Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Labels: , ,

PENDIDIKAN EMPATI ERA DIGITAL


Konten ini juga menyampaikan pendidikan berkemajuan dari sumber Al-Qur'an, hadis, kitab, manuskrip, koran, arsip dan lain-lain. Salah satu tujuannya adalah menjaga "budaya membaca" pada platform "budaya menonton" ini sehingga spirit Iqra' tetap ada dalam masyarakat kita. #BudayaMembaca #Solopos

0 comments
Labels: ,

Hi Beauty Generation, Drink Lots of Water Before it is Prohibited!

By: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
Written on December 28, 2018


Diary Book
(A month after writing this article the patient died on Friday, January 17, 2019. 
May heaven "firdaus" be for her. Aamiin)

Today I am hospitalized again. Don’t know how many times I got hospitalized. Now my activity is not skillful as before, but I am still beautiful.

After being tested by Merciful God with chronic kidney failure, I became a stronger woman in facing His test. Although not nimble anymore, but I am still beautiful. Even more beautiful and elegant, my husband said.

I am grateful to have a husband who is very patient in accepting me as I am. In fact, he remains a lover who likes to take me for a walk. Especially asking me to watch a movie in cinema which full of education.

He works as elementary teacher, and I am graduate of literature of a state campus in Surakarta. So it is not surprising that we have the same preference, which is to observe the film and discuss its advantages and disadvantages.

My life is still beautiful, even though I have to undergo dialysis twice a week. Routine dialysis does not make me tired and lose, let alone give up. It's just, I regret not being able to drink much anymore, including drinking lots of water.

When I was young and not experiencing kidney failure disease yet, I like to drink water. Especially after doing sport, I can drink two liters of water. Plus, one bottle of water that I always take to everywhere everyday.

Unfortunately, today I can’t to drink lots of water. If I break it, I will be asphyxiated as it is now because my stomach and chest are full of water that cannot be "accepted" by my damaged kidney.

The damage in my kidney is caused by in the past, I used to try bottle drinks besides water which is said able to restore stamina after doing exercise and activity. After trying it, I was addicted to drink it everyday.

The peak of my addiction was when I was taking extra lessons for one year for Final Examination high school success until returning before sunset. I did not know that these drinks should not be consumed regularly.

At that time, I seemed to "forget" the water that actually has proven to make me tough, nimble, fit and hold pretty. Pure water or mineral water gives me many benefits, but I am tempted by drinks that are packaged and advertised on television very interestingly.

I should have kept pure water as my main drink. However, everything has happened. I can't regret it too much. I have to continue to feel beautiful until my death.

Beautiful Generation

My experience above must spread to my generation and even long after me. Yes, a generation of millennial women who are beautiful. This beautiful generation is expected to become the golden generation to increase the nation's happiness index. More than that, the beautiful generation can increase the productivity of the nation. Seriously, I'm not kidding!

Let’s see, many beautiful generations of young women doing buying and selling activities in Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, Lazada, etc. Their activities contain independence and creativity in maintaining the happiness and productivity of the nation in various fields.

Beautiful generation grows together with the sophisticated era. In this modern era, millennial beautiful generation faced with various challenge. From productivity side, they are facilitated with modern development. In another side, beautiful generation can be hampered by productivity because they fail to maintain fitness.

Fitness and body health are important factors to achieve progress and usefulness. Unfortunately, many beautiful generation girls forget about this. The beautiful generation may follow the style of modernity, but don't go beyond the limits.

Water and sports must be the main concern. Do not let modern activities and pampering food and beverage products forget the beautiful generation of the importance of exercising and drinking lots of water. Because, a generation of millennial women will still look and feel beautiful when diligently exercising and drinking lots of water.

0 comments
Labels: , , ,

Beauty: Wahai Generasi Cantik, Minumlah Air Putih yang Banyak Sebelum Dilarang!



Beauty: Wahai Generasi Cantik, Minumlah Air Putih yang Banyak Sebelum Dilarang!  

Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
(Sebulan setelahnya, Jum'at, 17 Januari 2019 Allahuyarhamah meninggal dunia)

Hari ini aku menjalani rawat inap lagi. Entah sudah ke berapa kali aku masuk rumah sakit. Kini aktivitasku tidak gesit seperti dahulu, tetapi aku masih saja cantik.

Setelah diuji Tuhan Yang Maha Pengasih dengan sakit gagal ginjal kronis, justru aku menjadi wanita yang semakin tangguh dalam menghadapi ujian-Nya. Meski tidak gesit lagi, tapi aku masih cantik. Anggun dan cantik sekali malah, begitu kata suamiku.

Aku bersyukur memiliki suami yang sangat sabar menerimaku apa adanya. Bahkan, ia tetap menjadi kekasih yang suka mengajakku jalan-jalan. Terutama mengajakku menonton film di bioskop yang sarat pendidikan.

Ia berprofesi sebagai guru SD, dan aku lulusan sastra di salah satu kampus negeri Surakarta. Jadi tidak heran apabila kami punya kesukaan yang sama, yakni mendaras film dan mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya.

Hidupku tetap indah, meski dua kali sepekan harus menjalani cuci darah. Rutinitas cuci darah tak membuatku lelah dan kalah, apalagi menyerah pasrah. Hanya saja, aku menyesal tak mampu lagi minum banyak, termasuk banyak minum air putih.

Saat masih remaja dan belum mengalami penyakit gagal ginjal, aku suka sekali dan rajin minum air putih. Terutama setelah berolahraga, aku bisa menghabiskan air putih sebanyak dua liter. Belum ditambah satu botol lagi yang selalu aku bawa kemana-mana setiap harinya.

Sayang, hari ini aku tak boleh lagi minum banyak air putih. Bila melanggarnya aku akan sesak napas seperti saat ini karena perut dan dadaku penuh air yang tidak bisa "diterima" oleh ginjalku yang sudah rusak.

Kerusakan pada ginjalku disebabkan karena dahulu aku mencoba minuman kemasan selain air putih yang katanya dapat mengembalikan stamina setelah berolahraga dan beraktivitas. Setelah mencobanya aku kecanduan sampai setiap hari minum minuman itu. 

Puncak kecanduannya pada saat aku menjalani les tambahan selama satu tahun untuk sukses UN SMA hingga pulang menjelang magrib. Aku tidak tahu ternyata minuman-minuman tersebut tidak boleh dikonsumsi secara rutin. 

Pada saat itu aku seolah “melupakan” air putih yang sebenarnya sudah terbukti membuat diriku tangguh, gesit, bugar dan tahan cantik. Air putih atau air mineral memberi banyak manfaat kepadaku, tetapi aku tergoda dengan minuman yang dikemas dan diiklankan di televisi dengan sangat menarik.

Seharusnya dahulu aku tetap menjadikan air putih sebagai minuman utamaku. Namun begitu, semua sudah terjadi. Tak boleh terlalu menyesali itu. Aku harus terus merasa cantik hingga ajal menjemputku.

Generasi Cantik

Pengalamanku di atas harus tersebar pada generasiku dan bahkan jauh sesudahku. Ya, generasi perempuan milenial yang berparas cantik. Generasi cantik ini diharapkan menjadi generasi emas untuk meningkatkan indeks angka kebahagiaan bangsa. Lebih dari itu, generasi cantik mampu meningkatkan produktivitas bangsa. Serius, saya tidak bercanda!

Coba diperhatikan, banyak pemudi generasi cantik yang beraktivitas muamalah, seperti di BukaLapak, dan lainnya. Aktivitas muamalah  mereka menunjukkan kemandirian, keberdayaan, dan kreativitas dalam mempertahankan kedaulatan, kebahagiaan dan produktivitas bangsa.

Generasi cantik tumbuh berkembang bersamaan dengan kecanggihan zaman. Pada zaman serba modern ini, generasi cantik milenial dihadapkan pada tantangan yang beragam. Di satu sisi produktivitas mereka difasilitasi dengan perkembangan modern. Di sisi lain generasi cantik dapat terhambat produktivitasnya lantaran gagal mempertahankan kebugarannya.

Kebugaran dan kesehatan tubuh menjadi faktor penting untuk menggapai kemajuan dan kebermanfaatan. Sayangnya, banyak pemudi generasi cantik lupa dengan hal tersebut. Generasi cantik boleh saja mengikuti gaya modernitas, tapi jangan sampai melampaui batas. 

Air putih dan olahraga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai aktivitas modern dan produk makanan dan minuman yang memanjakan dapat melupakan generasi cantik dari pentingnya berolahraga dan meminum air putih yang banyak. Sebab, generasi perempuan milenial masih akan tetap terlihat dan merasa syantik bila rajin berolahraga dan minum air putih yang banyak. InsyaAllah. Ingat ya, diawali dengan basmalah saat meminumnya agar selalu bernilai ibadah. Aamiin. 😊

0 comments
Labels: , , ,

ASA TIADA BATAS PART 2

Terkadang, saya merasa pesimis terhadap mimpi-mimpiku selama ini. Melihat status facebook teman-temanku yang sudah sukses membuatku iri. Seringkali saya berfikir hidup ini tidak adil padaku.

Teman-temanku yang baru saja menikah, sudah dikaruniai anak, hidupnya mapan bergelimang harta, bisa beli apa saja yang di suka, sehat, punya rumah sendiri, membahagiakan keluarga dan bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Saya ingin seperti mereka yang semua keinginannya terwujud. Aku ingin lulus kuliah, ingin mencapai cita-cita. Aku ingin sekali membahagiakan keluarga dengan mudah dan kunci itu semua adalah uang.

Saya sering sekali mengkhayal, punya uang banyak dan karir yang sukses agar bisa membantu melunasi hutang keluarga, membahagiakan keluarga, membelikan rumah untuk mertua, membelikan sawah untuk ortu, menghajikan mereka, umrah, membantu pasangan-pasangan muda yang kesulitan ekonomi tanpa embel-embel hutang.

Saya bermimpi bisa jalan-jalan ke Jepang, Belanda, Inggris, dan Jerman. Tetapi, saya merasa pesimis. Dan foto-foto teman saya di facebook mengenai traveling mereka membuatku menitikkan air mata. "YA Allah, hamba ingin."

Saya ingin juga mempunyai anak yang banyak, sholih-sholihah, hafidz/hafidzah. Namun, sampai sekarang saja saya belum hamil dan malah terus cek up ke rumah sakit karena divonis sakit Gagal Ginjal Kronis.

Astaghfirulloh...
"Ya Allah, maaf jika hamba pesimis seperti ini."

0 comments
Labels: , , ,

Suara Hatiku pada Ayah-Ibuku


Hangatnya mentari tidak bisa menandingi kehangatan kasih sayangmu.
Kelembutan salju dan kesejukannya tak mampu mengalahkan sentuhanmu, IBUKU.
Engkau bagai pelita yang menerangiku kala gelap gulita.
Selalu memberi pencerahan, nasihat-nasihat mulia untuk anak-anakmu yang sangat engkau cinta.Namun, seringkali aku mengabaikannya.Tidak bisa menjadi anak penurut.
Maafkan aku ibu...
Terima kasih telah menghantarkanku hingga dewasa,
Hingga aku menjadi seperti ini,

Peluhmu menetes, tak pernah engkau hiraukan hanya demi sesuap nasi bagi anak-anakmu dan istrimu.
Tulang menua, kulit keriput, dan uban putihmu kini telah tampak namun engkau tetap berusaha keras untuk kami.
AYAHKU, terima kasih atas jasamu.
Setiap peluh yang menetes itu akan menjadi MUTIARA kelak di negeri akherat.
Aamiin.
Maafkan aku yang hanya bisa menengadah, uang-uang-dan tiap hari mengharap belas kasihanmu.
Merengek bila semua tak terpenuhi.
Dan engkau selalu berusaha keras memenuhi kemauanku, memberikan semua yang engkau punya, apapun.

AYAH-IBU,
Meski anakmu ini selalu membantah namun sejatinya aku sangat menyayangi kalian.
Maaf saat ini daku belum bisa membahagiakanmu.
Tapi satu janjiku, suatu saat kelak daku ingin membahagiakanmu, ayah-ibuku.

AYAH-IBUKU,Terima kasih telah mengajariku ilmu agama Dienul Islam ini
Terima kasih telah mengenalkanku dengan Rabbku, Penciptaku dan Pencipta segala makhluk
Izinkan daku membalas semua jasamu ayah-ibu
Meski sekeras apapun daku berusaha tak kan mampu membalas semuanya.
Terima kasih.

"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka seperti mereka mengasihiku."
"Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu melainkan kebinasaan."

https://www.facebook.com/notes/novitasari-mustaqimatul-haliyah/suara-hatiku-pada-ayah-ibuku/10152074154049251


0 comments
Labels: ,

CERITA LAKI-LAKI RENTA


Masih ingatkah kalian dengan mainan yang menggunakan bantuan angin untuk memainkannya?
Izinkanlah saya menceritakan sedikit cerita tentang permainan itu. 

Kamis, 3 April 2014, ba’da dzuhur ada yang mengubah fokusku. Dua bola bulat hitam dan putih di kepalaku tertuju pada sosok laki-laki perkasa dan tangguh. Usia laki-laki itu sekitar 80-an tahun. Ia masih dengan gagah mengayuh sepeda klasik yang pada zaman dahulu disebut dengan pit jengky. Ia mengayuh sepedanya mengelilingi kota Solo yang beraneka ragam suku bangsa dan agama. Sepedanya melintasi gang-gang kecil di sudut-sudut kota. 

Laki-laki tua itu berusaha menjajakan hasil karyanya yang tak lagi dikenal. Pada zaman gadged merebak hebat dan teknologi serba canggih dipamerkan di mana-mana. Pada zaman game menjamur, baik game online ataupun offline, laki-laki renta itu masih dengan teguh dan tulus melestarikan mainan nenek moyangnya, BALING-BALING terbuat dari plastik dan Pring (Bambu). 

Benda yang tidak berharga bahkan dibuang-buang, di tangan kreatif si renta menjadi benda yang mempunyai harga jual. Mainan tradisional yang telah terlupakan dan bahkan telah punah. Namun laki-laki tua itu memberanikan diri menantang arus modernisasi yang di dalamnya memuat dan membicarakan teknologi canggih dan mendambakan hal yang bersifat dadakan atau instan.

Sebenarnya bukan itu yang membuat fokusku berubah. Tetapi semangat bajanya melebihi anak muda. Ia rela dan banting tulang mengayuh sepeda sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peluhnya menetes setetes demi setetes, kulit tangannya yang mengelupas, kakinya yang mulai membengkak dan wajahnya yang keriput tidak menunjukkan sedikitpun rasa putus asa. Ia juga tak menginginkan rasa belas kasih dari orang-orang seperti peminta-minta dari rumah ke rumah.

Aku takjub dan terkesima. Mungkin ia bisa menjadi seorang peminta-minta, tetapi tekatnya bulat dan kokoh. Ia lebih memilih membanting tulang di usianya yang renta untuk sesuap-dua suap nasi dari pada mengemis.
Subhanallah...

0 comments
Labels: , , , ,

Ramadhan dan Qur'an

Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak, puasa berkata, “Rabbku! Aku menahannya dari makanan dan minuman pada siang hari, “ dan Al-Qur’an berkata, “Aku menahannya dari tidur pada malam hari maka izinkanlah kami jadi syafaat untuknya.” (HR. Ahmad:2/174)
Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi setiap muslim, bulan yang selalu di nanti-nanti. Namun, jangan hanya sekedar di nanti-nanti kedatangannya lantas disia-siakan begitu saja tanpa ada aktivitas bermakna di dalamnya. Ramadhan tidak sekedar agenda puasa menahan dahaga dan lapar saja, tetapi di dalamnya harus diisi dengan ibadah-ibadah yang lainnya, seperti tilawatil Qur’an.
Puasa itu membawa pelaksananya pada ketakwaan seperti yang telah difirmankan-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 183, yang artinya, “ Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” Orang yang takwa pastilah memahami makna surga dan neraka maka dapat mengejar kebaikan dan meninggalkan keburukan. Alangkah baiknya di bulan Ramadhan nan berkah ini, kita mempunyai target dalam membaca Al-Qur’an. 

Sahabat  Nabi dan Salafus salih ketika ramadhan mereka selalu bercumbu mesra dengan Al-Qur’an. Imam Malik contohnya, pada saat Ramadhan, keinginannya hanya satu, yaitu Al-Qur’an. Imam Syafi’i, tiap dua hari sekali mengkhatamkan Al-Qur’an. Tidak hanya sekedar membaca Al-Qur’an tetapi mereka pun memahami arti dan maknanya juga menghafalkannya. Subhanallah, itulah teladan yang harus kita contoh.

Di negeri para nabi sana, di bulan ramadhan orang-orang selalu berada dekat dengan Al-Qur’an. Tangannya selalu menggenggam Al-Qur’an di manapun mereka berada, di dalam bus, di halte, di rumah, di masjid, kantor. Mereka membaca Al-Qur’an dengan khidmat dan khusyuk meski di dalam keramaian. Masya’allah, lagi-lagi kita mendapat tauladan yang baik yang harus kita contoh. Semoga kita diistiqomahkan dalam beribadah kepada-Nya, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi di bulan-bulan selanjutnya.

0 comments
Labels: ,

Muslimah El-Husna dan Kreasi Bunga Sabun


0 comments
Labels: ,

INDERA CINTA


Semua berawal dari cahaya yang masuk menuju kornea, aqueous humor, pupil, lensa, vitreous humor, retina kemudian dilanjutkan ke saraf optik dan kemudian diproses di lobus osipetal. Seraingkaian jalur-jalur itu mengubah cahaya menjadi sebuah bayangan yang diproses ke dalam otak, lalu tak lama kemudian menjelma menjadi sebuah benda yang terlihat indah. Itulah keajaiban indera kita yang tertempel pada dinding-dinding kepala, melengkapi wajah kita yang ayu atau tampan.
Awal sebuah dari itu semua memberikan reaksi pada organ lain. Ketika mata telah dirasuki, kemudian otak telah dipengaruhi, selanjutnya adalah hati yang akan diperangi. Maka harus hati-hati membentuk pertahanan. Perlu menyiapkan panglima yang tangguh, dan pasukan-pasukan yang pantang menyerah. Membuat benteng yang kokoh agar tak mudah rubuh.
Dari kornea, saraf otak, kemudian hati. Hati tempat cinta berlabuh.
Ada bermacam-macam hati. Ada yang lembut bagai salju, ada juga yang keras bagai batu. Hati-hati pada cahaya yang membawa virus pink. Ia akan mencoba menghancurkan sistem saraf otak osipetal, dan perlahan-lahan mulai mendobrak gerbang istana hati kemudian memporak-porandakan dan mencuri mutiara yang ada di dalamnya. Mutiara yang sangat mahal. Hati yang keras belum tentu bisa bertahan. Ingatkan ketika air yang menetes di atas batu secara terus-menerus, kemudian membuat batu itu berlubang? Begitu pula, halnya hati yang keras ibarat batu itu, jika dijejali dengan virus pink yang memabukkan mungkin lama-kelamaan akan luluh juga. Namun berbeda ceritanya ketika hati telah memiliki kekuatan penuh, panglima tangguh, dan pasukan tak mudah menyerah. Hati yang telah memiliki pertahanan seperti itu akan memfilter apa-apa yang akan memasuki istana, ia akan memilih virus cinta yang positif, seperti cinta padaNya yang haqiqi.
Ini adalah gambaran dari hati seorang manusia yang senantiasa mengenal cinta dan membutuhkan cinta juga member cinta. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa yang namanya CINTA atau virus pink tidak dapat dipisahkan dari makhluk-Nya, entah manusia atau binatang. Bahkan, binatang yang buas sekalipun seperti singa atau buaya akan selalu menjaga anaknya dengan cinta dan kasih sayang.
Seringkali mungkin kita menjumpai cinta karena terpentok pandangan mata. Kecantikan atau ketampanan fisik mengundang mata untuk memprosesnya ke dalam hati seseorang. Namun, hati yang memiliki pertahanan kuat dan pengetahuan tak akan segampang itu memilih cinta hanya lewat ketampanan dan kecantikan fisik. Hati yang kuat akan memilih hati yang kuat pula, dan itu alamiah. Bahkan dalam kalam-Nya yang suci juga telah disebutkan bahwa laki-laki yang baik itu untuk perempuan-perempuan yang baik pula begitu sebaliknya perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan tolok ukur dari baik adalah segumpal daging yang ada dalam tubuh manusia, hati.

0 comments
Labels: , ,

Siluet Masa Lalu


Sebuah petualangan hidup yang tembus pada kisah masa lalu. Siluet-siluet itu mencoba hadir kembali, di sini, saat ini, di masa depanku. Aku terpana, terpaku, memandangnya. Tak terasa bulir-bulir bening menetes dan membanjiri pipiku yang kemerahan. Aku hanya duduk terpaku menyaksikan mereka bersorak-sorai di samping panggung.
Aku seperti melihat masa laluku yang indah. Masa lalu yang begitu melekat erat dalam hidupku. Kerinduan itu kini sedikit terobati.
Kenangan itu terbuka kembali dan aku bisa melihatnya dengan jelas. Ketika dahulu aku berseragamkan baju muslim ala TPA. Aku masih ingat, aku memakai ukuran S seperti ukuranku saat ini ketika aku membeli baju. Warnanya hijau seperti warna kulit telur bebek.
Aku masih ingat. Tak pernah aku menangis, tak pernah aku bersedih. Masa-masa TPA penuh arti, penuh keceriaan. Perasaanku ringan kala itu, seperti tidak ada beban sedikitpun di pundakku. Aku selalu tersenyum, tertawa, dan bahagia. Ditambah lagi prestasi-prestasi yang kuraih hingga aku menjadi lulusan tercepat mengkhatamkan iqra’ 1 sampai 6, hingga pada akhirnya ketika aku kelas 4 SD aku telah mengajar TPA.
Aku ditugasi membantu adik-adikku membaca huruf hijaiyyah. Kadang aku gemas sekali, huruf yang sangat gampang ini, kenapa mereka begitu sulit untuk mengucapkannya? Gerutuku. Astaghfirulloh, begitu sombongnya diriku ini. Aku harus membuat mereka segera bisa membacanya, bahkan mereka harus lebih pintar dari aku. Azzamku kemudian.
Aku senang sekali mengajar TPA, semangat menggebu dengan seluruh tenaga yang aku punya. Semangatku bertambah, ketika tiap jadwal hari TPA adik-adik bergerombol pergi ke rumahku untuk menjemputku. Mereka dengan wajah polosnya memohon-mohon padaku untuk segera hadir dan mengajari mereka membaca iqra’.
Aku rindu masa-masa itu. Sangat, dari dasar lubuk hatiku, karena semakin umurku bertambah kesibukan lain mengalihkanku. Apalagi semasa SMA yang super sibuk dengan organisasi, juga dikarenakan jarak rumahku yang sangat jauh dari SMA membuatku tidak bisa lagi berhubungan dengan mereka. Hubunganku dengan mereka benar-benar terputus ketika aku tidak dianggap lagi sebagai golongan mereka, para RISMA. Perbedaan. Sebuah perbedaan membuatku dan teman-temanku saling menjauh, di ufuk barat dan timur.
Aku rindu masa-masa itu. Aku pun malu, sebagai aktivis dakwah kampus (ADK) tetapi tidak bisa mengkader adik-adik di waktu kecil. Padahal masa kanak-kanak adalah masa kekemasan dan rawan terpengaruh, tetapi kenapa aku mundur teratur? Kenapa? Keegoisan telah membuatku seperti ini.
Aku ingin kembali merasakan masa-masa dipanggil sebagai seorang ustadzah. Aku ingin mengajar, juga mendidik. Aku ingin menjadi inspirasi untuk mereka, tetapi… aku terlalu rapuh untuk itu.
Terima kasih untuk teman-temanku, aku bisa kembali merasakan hal itu lagi meski hanya dengan melihat. Kemarin, 23 Desember 2012 di desa Jati, kecamatan Jaten, kabupaten Karang Anyar, aku bisa melihat antusiasme adik-adik mengikuti JAMBORE SANTRI. Kecerianmu juga keceriaanku, kebahagiaanmu juga kebahagiaanku. Aku menyayangi kalian.
Kalian tahu, dalam hati aku menjarit. Kalian sangat bersemangat menghafal Al-Qur’an sedang aku yang berazzam menjadi seorang hafidzah, justru malah santai, berleha-leha, berpanku tangan, kadang masih berbuat maksiat. Astaghfirulloh.
Terima kasih adik-adikku yang imut telah mengingatkanku, memberi inspirasi. Kau inspirasiku saat ini. Terima kasih, kini aku harus bisa. Kita sama-sama ya?! :D

0 comments
Labels: , ,

Pemuda, Mau Dibawa Kemana?


“Eh Tasya, setelah lulus nanti kamu mau ke mana?” tanya Kia sambil membuka-buka buku Teori Sastra.
“Brrrrr…Heh? Emm…ke mana ya???” jawab Tasya sembari memuntahkan minumannya, dahinya berkerut-kerut alias bingung.
Kalian liat kan ekspresi Tasya waktu ditanya sama Kia? Ekspresinya bingung, bimbang, galau. Pemuda zaman sekarang kalau ditanya tentang tujuan pasti dahinya selalu berkerut-kerut. Kalau pemudanya galau dan tidak punya tujuan lantas bagaimana dengan nasib bangsa kita dan agama kita? Apakah akan terus terpuruk seperti ini? Ditindas dan disepelekan oleh negara-negara adikuasa?
Sebenarnya apa sich penyebab para pemuda tidak tahu tujuan mereka sendiri dan terjerumus dalam lembah kegalauan? Pertama, mereka tidak tahu potensi diri sendiri. Mereka tidak mengenali diri mereka sendiri, makanya mereka tidak mempunyai visi dan misi. Sebuah penelitian terkenal pernah dilakukan oleh Sekolah Bisnis Harvard pada tahun 1970-an. Mereka melakukan survey terhadap lulusan magister mereka setelah 10 tahun lulus untuk melihat seberapa jauh pencapaian mereka raih dalam hidup mereka.
Dari lulusan S2 yang disurvei itu: 27% hidup dari uluran tangan pihak lain. Survei ini menemukan bahwa orang-orang ini tidak menganggarkan keuangan mereka dan tidak mencanangkan tujuan hidup. 60% hidup dari cek yang dibayarkan untuk mereka. Survei ini menemukan bahwa kelompok ini bikin anggaran keuangan tapi mereka tak punya tujuan-tujuan hidup strategis. 10% dari mereka hidup nyaman. Orang-orang kelompok ini dilaporkan juga punya anggaran  keuangan untuk 5 tahun dan rencana hidup. Hanya 3% dari mereka termasuk golongan berduit, independen, dan bahagia dengan hidupnya. Mereka telah menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang mereka. Mereka juga mengembangkan strategi untuk mencapainya.
Setiap orang kalau ditanya apakah ingin sukses, mereka menjawab dengan mantab “YA”. Namun mereka hanya berleha-leha berpangku tangan, tak beraksi apa-apa. Ketika ditanya, “Apakah kamu sudah menentukan tujuan hidupmu?” Mereka menjawab dengan tenang, “BELUM.” Lalu bagaimana mau melangkah mencapai kesuksesan kalau tidak mempunyai tujuan, visi dan misi?
Solikhin Abu ‘Izzuddin pernah berkata dalam bukunya “New Quantum Tarbiyah”, Ketepatan memilih harapan adalah separuh dari kesuksesan. Jadi dengan menetapkan tujuan dan cita-cita kita, kita sudah menyumbangkan 50% dari kesuksesan yang akan kita raih nantinya. Jadi kita tidak boleh galau lagi dan harus punya tujuan, cita-cita dan juga visi-misi mulai dari sekarang.
“Mengetahui tapi tidak melakukan sama saja dengan tidak tahu. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah.”
Kuliah adalah pilihan kita untuk masa depan. Maka dari itu, kita harus fokus dan tidak boleh galau lagi. Tentukan mulai dari sekarang, apakah kita akan menjadi dosen, penyair, penerjemah, peneliti naskah kuno, sutradara, aktor atau aktris, pengusaha dan lain sebagainya. Kini kita tengah mempelajari itu semua bukan dengan kuliah di fakultas ini?
So, kita harus memanfaatkan ilmu yang telah kita peroleh di bangku kuliah ini dengan sebaik mungkin. Orangtua kita telah membiayai kuliah kita dengan banting tulang, sebagai anak yang berbakti kuliah merupakan amanah orangtua yang harus ditunaikan. Jangan sampai membuat orangtua kita menyesal karena kita tidak serius kuliah. Bukankah kuliah ini adalah cara kita untuk mencapai kesuksesan itu sendiri?
Bangsa kita membutuhkan kita, agama kita. Kini saatnya kita memberikan kontribusi untuk bangsa kita dan agama kita. Saatnya kita untuk mengubah dunia dan membuat orangtua bangga. Dalam QS. Ali-Imran: 110 menyebutkan bahwa kita adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan pada masanya, “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyuruh (berbuat) kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kalian beriman kepada Allah.”
Lalu buat apa menggalau lebih lama lagi? G.A.L.A.U adalah singkatan dari God Always Listening and Understanding. Ayo buang prasangka negatif dalam diri kita, bagaimanapun keadaan kita. Karena perasaan negatiflah yang membawa lesunya tubuh kita untuk bergerak, malasnya otak kita berpikir, sampai putus asa tak mencari ide, atau bisa-bisa bunuh diri. Lihatlah orang-orang yang menyatakan dirinya galau, mereka lesu, tak semangat, tak jelas apa yang dikerjakan. Sebegitu tak produktif dan hanya membuang waktu. Sekarang cobalah memaknai galau dalam bingkai positif thinking, God Always Listening and Understanding. Pemuda Islam kok galau? Nggak level lah yau. Mari kita buktikan bahwa kita merupakan generasi yang terbaik. Sekarang saya tanya, sudahkah punya tujuan? Sudahkan punya cita-cita? Sudahkan menentukan visi dan misi hidup?

Ket: Pernah dimuat di majalah Tazkia 

0 comments
Labels: , ,

Jangan Gadaikan Izzahmu, Ukhti!!!


Ibarat mutiara, kilaunya akan selalu terpancar meski berada di dalam samudera yang gelap, terbungkus oleh cangkang nan indah. Seorang wanita bagai barang pecah belah, ketika sudah pecah maka tak akan pernah bisa kembali ke bentuk semula, betapa pun besar  usaha yang dikeluarkan. Maka, perlu sekali seorang wanita menjaga izzahnya, menjaga harga diri dan kehormatannya.

Godaan memang sangat banyak, apalagi kata “Galau” semakin merebak. Istilah cinta, istilah VMJ, istilah TTM, dan istilah-istilah lain yang berhubungan dengan hati memang sangat rawan.  Ditambah lagi dengan adanya situs jejaring sosial yang memungkinkan seorang wanita dan laki-laki berkomunikasi dengan sangat intensif sehingga membuat seorang wanita semakin terpukau, membuat hati semakin ketar-ketir dan izzah pun dipertaruhkan.

Masih ingatkah lirik lagu ini: “Jatuh cinta berjuta indahnya, dibelai, dimanja amboi asyiknya.”
Muda-mudi sekarang ini rela menggadaikan izzahnya hanya demi sebuah nama “cinta semu” dan “cinta palsu”. Di mana mereka bisa berpegang-pegangan, berboncengan, mesra-mesraan, saling pandang-memandang, dan lain sebagainya. Padahal telah diterangkan dalam Al-Qur’an dan Al-hadits tentang hubungan terhadap lawan jenis, larangan bersentuhan dengan lawan jenis bukan mahram, tentang pandangan yang merupakan panah setan, tentang batasan-batasan hubungan dengan lawan jenis. Semua itu sudah diatur oleh-Nya dengan sedemikian rupa. Bukan untuk memberatkan, bukan pula untuk menyiksa batin, namun untuk sebuah penjagaan. Ya, sebuah penjagaan atas nama kehormatan.

Membahas soal pandangan mata, jadi teringat tentang kisah nabi Yusuf dan Zulaikha. Tentang kehormatan atau izzah yang menjadi taruhan. Masih ingatkah kisah fenomenal tersebut? Ketika Zulaikha sangat terpesona pada ketampanan nabi Yusuf, hingga Zulaikha tidak bisa menahan gejolak yang ada di hatinya dan melakukan perbuatan yang tidak semestinya ia lakukan. Namun, subhanallah meskipun nabi Yusuf sebenarnya juga terpesona dengan kecantikan Zulaikha tetapi nabi Yusuf masih bisa mempertahankan keteguhan hatinya dalam menjaga sebuah izzah yang sangat berharga ini. Inilah salah satu alasan mengapa Allah menyuruh kita untuk menundukkan pandangan, seperti yang telah dijelaskan dalam QS. An-Nuur ayat 30 dan 31: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang terbiasa terlihat.

Sebuah izzah ibarat mutiara bahkan permata yang harganya sangatlah mahal, namun begitu murahnya dijual ketika hati telah dikotori oleh nafsu dan syahwat. Gejolak yang terpatri ketika setan sudah menaikinya. Ada banyak sekali sarana yang mampu menjatuhkan sebuah ketinggian izzah, yaitu melalui beberapa sarana, melalui lisannya, melalui pakaian, dan perbuatannya.

Menjadi seorang wanita bukanlah sebuah pilihan namun merupakan ketetapan dari Allah SWT. Allah menciptakan kita sebagai seorang wanita dengan berbegai kemuliaan, dan kita harus menjaga kemuliaan-kemuliaan yang dikaruniakan Allah pada kita. Salah satu anugerah kemuliaan itu adalah kita sebagai seorang wanita diperintahkan untuk menutup aurat. Tubuh wanita adalah aurat. Wanita merupakan fitnah yang besar untuk para laki-laki, maka dari itu agar tidak timbul sebuah fitnah yang dahsyat, seorang wanita harus menutup auratnya, harus pula menjaga hijabnya, bukan malah memamerkannya. Lihat saja iklan-iklan sabun, handbody, iklan-iklan yang lain yang selalu mengeksploitasi tubuh wanita. Bukankah itu malah menjatuhkan martabat, kehormatan dan kemuliaan wanita? 

3 comments
Labels: , ,

Kau Anugerah Terindah

Aku tak pernah mengira akan sebuah pertemuan ini. Pertemuan yang amat unik dan akan menjadi kesan tersendiri dalam hidupku. Aku masih ingat ketika itu, pertama kali aku sipertemukan denganmu. Kita ta'aruf, saling berkenalan. Waktu itu kita masih sangat polos, lugu dan culun. Tak mengapa kawan, toh kini insya'allah kita telah menjadi insan dewasa.

Masih teringat olehku juga, senyum tulusmu kala itu. Senyuman yang tak mengharapkan balasan, namun melihatmu tersenyum padaku aku jadi ingin membalas senyumanmu dengan senyuman yang paling manis yang aku miliki.

Huft, pertemuan ini merupakan anugerah yang tiada tara bagiku. Ini merupakan nikmat, karena kini kita telah menjalin sebuah "PERSAHABATAN." Indah bukan? Persahabatan berlandaskan iman. Kini kita juga berdiri tegak di jalan yang sama, berjuang yang sama. Kita akan selalu bersama kan? Karena aku tidak tahu harus melangkah bersama siapa ketika kalian meninggalkanku. Kalian adalah sadaranku, tempatku berbagi cerita, tempatku berkeluh kesah setelah pada Tuhanku.

Kalian adalah matahariku, yang menerangi hari-hariku. Kalian adalah pelangiku, yang memberi warna dalam hidupku. Aku bisa tegar karena kalian ada di sisiku. Aku bisa tersenyum karena kalian bersamaku, walau hatiku waktu itu sedang kelu. Kawan, kalian sungguh anugerah yang Allah berikan padaku, anugerah terindah.

Aku bisa bertahan menjalani hidupku ini. Terima kasih karena kalian telah menguatkanku. Di saat-saat aku sedang membutuhkan kalian, kalian selalu hadir. Kalian selalu berusaha membahagiakanku, walau jiwa dan ragamu tertatih, penuh peluh, dahaga. Aku ingin selalu bersama selamanya. Jangan pernah pergi dariku, karena aku tak sanggup kehilangan kalian.

Aku terbiasa dengan kalian di sisiku. Aku terbiasa melihat senyumanmu. Aku terbiasa mendengar canda tawamu. Aku juga terbiasa mendengar curhatanmu. Dan itu membuatku berfikir bahwa hidup ini indah. Terima kasih telah membuatku terus tersenyum walau sakit mendera. Sunggguh kau anugerah Allah terindah untukku :')

Kalian selalu menemani hari-hariku. Masih teringat ketika aku sakit, kalian menemaniku sampai harus bolak-balik ke rumah sakit dan bahkan kalian tidak tidur padahal kalian harus kuliah esok harinya. Terima kasih kucuapkan, beribu-ribu terima kasih aku ucapkan. Dan maafkan aku, aku sering melukai perasaanmu dengan candaku yang berlebihan.

0 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters