Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Labels:

Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua

 Doa anak shalih sangat dibutuhkan


0 comments
Labels:

Doa Memohon Anak Shalih

 Anak shalih adalah investasi akhirat




0 comments
Labels:

Bacaan Shalat, Zikir, dan Doa Usai Shalat (Image)

Bacaan Shalat









______
Selanjutnya DOA USAI SHALAT.

Rangkaian hafalan doa berikut telah dipelajari dan dihafal oleh siswa dan termasuk menjadi pembiasaan unggulan di MIM Gonilan :
______

Bismillahirramaanirraiim. Alamdulillahirabbil 'aalamiin. Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad. 

1. Astagfirullaahal 'adhiim. Lii waliwaalidayya wali jamii'il muslimiina wal muslimaat. Wal mukminiina wal mukminaat. Al-ahyaai minhum wal amwaat.

2. Allahummagfirlii waliwaalidayya warḥamhumaa kamaa Rabbayaanii shogiiroo.

3. Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an. Warizqan thoyyiban. Wa'amalan mutaqobbalan.

4. Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wasyukrika wa ḥusni 'ibaadatik.

5. Allahumma arinal ḥaqqa ḥaqqan warzuqnat-tibaa'ah. Wa arinal baathila-baathilan warzuqnaj-tinaabah.

6. Allahumma inni a'uudzubika min munkarootil akhlaaq wal a'maal wal ahwaa`.

7. Allahumma a'izzal Islaama wal muslimiin. Allahummanshur ikhwaananal muslimiinal mujaahidiina fii filisthiin. Wafii kulli makaan. Wafii kulli zamaan. 

8. Allahumma innaanas-aluka salaamatan fiddiin. Wa'aafiyatan fil jasad. Waziyaadatan fil 'ilmi. Wabarokatan fir-rizki. Wa taubatan qoblal maut. Wa roḥmatan 'indal maut. Wamagfirotal ba'dal maut. Allahumma hawwin 'alainaa fii sakarootil maut. Wa najaatan minannaar. Wal 'afwa 'indal ḥisaab. 

9. Allahumma innaanas-alukal jannatal firdausal a'laa bigoiri ḥisaab walaa 'adzaab. 

10. Allahumma innii as-aluka ḥusnal khootimah. Wa'uudzubika min suu-il khootimah. 

11. Yaa muqallibal quluub. Tsabbit qolbii 'alaa diinik. 

12. Allahumma faqqihnii fiddiin. wa'allimnii at-takwiil. 

13. Rabbanaa dholamnaa anfusanaa wa-illam tagfirlanaa watarḥamnaa lanakuunanna minal khooshiriin. 

14. Laa ilaaha illa anta. Subḥaanaka inni kuntu minadhdhoolimiin. 

15. Ḥasbunallah wani'mal wakiil. Ni'mal maulaa wani'man-nashiir. 

16. Allahumma inni a'uudzubika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii. 

17. Allahummagfirlii watub 'alayya innaka antat-tawwaabur roḥiim. 

18. Rabbanaa aatinaa milladunka roḥmah wa hayyi`lanaa min amrinaa rosyadaa.

19. Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa ḥasanah. Wafil aakhiroti ḥasanah. Waqinaa 'adzaabannaar.

20. Washollallaahu 'ala nabiyyinaa muhammad wa'alaa aalihi wa shobihii ajma'iin, walamdu lillaahirabbil 'aalamiin.

______


- Bacaan shalat, zikir, dan doa sesudah shalat di atas disusun oleh Tim ISMUBA MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan agar dapat mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muhtar Safi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels:

Download Asmaul Husna ESQ Image

Asmaul Husna ESQ Image
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi habitus pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan budaya anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan. 
- Diedit seperlunya oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk kepentingan mengajar

0 comments
Labels: ,

Saatnya Memburu “Parcel” Allah

Ramadhan berlalu begitu cepat, tak terasa sebentar lagi lebaran. Hari kemenangan umat Islam atas perjuangan sebulan penuh. Orang-orang yang menang harus mampu memburu “Parcel” dari Allah. Allah telah menyiapkan “parcel-parcel” istimewa bagi hamba-hambanya di bulan ramadhan ini, khusunya di sepuluh hari terakhir ramadhan. Apa itu “parcel” yang dipersiapkan Allah untuk kita? Yaitu keistimewaan lailatul qadar.

Dalam Surat Al-Qadr ayat 3 menyatakan bahwa malam lailatul qadar (malam kemuliaan) itu lebih baik dari pada seribu bulan. Itulah “parcel” terindah yang akan Allah berikan pada hamba-hambanya yang mampu meraihnya. “Parcel” ini ada di malam ganjil sepuluh hari terakhir ramadhan atau malam ganjil setelah malam ke-20 ramadhan. Namun Allah tidak memberi tahu hamba-Nya waktu tepat malam tersebut.

Allah menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita. Allah menyembunyikan keridhaan-Nya pada setiap ketaatan agar timbul dalam diri kita keinginan untuk melakukan ketaatan itu dan beribadah sebanyak-banyaknya untuk memperoleh keridhaan-Nya. Begitulah Allah juga menyembunyikan malam lailatul qadar agar kita umat muslim menghidupkan keseluruhan malam ramadhan dalam mendekatkan diri pada Allah dan bukan menunggu datangnya malam lailatul qadar saja untuk beribadah dan berdoa.

Hal ini pun sebenarnya juga merupakan penyakit kronis yang menimpa kita, umat Islam. Malam-malam pertengahan ramadhan dihadapi dengan lesu kemudian memforsir diri di malam sepuluh terakhir. Dengan berdalih karena mengejar “parcel” Allah tersebut yang kita tidak tahu masa tentu kedatangannya. Hal ini sebenarnya kadang menyebabkan kita lalai dan terlepas akan keutamaan bulan ramadhan sendiri yang datang setahun sekali.

Terlepas dari itu, malam lailatul qadar memang malam yang mulia. Inilah “parcel” Allah yang diberikan pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan melakukan amalan saleh. Orang yang mendapatkan “parcel” Allah ini hatinya akan senantiasa diliputi rasa bahagia. Seperti ayat kauniyah Allah yang sering kita saksikan sebagai negara agraris, padi semakin berisi maka akan semakin merunduk. Begitu pulalah kita sebagai hamba Allah yang mendapatkan keistimewaan lailatul qadar, ia akan menjadi manusia yang semakin baik, ia akan semakin memperbanyak sholatnya, dzikirnya, sedekahnya, tilawahnya, dan bentuk-bentuk ibadah yang lainnya.

Untuk mendapatkan “parcel” Allah ini, kita tidak boleh hanya menunggu dan berleha-leha. Kita harus bersungguh-sungguh dalam beribadah pada Allah dengan menjauhi segala bentuk dosa dan maksiat. Selain itu, kita juga bisa melakukan i’tikaf, menghidupkan malam dengan qiyamul lail, dzikir dan tilawah al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak doa memohon ampun dan keselamatan Allah.


Malam lailatul qadar ini merupakan bonus akhirat kepada umat Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan, selain bonus pahala yang dilipatgandakan. Lengkap sudah bonus Allah kepada hamba-hamba-Nya di bulan ramadhan ini, tinggal kita mau berusaha mendapatkannya atau tidak. Satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa bonus atau “parcel” Allah tidaklah diundi, tidak diperuntukkan bagi suku, golongan, atau ras tertentu saja melainkan diperuntukkan bagi setiap orang yang mau mendapatkannya dengan usahanya masing-masing. Semoga Allah memudahkan jalan kita menuju ridho-Nya. Aamiin.

Note:
Jawapos (Radar Solo) edisi senin, 29 Juli 2013

0 comments
Labels: , , , ,

Ramadhan dan Qur'an

Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak, puasa berkata, “Rabbku! Aku menahannya dari makanan dan minuman pada siang hari, “ dan Al-Qur’an berkata, “Aku menahannya dari tidur pada malam hari maka izinkanlah kami jadi syafaat untuknya.” (HR. Ahmad:2/174)
Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi setiap muslim, bulan yang selalu di nanti-nanti. Namun, jangan hanya sekedar di nanti-nanti kedatangannya lantas disia-siakan begitu saja tanpa ada aktivitas bermakna di dalamnya. Ramadhan tidak sekedar agenda puasa menahan dahaga dan lapar saja, tetapi di dalamnya harus diisi dengan ibadah-ibadah yang lainnya, seperti tilawatil Qur’an.
Puasa itu membawa pelaksananya pada ketakwaan seperti yang telah difirmankan-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 183, yang artinya, “ Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” Orang yang takwa pastilah memahami makna surga dan neraka maka dapat mengejar kebaikan dan meninggalkan keburukan. Alangkah baiknya di bulan Ramadhan nan berkah ini, kita mempunyai target dalam membaca Al-Qur’an. 

Sahabat  Nabi dan Salafus salih ketika ramadhan mereka selalu bercumbu mesra dengan Al-Qur’an. Imam Malik contohnya, pada saat Ramadhan, keinginannya hanya satu, yaitu Al-Qur’an. Imam Syafi’i, tiap dua hari sekali mengkhatamkan Al-Qur’an. Tidak hanya sekedar membaca Al-Qur’an tetapi mereka pun memahami arti dan maknanya juga menghafalkannya. Subhanallah, itulah teladan yang harus kita contoh.

Di negeri para nabi sana, di bulan ramadhan orang-orang selalu berada dekat dengan Al-Qur’an. Tangannya selalu menggenggam Al-Qur’an di manapun mereka berada, di dalam bus, di halte, di rumah, di masjid, kantor. Mereka membaca Al-Qur’an dengan khidmat dan khusyuk meski di dalam keramaian. Masya’allah, lagi-lagi kita mendapat tauladan yang baik yang harus kita contoh. Semoga kita diistiqomahkan dalam beribadah kepada-Nya, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi di bulan-bulan selanjutnya.

0 comments
Labels: ,

Ramadhan (Episode Kehilangan)


Kurasakan kembali rasa sejuk itu. Seperti menegguk semangkuk es buah ketika berbuka puasa. Bersama keluarga kurasakan sebuah kebahagiaan. Yang dulu sempat menghilang. Aku merindukan saat-saat bersama, berkumpul, berbagi cerita, tertawa bersama dan kini kurasakan kembali masa-masa itu. Alhamdulillah ya Robby. Hari-hari tanpamu terasa sangat sepi. Namun hari ini kita kembali menorehkan kisah cinta.


Huhf, benar ya? Kita baru akan merasakan kalau sesuatu itu berharga ketika kita telah kehilangan sesuatu itu. Semenjak seminggu yang lalu kurasakan suatu yang berbeda. Sesuatu yang tak biasa. Suatu yang asing yang menyeruak, memaksa masuk ke relung-relung hatiku. Saat kurasakan engkau pergi. Ada sesuatu yang berbeda hadir. Rasanya pahit dan asin. Hilang. Tenggelam. Sungguh aku tak rela bila kau pergi dariku. Aku terlalu mencintaimu. Namun, kau harus pergi. Ini keputusanmu. Meski berat, aku hargai semua itu. Tetep semangat ya!

Awalnya aku benar-benar tidak rela akan kepergianmu. Aku takut kau terpengaruh. Kadang lingkungan lebih mendominasi meski hati melawan dengan kukuh. Aku takut sekali engkau semakin berubah. Aku mencoba menepis rasa takutku itu. Namun aku tak bisa, karena lingkungan di sana memang seperti itu. Membahayakan dirimu. Aku sungguh sangat menyesal dahulu pernah mengusulkan ini. Aku mencoba menebus kesalahanku, lalu aku temui ustadzah itu. Setelah melihatnya, keraguanku dan ketakutanku perlahan-lahan menghilang. Semoga benar, engkau akan terjaga di sana.

Mungkin saat ini kau sedang sendirian. Aku ingin menemanimu, namun jarak telah memisakan kita. Ini saat berbuka. Kadang aku menyesalkan hal ini. Engkau makan apa di sana? Enakkah masakannya? Pikiran itu menyeruak, sedang di sini aku makan enak. Bagaimana denganmu? Tetap puasa kan?

Maafkan aku, kalau kau sedang di rumah, aku selalu memusuhimu dan menjadikanmu babu. Menyuruhmu ini dan itu. Tak segan-segan aku memarahimu dan mengomelimu. Maaf. Kini aku rindu akan dirimu. Akan pertengkaran kita dan semuanya.

Bagaimanapun dan di manapun kuharap kau selalu bersemnagat dalam menjalani hidup ini. Ingat hidup tak selamanya mulus, kadang berliku dan berbatu tak segan juga hidup ini penuh dengan onak dan duri. Berhati-hatilah, adikku sayang! Tuntutlah ilmu karena Allah! Semoga Allah selalu menjagamu. Aamiin.

0 comments
Labels: ,

Magnificence of Ramadhan


Di antara duabelas bulan ada satu bulan yang selalu di nanti-nanti kehadirannya, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan yang mulia. Subhanallah. Di bulan Ramadahan orang-orang muslim yang beriman di wajibkan untuk berpuasa, seperti pada QS. Al-Baqarah: 183
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Di bulan Ramadhan terdapat kemulian-kemuliaan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya, yaitu “Ketika datang bulan Ramadhan, sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu berpuasa, dalam bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka dititip, setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik di dalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti bulan ini” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Sungguh Allah Maha Besar dengan segala kekuasaannya apa yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha Pemurah dan Penyayang dengan mengaruniakan pada manusia bulan yang mulia, bulan Ramadhan yang di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang dahsyat. Orang-orang yang beriman diwajibkan untuk berpuasa. Sedang menurut penelitian, puasa sangat membantu dalam penjagaan kesehatan. Puasa dapat membersihkan diri. Begitu banyak manfaat yang akan didapat di bulan suci ini.

Di bulan Ramadhan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Ini menunjukkan betapa Allah SWT sayang pada umatnya yang beriman. Allah SWT memberi kesempatan kepada kita agar beramal sebanyak-banyakknya untuk bekal nanti di negeri akherat. Di dalamnya juga terdapat suatu hari di mana hari itu lebih baik dari seribu bulan (malam Lailatul Qodar) dan yang mendapatkannya akan memperoleh kemuliaan pula.
“Dalam bulan ini (Ramadhan ada malaikat yang selalu menyeru: “Wahai orang yang selalu beramal kebaikan, bergembiralah Anda, dan wahai orang-orang yang berbuat kejelekan, berhentilah (dari perbuatan jahat). Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Nasai).

“Sholat lima waktu, sholat jum’at sampai sholat jum’at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang berbuat di antara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

“Puasa dan Qur’an itu memintakan syafa’at seseorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa berkata: Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya pada siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula A-Qur’an: Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafa’at.” (HR. Ahmad, Hadits Hasan).

“Sesungguhnya bagi surga itu ada sebuah pintu yang disebut “Rayyan”. Pada hari kiamat dikatakan: Di mana orang yang puasa (untuk masuk jannah melalui pintu itu)? Jika yang terakhir di antara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhari-Muslim).
“Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang.” (HR. Bukhari-Muslim).

Hadits-hadits tersebut menerangka tentang kemuliaan bulan Ramadhan. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang pandai memanfaatkan peluang besar dari Allah SWT ini, mencari ridho-Nya sebanyak-banyaknya.

0 comments
Labels: ,

Ramadhan Keduaku (Versi 1433 H)

Hmm... telah menjadi hukum alam bahwa yang kuat yang akan mampu bertahan. Telah menjadi hukum rimba bahwa yang hebat akan teguh berpengangan. Telah menjadi hukum laut bahwa yang kuat menahan badai adalah mereka yang hebat.

Ramadhanku kali ini...
Izinkan daku berbagi cerita.
Ini masalah hukum alam, hukum rimba, seleksi alam dan mengenai siapa yang kuat. Di Bulan suci ramadhan ini, pada hari pertama banyak dari kita berebut posisi di depan dalam kebaikan, seperti dalam barisan sholat tarowih, tadarus dan sholat wajib lima waktu. Hari pertama shafnya full, bahkan membludak. Mulai hari kedua, shaf mulai berkurang satu. Anehnya justru terjadi di kalangan ikhwan. Kemanakah ikhwan? Apakah sedang mengalami siklus "M" seperti para akhwat?

Mereka yang kuat imannya yang akan mampu bertahan sampai akhir hingga pada kemenangan. Orang-orang yang kuat dan tangguh akan terus berpegang teguh pada cita-cita dan tujuannya. Mereka mulai membuat target hidup, hidup di dunia ataupun hidup di akherat. Orang yang hebat adalah orang yang mampu mengambil peluang dan kesempatan. Sungguh mulia Allah SWT memberika banyak sekali kesempatan pada umatnya untuk meraih ridho-Nya sebanyak-banyaknya. Allah mengaruniakan bulan ramadhan pada umatnya, Allah melipatgandakan pahala orang-orang yang beramal baik pada bulan ini bahkan sampai 700 kali lipat. ALLAHU AKBAR!!!

Namun sayangnya, banyak dari kita terlena. Mereka terlalu sombong untuk berbuat kebaikan. Dirasa selama ini, ia telah mencetak banyak sekali kebaikan. Lalu mereka bermalas-malasan, dan sekarang tertinggal jauh dari kenyataan dan harapan.
Ini kenyataan, bukan sebuah omong kosong.
Coba buktikan saja, siapa saja yang kuat bertahan di bulan ramadhan ini?
Nach, sebaiknya bagi yang merasa kuat, mari kita rapatkan barisan! Kuatkan yang lain juga. Fastabiqul Khoirot. Terdepan dalam kebaikan dan menjadi seorang muslim yang mampu menginspirasi banyak orang.

0 comments
Labels: ,

Ramadhan Pertamaku (Versi 1433 H)

Kubuka lembaran baru dalam diaryku. Penaku seakan tak sabar untuk menari-nari di atasnya mencurahkan segala keluh kesah yang dirasakan.

Awal ramadhan, kuniatkan untuk lebih baik dari ramadhanku yang lalu. Aku bertekad untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Saat ini kurasakan perbedaan yang mencolok, sangat mencolok.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Bulan di mana pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan insan yang beriman pun berlomba-lomba untuk mencari ridho dari Sang Illahi. Begitu juga denganku, aku berusaha berada dalam barisan itu, mengikuti dan menghayati. Namun, ada satu hal yang mengganjal hatiku.

Ketika kumulai membuka lembaran demi lembaran kertas Al-Qur'an, aku teringat akan masa kecilku. Masa kecil yang penuh dengan keceriaan apalagi ketika berada di suasana bulan ramadhan. Waktu di mana kurasakan sebuah kebersamaan dan yang tak bisa kudapatkan saat ini.
Sekarang terlalu banyak perbedaan dan perdebatan hingga membuatku takut. Dahulu, banyak remaja tadarus di masjid depan rumahku hingga larut malam. Mereka tekun, sungguh dan damai. Namun sekarang? Tak kulihat semua itu di sini. Aku kesepian. Hingga kuputuskan tadarus di kamar saja.

Ditambah lagi, TPA yang jalannya hanya sekedarnya saja. Dahulu ketika aku kecil, TPA-nya sangat maju. Bahkan ketika aku masih kelas 3 SD, saya sudah bisa lancar membaca Al-Qur'an. Sekarang? Baca Iqro' satu untuk kelas 6 SD belum tentu bisa. Siapa yang patut dipersalahkan? Anak-anaknya? Orangtuanya? Rismanya? Atau aku sendiri yang salah, yang tak pernah peduli dengan kondisi mereka karena sibuk dengan urusan diri-sendiri? Astaghfirulloh. Lalu harus bagaimana? Sedang aku tak mungin masuk dalam barisan itu, mereka telah menganggapku berbeda. Berbeda pemahaman, hingga menjauhiku. Apakah harus seperti ini? Apakah sebuah perbedaan harus dijadikan alasan? Bukankah untuk mencetak suatu generasi maju dan Islam yang kuat, remajanya harus bersatu, tak peduli ada perbedaan? Toh Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa pun bisa bersatu dan bekerja sama.

Ketar-ketir hatiku merenungi dan memikirkan semua itu. Jangan-jangan ini salahku sendiri. Titik-titik bening, kini telah membanjiri mataku. Apa yang harus aku lakukan untuk memulai perubahan yang lebih baik?

Semoga ramadhan kali ini menjadi titik tolakku untuk memulai semua.
Selamat menunaikan ibadah puasa!
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

0 comments
Labels: , , ,

Kusambut dengan Ceria Ramadhanku Kali Ini

Alhamdulillah, tak terasa setahun telah berlalu. Ramadhan yang dulu tergantikan dengan ramadhan yang akan datang. Bulan suci yang selalu dinanti-nantikan kedatangannya. Subhanallah. Air mataku menitik ketika kuteringat ramadhanku waktu dulu. Sungguh kuniatkan dalam hati, ramadhan kali ini harus lebih baik dari ramadhanku yang dulu.

Hai, sobat semua... Dalam rangka memyambut bulan ramadhan yang penuh berkah (sesuai janji Allah), kemarin, pada tanggal 18 Juli 2012 JN UKMI UNS bersama adik-adik TPA dusbin  SKI-SKI Fakultas mengadakan pawai lho di sepanjang belakang UNS, Ngoresan, Jebres.

Terlihat pancaran ceria nan polos di raut wajah mereka yang masih kecil mungil. Semangatnya bergelora. Langkah kakinya yang pendek namun kuat menapak untuk menyambut ramadhan yang indah. Sorak-sorai dikumandangkan. Mereka membagikan selebaran waktu maghrib dan imsyakiyah pada warga setempat. Walau menempuh jarak panjang namun tak meyurutkan bara semangat di dada mereka. Subhanallah sekali semangat dan niatmu adik-adikku. Tetep istiqomah selalu di jalan Allah ya! Puasa yang rajin dan sungguh karena Allah.

Fight!
Ganbatte!





0 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters