu merupakan investasi yang sangat luar biasa besar manfaatnya. Kalau berbicara investasi uang atau harta kekayaan, pasti kita juga akan membahas tentang untung dan rugi. Namun, ketika kita berbicara ilmu sebagai investasi, kita hanya akan membahas tentang keuntungan, keuntungan, dan lagi-lagi tentang keuntungan.

“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh keberuntungan yang banyak.” (HR. Abu Dawud)

Kawan, beruntunglah kalian yang bisa berinvestasi dengan ilmu. Seberapa mahal pun harga sebuah ilmu, orangtua kalian rela membanting tulang agar bisa membiayai kalian dan agar kalian menjadi orang-orang berilmu. Mereka sadar, karena ilmu adalah PENTING. Ilmu merupakan salah satu bagian dari tiga amalan yang tidak akan pernah putus sampai kita mati.

Bahkan Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu beberapa derajat seperti dalam firman-Nya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ; Berdirilah ! ", maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang~rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan Allah dengan apapun yang kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui." (QS.Al Mujadalah:11)

Ilmu akan selalu memberikan kemaslahatan bagi diri sendiri, keluarga, agama dan bangsa. Dengan ilmu, atas izin Allah kita akan mendapatkan segalanya.

Orang yang berilmu yang akan mendapatkan seluruh kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka menjadi penting ketika kita harus berinvestasi dengan ilmu mulai dari sekarang. Tidak hanya ilmu dunia tetapi juga ilmu akhirat. Kebanyakan dari kita terlalu bangga dengan ilmu-ilmu keduniawian hingga meremehkan ilmu-ilmu keakhiratan, ada juga yang terlalu bangga dengan ilmu-ilmu keakhiratan dan melalaikan ilmu keduniawian. Padahal kedua-duanya amatlah penting.

Hadits Riwayat Muslim  
”Barang siapa ingin meraih dunia, maka raihlah dengan ilmu. Barang siapa ingin meraih akhirat maka raihlah dengan ilmu. Barang siapa ingin meraih keduanya maka raihlah dengan ilmu.”

Allah pun akan memudahkan jalan menuju surga bagi orang-orang yang berilmu.

Hadits Riwayat Muslim   
”Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

Tapi terkadang sangat disayangkan, mereka yang berkesempatan luas mendapatkan ilmu malah tanpa sadar ditolak mentah-mentah. Mereka hanya mengejar IP atau nilai dan mengabaikan sebuah proses. Astaghfirulloh. Segala macam cara dilakukan untuk mendapatkan sebuah ijazah bernilai bagus nan mentereng, mendapat gelar namun tidak memahami ilmu-ilmu itu dengan baik. 

Yuk, saatnya ubah pikiran kita tentang investasi. Investasi tidak perlu bermodalkan uang kok, cukup dengan ilmu, ilmu bisa diperoleh di mana saja dan kapan saja kan?

Bisa juga lihat di sini! 

0 comments
Labels:

KUNCI KUASAI DUNIA


Sebuah obsesi yang sangat tinggi dari seseorang, yaitu  MENJADI ORANG YANG BERKUASA. Dengan menjadi orang yang berkuasa kita mampu mendapatkan apa yang kita inginkan dengan mudah. Namun terkadang kita lalai dan tidak tahu apa kunci untuk menguasai dunia itu. Padahal kunci itu bertebaran di depan kita di setiap saat, kita tidak sadar akan hal itu. Ternyata kita belum bisa menemukan kunci itu yang telah Allah bocorkan kepada kita sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Allah pun telah mengabadikan berita itu dalam kalam-Nya yang suci, Al-Qur’an Al-Karim.
Iqra’!”
“Bacalah!”         
Ini adalah sebuah kunci yang Allah kabarkan kepada makhluk-Nya untuk menguasai dunia. Ya, dengan membaca berarti kita telah memahami sesuatu. Kita juga diwajibkan untuk menuliskannya, menuliskan apa yang kita ketahui untuk kita ajarkan kepada sesama. Mengapa membaca dan menulis itu menjadi penting dan menjadi kunci untuk menguasai dunia? Hal ini telah terbukti dan dibuktikan sendiri oleh Rasulullah teladan kita, hingga beliau menjadi orang nomor satu yang berpengaruh di dunia di sepanjang zaman.
Rasulullah pun pernah mengajarkan pada sahabat-sahabatnya, beliau bersabda dalam sebuah hadits, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat!”
Makna hadits ini menyuruh kita untuk menyampaikan ilmu yang telah kita pelajari, meski hanya sedikit. Ya, dengan menuliskannya dan menyampaikan apa yang telah kita ungkapkan dalam tulisan kita maka kita bisa menguasai dunia.
Kita bisa menggunakan berbagai media massa untuk menyampaikan ilmu yang telah kita pelajari. Bisa lewat media massa cetak, seperti koran, majalah, atau buletin juga bisa menggunakan media massa elektronik seperti internet, atau bahkan lewat handphone mungil kita yang setiap hari kita pegang.
Media massa bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyebarluaskan ilmu atau pengetahuan yang kita miliki. Lewat media massa kita bisa berdakwah, dakwah tidak melulu berdiri di atas mimbar, bukan? Lewat media massa kita bisa menguasai opini publik. Ya, menguasai opini publik sama saja menguasai dunia. Ketika opini bisa dikuasai maka kita bisa mengendalikannya sesuai kemauan kita, bukan? Kita tidak lagi menjadi aktor atau aktris tetapi kita sudah menjadi seorang sutradara, yang mengendalikan jalannya cerita.
Dengan menjadi sutradara kehidupan, kita juga akan bisa menegakkan dinul Islam. Nama Islam yang dilecehkan dan dikotori oleh musuh-musuh Allah bisa kita bersihkan kembali lewat media massa.
Tanpa sadar, karena pengaruh media massa yang kini dikuasai oleh kaum-kaum kapitalis dan musuh-musuh Allah, orang Islam sendiri menjelek-jelekkan Islam. Menganggap orang yang berpenampilan Islami, seperti berjenggot dan bercelana cingkrang, berjilbab lebar dan bercadar, atau yang mempunyai buku tentang jihad dianggap sebagai TERORIS.
TERORIS, kawanku.
Sebuah tanparan yang sangat kasar mendarat di pipiku. Sebuah peluru yang jitu menancap di dadaku. SAKIT!
Apakah kita diam saja menyaksikan kenyataan pahit ini? Mulai dari anak Rohis  dianggap sebagai cikal bakal teroris, pondok-pondok pesantren dicurigai, dan kegiatan-kegiatan Islam diintai terus menerus, hingga orang-orang tua melarang anak-anaknya mengikuti kegiatan-kegiatan Islam, melarang membaca buku tentang Islam. Apakah kita hanya diam saja? Membisu, kaku? Hanya itu?
Apakah kalian tidak marah agama kalian dilecehkan seperti ini? Apakah hanya berdiam diri kita bisa mengubah segalanya?
Kawanku, sebuah tulisan bukanlah segalanya, tetapi sebuah tulisan mampu mengubah dunia. Sebuah tulisan bisa membuat kita menguasai dunia.
Jangan biarkan dunia dikuasai oleh musuh-musuh Allah! Bergeraklah mulai sekarang! Kalau belum mampu memberikan kontribusi di dunia perbukuan, atau media massa cetak, kita bisa menggunakan media massa elektronik, menggunakan handphone kita, menggunakan facebook, blog atau situs jejaring sosial yang lain. Saling memberi tausiyah, saling mengingatkan dan sebagainya, insya’allah hal itu akan mendatangkan ridho dan pahala dari-Nya.

2 comments
Labels:

KUNCI KUASAI DUNIA


Sebuah obsesi yang sangat tinggi dari seseorang, yaitu  MENJADI ORANG YANG BERKUASA. Dengan menjadi orang yang berkuasa kita mampu mendapatkan apa yang kita inginkan dengan mudah. Namun terkadang kita lalai dan tidak tahu apa kunci untuk menguasai dunia itu. Padahal kunci itu bertebaran di depan kita di setiap saat, kita tidak sadar akan hal itu. Ternyata kita belum bisa menemukan kunci itu yang telah Allah bocorkan kepada kita sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Allah pun telah mengabadikan berita itu dalam kalam-Nya yang suci, Al-Qur’an Al-Karim.
Iqra’!”
“Bacalah!”         
Ini adalah sebuah kunci yang Allah kabarkan kepada makhluk-Nya untuk menguasai dunia. Ya, dengan membaca berarti kita telah memahami sesuatu. Kita juga diwajibkan untuk menuliskannya, menuliskan apa yang kita ketahui untuk kita ajarkan kepada sesama. Mengapa membaca dan menulis itu menjadi penting dan menjadi kunci untuk menguasai dunia? Hal ini telah terbukti dan dibuktikan sendiri oleh Rasulullah teladan kita, hingga beliau menjadi orang nomor satu yang berpengaruh di dunia di sepanjang zaman.
Rasulullah pun pernah mengajarkan pada sahabat-sahabatnya, beliau bersabda dalam sebuah hadits, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat!”
Makna hadits ini menyuruh kita untuk menyampaikan ilmu yang telah kita pelajari, meski hanya sedikit. Ya, dengan menuliskannya dan menyampaikan apa yang telah kita ungkapkan dalam tulisan kita maka kita bisa menguasai dunia.
Kita bisa menggunakan berbagai media massa untuk menyampaikan ilmu yang telah kita pelajari. Bisa lewat media massa cetak, seperti koran, majalah, atau buletin juga bisa menggunakan media massa elektronik seperti internet, atau bahkan lewat handphone mungil kita yang setiap hari kita pegang.
Media massa bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyebarluaskan ilmu atau pengetahuan yang kita miliki. Lewat media massa kita bisa berdakwah, dakwah tidak melulu berdiri di atas mimbar, bukan? Lewat media massa kita bisa menguasai opini publik. Ya, menguasai opini publik sama saja menguasai dunia. Ketika opini bisa dikuasai maka kita bisa mengendalikannya sesuai kemauan kita, bukan? Kita tidak lagi menjadi aktor atau aktris tetapi kita sudah menjadi seorang sutradara, yang mengendalikan jalannya cerita.
Dengan menjadi sutradara kehidupan, kita juga akan bisa menegakkan dinul Islam. Nama Islam yang dilecehkan dan dikotori oleh musuh-musuh Allah bisa kita bersihkan kembali lewat media massa.
Tanpa sadar, karena pengaruh media massa yang kini dikuasai oleh kaum-kaum kapitalis dan musuh-musuh Allah, orang Islam sendiri menjelek-jelekkan Islam. Menganggap orang yang berpenampilan Islami, seperti berjenggot dan bercelana cingkrang, berjilbab lebar dan bercadar, atau yang mempunyai buku tentang jihad dianggap sebagai TERORIS.
TERORIS, kawanku.
Sebuah tanparan yang sangat kasar mendarat di pipiku. Sebuah peluru yang jitu menancap di dadaku. SAKIT!
Apakah kita diam saja menyaksikan kenyataan pahit ini? Mulai dari anak Rohis  dianggap sebagai cikal bakal teroris, pondok-pondok pesantren dicurigai, dan kegiatan-kegiatan Islam diintai terus menerus, hingga orang-orang tua melarang anak-anaknya mengikuti kegiatan-kegiatan Islam, melarang membaca buku tentang Islam. Apakah kita hanya diam saja? Membisu, kaku? Hanya itu?
Apakah kalian tidak marah agama kalian dilecehkan seperti ini? Apakah hanya berdiam diri kita bisa mengubah segalanya?
Kawanku, sebuah tulisan bukanlah segalanya, tetapi sebuah tulisan mampu mengubah dunia. Sebuah tulisan bisa membuat kita menguasai dunia.
Jangan biarkan dunia dikuasai oleh musuh-musuh Allah! Bergeraklah mulai sekarang! Kalau belum mampu memberikan kontribusi di dunia perbukuan, atau media massa cetak, kita bisa menggunakan media massa elektronik, menggunakan handphone kita, menggunakan facebook, blog atau situs jejaring sosial yang lain. Saling memberi tausiyah, saling mengingatkan dan sebagainya, insya’allah hal itu akan mendatangkan ridho dan pahala dari-Nya.

0 comments
Labels:

Liburan Saatnya Rubuhkan Tantangan!

Bangun Boys!
Banguan Girls!

Liburan bukannya saat untuk berpangku tangan dan bermalas-malasan.
Ranjang memang empuk dan enak. Tapi, percayalah jalanan dan medan pertempuran jauh lebih menyenangkan.
Jalanan dan medan pertempuran adalah sebuah kenyataan, bukan seperti ranjang yang hanya mampu memberi mimpi dengan kenyamanan.

Berbicara soal mimpi, ranjang memang ahlinya. Tapi, boys-girls, jangan biarkan mimpi hanya tinggal mimpi. Jangan biarkan kau dilenakan oleh kenyamanan tanpa perjuangan.

Satu sifat manusia yang membahayakan, yaitu kepalanya di penuhi dengan angan-angan. Namun apakah kau mau angan-angan hanya akan menjadi khayalan saja? Cukupkah? Apakah kau bisa hidup hanya dengan bualan?

Boys-Girls,
Kadang angan hanyalah sebuah bualan
Kadang hanya sebuah fatamorgana semata
Semakin kau dekati, semakin fana bukan?

Come on, bangkit!
Rajut mimpi menjadi sebuah kenyataan, meski liburan kita harusnya bukan banyak hiburan tapi harus mencoba banyak tantangan dan berusaha merubuhkannya.

Banyak hal yang harus kita lakukan.
Birul walidain bagi anak rantauan.
Bagi anak rumahan?
Waktunya berkarya dan memperluas wawasan, meeeen.

Siap???

2 comments
Labels: , ,

Tahsin dan Tahfidz Al-Husnayain

Muqadimah

Segala puji bagi Allah yang telah mengangkat derajat ahlul Qur’an di dunia dan akhirat. Sholawat dan salam kami sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya sampai hari kiamat.
Membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan suatu kewajiban yang mengikat bagi setiap muslim. Sebagaimana firman Allah :

Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Muzammil : 4)

Dan ini sangat dicintai oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يُقْرَاَ اْلقُرْآنَ كَمَا اُنْزِلَ

 “Sesungguhnya Allah menyukai Al-Qur’an dibaca sebagaimana  ia diturunkan” (HR. As Sijzi dari Zaid bin Tsabit Ra, Syaikh Al Bani mendhaifkan hadits ini dalam dha’if jami’ ash shaghiir hadits nomor  3642)

Al-Qur’an diwahyukan Allah melalui Jibril ‘alahisalam kepada Rasulullah SAW dengan bacaaan yang tartil. Begitu juga  Rasulullah SAW membaca dan mengajarkan kepada sahabatnya dengan bacaan yang tartil. Para sahabat  Rasul  membaca dan  mengajarkan kepada para tabi’in juga dengan bacaan yang tartil , begitu seterusnya.
Membaca Al-Qur’an dengan bagus memungkinkan seseorang mengajarkan al-Qur’an kepada orang lain, karena kegiatan semacam ini  merupakan sebaik-baik kegiatan.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”

Demikian juga perlu dipahami hadits berikut :

المَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ اْلكِرَامِ اْلبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَاُ اْلقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ فَلَهُ أجْرَانِ  (رواه البخاري  و أبو داود)

“Orang yang ahli dalam Al-Qur’an bersama dengan para malaikat pencatat yang mulia dan lagi taat, dan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an dan susah payah mempelajarinya maka baginya pahala dua kali lipat”.

Hadits tersebut menjelaskan kedudukan orang yang bagus bacaan Al-Qur’an nya, oleh para ulama ditambahkan penjelasannya, bahwa ukuran mahir (ahli) selain bagus bacaannya maka dia harus hafal, faham dan mengamalkan isi kandungannya.
            Menghafal  Al-Qur’an merupakan kebutuhan ummat sepanjang zaman. Sebuah masyarakat tanpa penghafal Al-Qur’an akan sepi dari suasana Al-Qur’an yang semarak. Pada zaman Rasulullah SAW penghafal Al-Qur’an mendapatkan kedudukan khusus sampai ketika mereka mendapatkan syuhada.
Para ulama mengkatagorikan bahwa menghafal Al-Qur’an sebagai kewajiban kifayah (yang secara etimologi berarti cukup). Maka apabila dikaitkan persoalan tersebut dengan melihat kondisi ummat Islam khususnya Indonesia jumlah penghafal Al-Qur’an masih tergolong jauh dari cukup. Dengan demikian perlu menggalakkan pendirian lembaga-lembaga Al-Qur’an yang mampu menyajikan pengajaran Al-Qur’an secara Integral, dan ditangani secara Profesional.
Disamping itu masyarakat hendaknya memotivasi secara terus menerus kepada mereka yang memiliki  bakat dan semangat kuat untuk menjadi Hafidzul Qur’an seperti dalam bentuk  beasiswa, hadiah-hadiah dan lain-lain.

Visi
            Terbentuknya Generasi Qur’ani.

Misi 
-          Menanamkan rasa cinta membaca Al-Qur’an kepada masyarakat muslim.
-          Mengakrabkan masyarakat muslim terhadap Al-Qur’an.
-          Memotifasi secara intens dan memfasilitasi terhadap masyarakat muslim yang memiliki semangat dan bakat yang kuat untuk menjadi hafidzul Qur’an.
-          Mencetak kader da’i  yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan siap berjuang untuk Al-Qur’an.
-          Membentuk  kesadaran secara merata  ditengah-tengah masyarakat, mulai dari kalangan bawah, menengah sampai kalangan atas, bahwa Al-Qur’an adalah manhajul hayah (pedoman hidup) yang dapat menyelamatkan hidupnya.

Nama Program
            Griya Qur’an “al Husnayain”
Program Griya Qur’an al Husnayain adalah merupakan sebuah program pengkaderan generasi Qur’ani yang diwujudkan dalam bentuk lembaga pendidikan al Qur’an secara professional. Dimana lembaga pendidikan al Husnayain tidak berada dibawah organisasi atau kelompok tertentu dan tidak berafiliasi pada golongan atau jama’ah tertentu.

Bentuk Program
1.      Program Tahsin tilawah Al-Qur’an
2.      Program Tahfidzul Qur’an (tanpa mondok, dengan mondok part time dan dengan mondok full time)
3.      Program Tafsirul Qur’an  (sebagai penunjang program tahfidz)
4.      Pelatihan tenaga pengajar Al-Qur’an secara Profesional.

Keterangan : 

NO
BENTUK PROGRAM
RENCANA PEMBELAJARAN
1
Tahsin tilawah Al-Qur’an
3 Bulan – 6 Bulan
2.a
Tahfidzul Qur’an (tanpa mondok)
3 Tahun
2.b
Tahfidzul Qur’an mondok part time
2 Tahun
2.c
Tahfidzul Qur’an mondok full time
1 Tahun
3
Tafsirul Qur’an
1 pekan sekali
4
Pelatihan tenaga pengajar Al-Qur’an secara Profesional
Insidental

Keterangan rencana pembelajaran :
1.      Program tahsin
-          Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan selama 3-6 bulan
-          Masuk tiga (3) kali dalam sepekan dengan model pembelajaran penguasaan teori dan praktek tahsin tilawah.
2.      Program tahfidz
a.      Tahfidz tanpa mondok
-          Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan selama 3 Tahun, maksimal 4 tahun.
-          Masuk 3 kali dalam sepekan.
b.      Tahfidz  mondok part time
-          Maksudnya peserta griya qur’an (santri) tinggal diasrama griya qur’an wajib mengikuti kegiatan yang dilaksanakan griya qur’an tetapi mereka belajar (sekolah/kuliah), bekerja diluar asrama.
-          Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan selama 2 Tahun, maksimal 3 tahun.
-          Masuk setiap hari kecuali hari  libur.
c.       Tahfidz  mondok full  time
-          Maksudnya peserta griya qur’an (santri) yang sepenuhnya tinggal diasrama griya qur’an atau pondok al Husnayain dan wajib mengikuti kegiatan yang dilaksanakan griya qur’an.  
-          Peserta (santri) adalah mereka yang telah lulus seleksi untuk mengikuti program tahfidz full time.
-          Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan selama 1 Tahun, maksimal 1,5  tahun.
-          Masuk setiap hari kecuali hari  libur.

Peserta Program
Remaja putri dan ibu-ibu muslimah

Sasaran program
-          Siswi SMA/sederajat di Surakarta
-          Mahasiswi perguruan tinggi di Surakarta
-          Ibu-ibu muslimah
-          Remaja putri  minimal lulus SMA/sederajat

Waktu Pelaksanaan Program
Kegiatan program-program griya Qur’an al Husnayain dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik griya Qur’an  sedangkan  jadwal program tahsin, dan tahfidz tanpa mondok pelaksanaannya berdasarkan jadwal yang sudah disepakati oleh pihak pengampu dan peserta.

Tempat Kegiatan Program
            Griya Qur’an al Husnayain Center
Jl  Gunung Kawi  No. 38   Rt.01/11 (Bonoloyo)  Kadipiro,  Banjarsari, Surakarta  Jawa Tengah.

0 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters