Labels: ,

Nantikanku di Batas Waktu



“NANTIKANKU DI BATAS WAKTU”
oleh:
Novitasari Mustaqimatul Haliyah
Dyah Hutami Wulandari

FADE IN
00.LAYAR GELAP – TRADEMARK MUNCUL

CUT TO:

01.EXT. PASAR TRADISIONAL DI PINGGIR KOTA-PAGI
Pemain: Najla dan Raihan
Suara riuh para kuli angkut, pedagang yang menawarkan dagangannya dan peluit tukang parkir, ditambah lagi suara kendaraan sepeda motor. Najla, dengan tongkat di tangan kanan dan keranjang penuh sayuran di tangan kiri. Dia buta.
SFX : Terdengar suara teriakan pencopet dan pengejarnya, dan suara tongkat Najla yang terlempar.

NAJLA
(sambil meraba-raba)
Ya Allah, dimana tongkatku.

Raihan mengambil tongkat Najla dan menyentuhkan tongkat itu di tangan Najla. Najla mengucapkan terima kasih namun tidak ada jawaban.

CLOSE UP: Wajah Najla binggung dahinya mengkerut.

CUT TO:

02.INT. DISKUSI MAHASISWA DI SERAMBI MASJID-SORE
Pemain: Raihan, Rozak, Dede dan Figuran

Rapat pemuda Islam kampus, melingkar.

DEDE
Bagaimana untuk mengisi proker dari humas kita mengadakan bakti sosial?


ROZAK
Wah, boleh juga. Tapi kan ini sedang tidak ada bencana alam yang sangat membutuhkan pertolongan. Paling terkena angin ribut dan itu sudah ditangani pemerintah.

DEDE
Hlo Rozak-Rozak, kamu itu bagaimana? mau menolong ya gak harus nunggu ada bencana tho?

FIGURAN
Iya bener yang dikatakan Dede. Kamu itu bagaimana tho Zak?(beberapa orang terkekeh).

RAIHAN
(Mengeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum)

DEDE
Bagaimana kalau kita ke YPAC saja?

FIGURAN
Iya, boleh juga..setuju ya teman-teman?(serentak)Yaaaa… setujuuuu…!!!

RAIHAN
Baiklah.. kita sekarang susun panitia untuk mengadakan baksos tersebut.

Diskusi pebentukan panitia dan Raihan terpilih menjadi ketua pelaksana kegiatan Baksos.

CUT TO:
03.EXT. HALAMAN MASJID-SORE
Pemain: Raihan dan Rozak

Raihan hendak pulang. Ia menggenjot vespa bututnya, tetapi Rozak memanggil Raihan membawa handphone Raihan yang ketinggalan.

SFX: Suara sepeda motor/vespa.

ROZAK
(berlari, tersungut-sungut)
Mas Raihan, handphone!

CLOSE UP: Wajah Rozak terengah-engah.

RAIHAN
Astaghfirulloh, untung ada kamu Zak. Ini handphone meski butut sangat berharga. Jazzakallah ya.

ROZAK
(garuk-garuk kepala)
Waiyyaka, hehe.

RAIHAN
Ya sudah, Mas pulang dulu ya! Assalamu’alaikum.

ROZAK
Wa’alaikumsalam warohmatulloh. Hati-hati, Mas!

RAIHAN
(sudah jalan dengan sepeda motor, melambaikan tangan)
Ya!
CUT TO:
04.EXT. HALAMAN YPAC QAMRAA-SIANG
Pemain: Raihan, Dede, Rozak dan Figuran

Mobil pick up putih memasuki halaman sekolah anak cacat. Raihan menyusul berboncengan dengan Dede dan Rozak.



DEDE
Nah, ini Mas YPAC yang saya ajuin ke Mas. Di sini dihuni kurang lebih 30 orang tapi tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah dengan alasan belum tercatat sebagai yayasan nasional di pusat.

Raihan mengangguk-angguk, sembari memperhatikan bangunan yang hampir runtuh.
MOVE TO: Bangunan YPAC yang temboknya retak dan catnya mengelupas.
CUT TO:

05.INT. RUANGAN KANTOR GURU SEKALIGUS SEBAGAI RUANG TAMU-SIANG

Pemain: Najla dan Hasna

Hasna adalah salah satu murid di YPAC Qamra yang memiliki kelainan cacat kaki dan gagap dalam berbicara. Hasna terkena polio.

HASNA
I-I-Ibu guru, ibu guru...! a-a-ada dermawan da-da-datang, membawa banyak ba-ba-ju, makanan, dan buk-buk-ku.(lari dengan langkah yang pincang menuju ke kantor guru)

NAJLA
Siapa Hasna? Dermawan siapa?

HASNA
Ayo Bu Guru ikut saja, na-na-nti Hasna tunjukkan.
(mengambilkan tongkat Najla)

CUT TO:

06.EXT. TERAS YPAC QAMRAA-SIANG

Pemain: Najla, Raihan, Hasna, Rozak dan Dede

Anak-anak YPAC berebut barang-barang yang baru saja diturunkan dari mobil oleh Raihan dan teman—temannya (Rozak dan Dede). Najla muncul dari balik pintu dengan masih dituntun oleh Hasna. Raihan terkejut melihat Najla. Najla yang ia temui di pasar kemarin. Raihan merasa salah tingkah.

START MUSIC: Insan Bernama Kekasih (Unic)

MOVE TO: Pohon-pohon yang bergoyang-goyang terkena angin. Najla dengan jilbab berkibar.

Hasna berlari mengikuti teman-temannya. Najla merasakan sesuatu, merasakan keanehan dengan kehadiran Raihan dan kawan-kawan. Raihan dan Najla berusaha mengendalikan diri.
    
     END MUSIC: Insan Bernama Kekasih (Unic)

CUT TO:

07.INT. KAMAR KOST RAIHAN-SEPERTIGA MALAM TERAKHIR
Pemain: Raihan

Raihan telah menyelesaikan shalat tahajudnya. Jam menunjukkan pukul 03.00 WIB. Raihan membuka buku agendanya. Tiba-tiba Raihan membayangkan sosok gadis berjilbab ungu yang membawa tongkat tempo hari.

CLOSE UP: Wajah Raihan

RAIHAN
(kagum)
Cantik sekali.

Raihan kemudian tersadar lalu mengucap istighfar sembari mengusap wajahnya dengan telapak tangan.

CUT TO:

08.EXT. PENGABDIAN DI YPAC-PAGI
Pemain: Raihan,Najla, Pak Tomo, Figuran

Raihan turun dari motor dengan membawa berkas rekomendasi dari Rektor. Ia berjalan di koridor YPAC. Raihan terhenti di sebuah jendela yang tebuka. Raihan melihat Najla yang mengajar dengan sangat berwibawa. Lalu, Raihan melanjutkan berjalan menuju kantor kepala YPAC.



PAK TOMO
Silahkan masuk nak Raihan. Sudah bapak tunggu. Sudah bapak terima surat rekomendasimu. Bapak sangat senang sekali ada seorang mahasiswa yang benar-benar mau untuk melakukan riset di sini. Seperti yang nak Raihan ketahui. Bahwa di sini kekurangan tenaga pengajar. Hanya ada tiga orang. Pak Akhsan,Najla dan bapak sendiri. Padahal disini terdapat lebih dari 30 murid. Maklum mereka juga dari orang-orang pinggir kota yang notabene dari golongan yang tidak mampu.

Raihan mengangguk-angguk, semakin yakin akan pengabdiannya.

CUT TO:

09.INT.DI DALAM KELAS-PAGI
Pemain: Raihan, Najla, Hasna dan Anak-anak.

CLOSE UP: Wajah Raihan

RAIHAN
Assalamu’alaikum, adik-adik.

ANAK-ANAK
Wa-‘alaikum-salam-waroh-matulloohi-wabaro-katuh. (gaya anak-anak)

RAIHAN
Adik-adik, perkenalkan nama kakak Raihan. Kakak ingin mengabdi di sini, ingin bermain-main bersama kalian. Bolehkan?

CLOSE UP: Wajah Najla

Najla memperhatikan Raihan dan anak-anak dengan perasaannya. Ia tersenyum, kemudian berlalu. Raihan yang mengetahui Najla tersenyum pun kaget, lantas ia juga tersenyum.

ANAK-ANAK
Yaaaaaaaa...

HASNA
Hayooo, kak Reihan naksir sama kak Najla ya? (sambil senyum-senyum).

RAIHAN
Hust, Hasna. Ayo adik-adik kita mulai permainan kita. Lihat, kakak bawa apa?

                                           CUT TO:


10.EXT. TAMAN YPAC-SORE
Pemain: Najla dan Raihan

Najla sedang menyirami bunga dengan selang dan kran. Najla ingin mematikan kran yang dialiri air, namun tidak menemukannya. Raihan yang melihat itu segera tanggap dan Raihan mematikan kran.

NAJLA
(tersenyum)
Terima kasih. Kamu Raihan ya?

RAIHAN
(kaget)
Sama-sama. Iya, saya Raihan. Emm, mbak Najla bukan?

NAJLA
(masih mempertahankan senyum)
Iya.

RAIHAN
(mengangguk)
Owh...
Raihan dan Najla terdiam agak lama. Di hati mereka ada suatu gejolak.
CUT TO:
4 BULAN KEMUDIAN
11.INT. KANTOR NAJLA-SORE
Pemain: Najla, Raihan dan Pak Tomo

Najla mengetik di komputer khusus tunanetranya. Pak Tomo persis membuka-buka berkas laporan perkembangan anak-anak YPAC. Najla mencurahkan segala isi hatinya. Tiba-tiba dari komputer itu terdengar bunyi sirine, menandakan bahwa komputer yang dipakai Najla eror dan rusak.

SFX: Bunyi sirine mendengung.

NAJLA
(bingung)
Aduh, kenapa komputernya?

Raihan yang sedari tadi sibuk membaca-baca catatan akhir pengabdiannya langsung menghampiri Najla.

RAIHAN
Ada apa?

NAJLA
Ini, kayaknya komputernya eror.

RAIHAN
Sini aku lihat!

Raihan melihat komputer Najla yang masih berbunyi kencang.

RAIHAN
Mbak Najla, kayaknya komputer Mbak terkena virus.

NAJLA
Virus? (mengkerutkan keningnya, hingga alisnya menyambung menjadi satu).

RAIHAN
Iya, tetapi tenang. Saya punya antivirus. Biar saya perbaiki.

NAJLA
Oh, iya terima kasih.


Najla meraba-raba tongkat kemudian berlalu pergi ke dapur. Raihan pun mulai memperbaiki komputer Najla. Raihan menemukan sebuah file yang masih terbuka. File itu berisi curahan hati Najla tentang Raihan dan perjalanan menjemput jodoh Najla. Raihan tersipu malu, namun kagum.

CUT TO:
12.INT. DAPUR-SORE
Pemain: Najla

Najla meraba-raba kotak yang bertuliskan gula, teh, garam dan kopi. Ia ingin mengambil gula dan teh tetapi keliru mengambil kotak yang bertuliskan teh dan garam.
                                               CUT TO:

13.INT. KANTOR NAJLA-SORE
Pemain: Najla dan Raihan

Najla kembali ke ruangan kantor dengan membawa secangkir teh hangat. Raihan dengan tangkas menutup file tadi.Raut mukanya tersipu malu.

NAJLA
(menaruh secangkir teh di meja)
Raihan, ini!

RAIHAN
(masih dengan tersipu)
Terima kasih.

CLOSE UP: Wajah Raihan yang keasinan
Raihan meneguk teh yang disajikan oleh Najla. Namun ia merasa aneh dengan rasa teh yang disajikan oleh Najla.
RAIHAN
Emm, Mbak Najla. Ini teh rasa baru ya?

NAJLA
Rasa biasa kok, teh manis. Memangnya kenapa?

RAIHAN
Rasanya asin. Hehe…

NAJLA
Maaf, mungkin keliru ambil garam. Bagaimana?



RAIHAN
(tersenyum)
Beres.

                                           CUT TO:

14.INT. KANTOR YPAC-PAGI
Pemain: Raihan dan Pak Tomo

Hari itu Raihan telah dinyatakan selesai pengabdian. Ia harus kembali ke kampus untuk melaksanakan wisuda. Raihan membereskan berkas-berkas yang akan dibawanya pulang.

PAK TOMO
Nak Raihan, sudah akrab sekali dengan anak-anak ya? Apalagi dengan Najla. (terkekeh, menggoda).

RAIHAN
(tertegun sambil tersenyum)
Bapak bisa saja.



PAK TOMO
Mengaku saja. Gini-gini Bapak pernah muda, hehe. Lamar saja!

RAIHAN
(tersenyum)
Tidak mungkin Mbak Najla mau menerima orang seperti saya Pak. Hehe... Saya kan hanya anak seorang tukang becak, sedangkan Mbak Najla anak seorang pemilik yayasan. Anak orang kaya.

PAK TOMO
Hati orang siapa yang tahu? Dicoba saja!

RAIHAN
Kalau begitu dari mana Bapak tahu hati saya?

PAK TOMO
Kalau Nak Raihan bilang seperti itu, berarti benar kan dugaan Bapak? (tersenyum).Mending nikah dari pada tidak bisa menjaga pandangan. Bukannya hal itu malah dosa? Ingat surah An-Nur ayat 30-31. Allah memerintahkan kita untuk menjaga pandangan. Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah Iblis. Siapapun yang menghindarkannya karena takut pada Allah, Allah akan mengarunikannya keimanan, yang ia temui rasa manisnya dalam hati, HR Al Hakim.


RAIHAN
(Tersipu sambil tersenyum)

Pak Tomo berdiri mendekati Raihan. Ia menepuk bahu Raihan.

PAK TOMO
Benar kan, Nak Raihan? Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kimpoi, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya, HR Bukhori-Muslim.

Raihan hanya tersenyum.

Pak Tomo kembali ke tempat duduknya lalu membuka-buka berkas kembali.

PAK TOMO
Najla itu orang yang amat tegar. Sempat dahulu dijodohkan oleh orang tuanya, di hari pernikahannya calon suaminya membatalkan pernikahan itu dengan alasan tidak mau mempuyai istri yang buta. Dia juga sempat dijodohkan oleh pamannya dengan orang Makasar, tetapi saat waktu lamaran, calon suaminya malah menghinanya.

Raihan hanya tertegun. Pikirannya melayang pada sebuah catatan yang ada di komputer Najla waktu itu.


RAIHAN
Pak, saya pamit ya? (bersalaman)

PAK TOMO
Iya, Nak. Hati-hati ya! Semoga sukses wisudanya.

RAIHAN
Aamiin. Assalamu’alaikum.

PAK TOMO
Wa’alaikumsalam

CUT TO:

15.EXT. TERAS YPAC-PAGI MENJELANG SIANG
Pemain: Raihan, Najla, Pak Tomo, Hasna, dan anak-anak YPAC lain.

Anak-anak YPAC enggan berpisah dengan Raihan. Mereka menangis dalam dekapan Najla.

RAIHAN
(dengan berat hati)
Mbak Najla, saya pamit ya!

NAJLA
(tak rela)
I...iya.

RAIHAN
Assalamu’alaikum

NAJLA
Wa’alaikumsalam warohmatulloh

Raihan pergi dari YPAC. Di depan gerbang, ia kembali menengok bangunan YPAC yang sederhana, kemudian memandang Najla yang terlihat ikut bersedih akan kepergian Raihan. Sedang Pak Tomo tersenyum sambil melambaikan tangan pada Raihan.

CUT TO:

SEBULAN KEMUDIAN

16.INT. RUANG TAMU RUMAH NAJLA-PAGI
Pemain: Raihan, Ibu dan Bapak Najla, Najla

Raihan datang ke rumah Najla dengan maksud melamar Najla. Bapak dan Ibu Najla sangat menyetujuinya, tetapi semua itu juga tergantung Najla. Najla datang dengan membawa barang belanjaannya dari pasar.

NAJLA
Assalamu’alaikum.

SEMUA
Wa’alaikumsalam.

Najla merasakan kehadiran Raihan.

IBU NAJLA
Nak, sini! Duduk! Coba tebak siapa yang datang?

Najla menggeleng.

BAPAK NAJLA
Raihan, Nak. Kenal kan?

NAJLA
(ragu-ragu)
Raihan?

BAPAK NAJLA
Iya, Nak. Raihan datang ke sini untuk melamarmu.

RAIHAN
Iya, Naj. Saya ke sini dengan maksud baik melamarmu. Apa kamu mau jadi pendamping hidupku? Membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah bersamaku?


NAJLA
Raihan?

RAIHAN
Iya? Bagaimana?

IBU NAJLA
Bagaimana, Nak? Ibu pingin segera meminang cucu.

Najla hanya terdiam dalam renungan.

BAPAK NAJLA
Najla?!

NAJLA
Iya, Ayah. Kenapa?

BAPAK NAJLA
Bagaimana?

NAJLA
Emmm... Najla terserah Ayah saja.

BAPAK NAJLA
Kalau terserah ayah, ayah sangat merestui.

NAJLA
Tapi,Najla buta.

RAIHAN
Yang terpenting hatimu tidak buta, Najla. Aku inginkanmu menjadi bidadari dalam rumah tanggaku. Maka dari itu aku beranikan diri untuk melamarmu di hadapanorang tuamu.

NAJLA
Baiklah

Mereka tersenyum bahagia dan mengucap hamdalah bersama-sama.

CUT TO:

17.INT. RUANG TAMU RUMAH NAJLA-3 HARI KEMUDIAN
Pemain: Najla dan Ibu Najla

SFX: Terdengar bunyi telepon berdering.
Ibu Najla mengangkat telepon. Ia mendapat kabar bahwa ada pendonor untuk mata Najla. Ibu Najla sangat bahagia.

NAJLA
Kenapa Ibu?

IBU NAJLA
Nak, Alhamdulillah besok kita sudah bisa mulai operasi matamu. Nanti saat pernikahanmu kamu bisa memandangi suamimu.

NAJLA
Sungguhkah itu Ibu?

IBU NAJLA
Iya, Nak.

NAJLA
(tersenyum)
Alhamdulillah.




CUT TO:

18.INT. KAMAR RUMAH SAKIT-PAGI
Pemain: Najla dan para dokter operasi

Najla dioperasi.

CUT TO:

19.INT. KAMAR RUMAH SAKIT-SORE
Pemain: Najla, Ibu Najla, Ayah Najla, Dokter dan Pak Tomo

4 Hari sudah berlangsung semenjak operasi Najla. Kini perban yang membalut mata Najla sudah bisa dibuka oleh Dokter.

NAJLA
Ibu, apa nanti aku bisa melihat Ibu, Ayah dan Raihan?

IBU NAJLA
(menangis)
Insya’allah, Nak. Sabar ya!

NAJLA
Najla sudah tidak sabar ingin melihat kalian semua.

IBU NAJLA
(tergugu dengan air mata)
Iya Nak.

NAJLA
Dokter mana ya, Bu? Kok lama sekali? Najla sudah tidak sabar ingin melihat wajah Ibu.

Dokter pun datang.

DOKTER
Bagaimana keadaanmu, Najla?

NAJLA
Sangat baik,Dok.

DOKTER
Mari kita buktikan!

Dokter memeriksa Najla.

DOKTER
Hmmm, okey. Baiklah, perban sudah bisa dibuka sekarang.

Dokter membuka perban Najla. Perlahan Najla membuka matanya. Awal pandangannya agak kabur. Lalu lama-kelamaan menjadi jernih. Ia mencari sosok Raihan, tetapi tak ditemukannya. Lalu pandangannya tertuju pada Ibu, Ayah dan Pak Tomo yang menangis.

NAJLA
Ibu, kenapa Ibu menangis? Najla sudah bisa melihat wajah Ibu. Najla bahagia, kenapa kalian semua menangis?

PAK TOMO
Yang sabar ya, Nak!

Najla semain bingung. Ibu Najla memeluk Najla dengan erat.

CUT TO:

20.INT. KAMAR NAJLA-PAGI
Pemain: Najla

Hari ini hari pernikahan Najla. Di depan cermin Najla berdandan dan bergaya. Ia sangat bahagia mempunyai dua bola mata yang baru. Ia tak sabar inginbertemu Raihan.

CUT TO:


21.INT. RUANG TAMU-PAGI
Pemain: Ibu Najla, Najla, Ayah Najla, Ibu Raihan dan Ayah Raihan.

IBU RAIHAN
Maafkan kami, seharusnya ini hari pernikahan Najla dengan Raihan.

IBU NAJLA
Iya, Bu. Kami juga tak sanggup memberitahukan hal ini pada Najla.

Tiba-tiba Najla muncul dari kamarnya menuju ruang tamu.

NAJLA
Memberitahukan apa?

Sontak mereka semua yang berada di ruang tamu kaget. Najla mengulangi pertanyaannya lagi sambil duduk di sofa. Mereka semua terdiam dan tak ada yang menjawab.

BAPAK NAJLA
Najla sayang, ini ayah dan ibu Raihan.

NAJLA
Owh (menjabat tangan Ibu Raihan, dan menciumnya. Mengucapkan salam pada keduanya).

NAJLA
Raihan mana, Bu?

Semua terdiam, dan lagi-lagi tidak ada yang menjawab pertanyaan Najla.

NAJLA
Kenapa semua diam? Raihan mana? Bukankah hari ini hari pernikahan Najla dengan Raihan?

Mereka yang ditanya masih diam. Kemudian Ibu Raihan memberikan secarik kertas pada Najla. Najla membuka kertas itu dan membacanya.

Surat itu berisi bahwa Raihan mendonorkan matanya untuk Najla.

NAJLA
(tidak percaya)
Tidak mungkin! Ayah Ibu, mata ini?

Mereka semua mengangguk.

NAJLA
(menangis)
Tii...tidak mungkin. Tidak mungin ini terjadi. Raihan masih hidup kan? Kenapa dia mendonorkan matanya untuk Najla? Raihan tidak mungkin kecelakaan.

IBU RAIHAN
Yang sabar, Nak. Ini telah menjadi suratan takdir.

Najla berlari ke kamarnya.

CUT TO:
22.INT. KAMAR NAJLA-PAGI
Pemain: Najla

Najla lantas menangis memandangi matanya, lama sekali. Lalu tiba-tiba matanya beralih padasecarik kertas yang ada di atas meja riasnya. Ia mengambil dan membuka kemudian membaca.

SFX: Suara Raihan membaca surat.

SURAT:
Najla calon isteriku.
Pasti saat ini engkau sedang di depan cermin, memandangi dua bola mata yang tampak indah di pelupuk matamu. Aku ingin melihatmu yang tampak cantik dengan sepasang bola mata itu. Namun, maafkan aku. Aku tidak bisa menepati janjiku padamu. Sungguh, aku tidak pernah berniat untuk meninggalkanmu. Tapi ini telah menjadi suratan takdir kita. Aku tidak bisa bertahan lagi. Aku harus pergi menghadapNya. Mungkin kita memang tidak berjodoh di dunia. Sebagai gantinya, kuberikan mataku untukmu agar engkau bisa mengingatku dan kita saling terpaut meski kini kita berada di alam yang berbeda. Najla, Nantikanku di batas waktu. Raihan.

SOUND: Nantikanku di Batas Waktu (Edcoustik Nasyid).

Najla menangis penuh sesal dan lara.


END

2 comments

Tumpuanku Berkurang

Tadi pagi-pagi buta, kutatap jam dinding yang bertengger di kamarku. Buyar dan buram. Oh mungkin karena aku tak memakai kaca mata. Lalu kuraih kaca mata di mejaku dengan sigap, kukenakan dan kukembali menatap jam dinding yang masih bertengger di dinding kamarku, ternyata mataku makin kunang-kunang. Ada apa gerangan? Apa aku mulai kelelahan? Setelah tidur panjang?

Ah masih terlalu pagi. Namun, kuberanjak ke belakang, mengambil air wudhu. Kakiku terasa sangat berat untuk melangkah. Ya Allah, kenapa lagi? 

Ayah yang biasa mengantarku ke kampus sekarang masih di Bandung. Terpaksa aku naik kendaraan umum lagi, tak lain yaitu bus. Bus Savira, langgananku. Semalam aku bertekat dengan sebulat-bulat tekad, bahwa aku akan kuat. Aku pasti mampu. Tetapi, tekad itu sirna. Kakiku tak kuat lagi untuk menapak, meski hanya sekedar menaiki satu anak tangga. Aku terjerambab, hingga tulang-tulangku terkena pinggir-pinggir besi. Melewati anak tangga menuju ruangan kelas pun aku harus berpegang erat pada pegangannya, merangkak. Jadi teringat film Jepang "One Litre of Tears" yang tokoh utamanya kesulitan berjalan, tetapi ia tetap bersemangat dalam menapaki anak tangga satu demi satu. Bahkan ia sempat terjatuh terguling-guling, namun ia tak putus asa. Ia tetap tersenyum walau berat dan pahit. Teringat hal itu, aku pun semangat kembai menapaki anak tangga pagi itu.

Tumpuanku, satu-satunya harapanku untuk terus melangkah maju. Oh Allah, sungguh sabarkan aku dalam menjalani ini semua. Kutahu di balik ini semua Engkau simpan rahasia indah untuk hamba. Ya Allah, kuatkan aku.

0 comments

Jiwa Yang Bergejolak - Iri Padamu

Jiwaku bergejolak lagi. Penyakit hati itu menyerang lagi. Iri. Ya, aku iri padanya yang selalu bisa merasa bahagia. Aku iri padanya yang selalu beruntung. Aku iri padanya yang selalu banyak aktivitas bermanfaat. Aku iri padamu. Aku ingin pula sepertimu. Tapi, fisikku? Keterbatasan ini menghalangiku. Kau tau? Jiwaku kini bergejolak dahsyat. Iri hatiku semakin menggebu-gebu. Sungguh, dari dulu aku iri padamu dan ingin sepertimu. Aku ingin bisa jadi insan yang aktif dan bermanfaat sepertimu. Ingin mencapai kesuksesan dan prestasi yang gemilang seperti yang kau raih saat ini. Aku juga telah berusaha keras semampuku, tapi aku tak seberuntung kau. Aku ingin menyeimbangimu. Tapi kau selalu mampu meninggalkanmu. Aku ingin menyusulmu. Tapi kau kayuh kendaraanmu lebih cepat. Aku ingin menyamaimu, aku iri padamu, hatiku bergejolak. Inginku bersamamu menembus asa itu.
Cita-citaku dan kau memang berbeda. Kita tak mungkin sama-sama. Tapi paling tidak aku ingin meraih harapanku, sama sepertimu yang telah mewujudkan harapan-harapanmu. Kenapa kau selalu mampu mewujudkannya? Aku ingin sepertimu, kawan. Ajari aku!

Kau tau?
Kau selalu mampu menghipnotisku dan selalu membuatku terpana. Aku mengagumimu. Kau sungguh keren mempesona. Kau inspirasi bagi hidupku, meski kadang kau sakiti hatiku. Tapi rasa kagumku padamu tak kan pernah musna apalagi sirna. Tak kan pernah pudar, kawan. Kau inspirasiku.

Apa aku yang merasa lemah saja hingga kutak mampu menyusulmu? Berarti aku perlu berbenah diri. Menagguhkan diriku agar kelak aku bisa menyusulmu. Mengukir asa di atas sana. Menggapai cita, menggenggam harapan dan impian. Kawan, tunggu aku ya!

Aku yakin aku bisa menyeimbaingimu. Aku mampu menyusulmu. Dan kita akan bersama bergandeng tangan selalu.
Bismillahirrohmanirrohiim.
Semoga Allah meridhoi langkahku dan mengampuni iri di hatiku.
Aamiin...

0 comments

Aku Mirip Boneka, Lebih Imut kan?

Aku bukan boneka...
Boneka... Boneka...

Teringat lagunya Rini Idol-Aku bukan boneka. Ya, aku memang bukan boneka. Aku ini manusia yang sekarang lebih mirip boneka panda "PO" dalam kungfu panda dengan pipi tambun menggemaskan. Dahulu aku tak seperti itu. Dahulu aku sangat kecil dan pipiku sangat kecil. Tak ada yang gemas jika melihatnya. Sekarang? Banyak orang yang ingin mencubit atau sekedar untuk memegangnya.

Pipiku membesar bukan lantaran aku banyak makan. Awalnya aku bahagia karena aku kira berat badanku bertambah dari 34 menjadi 41. Ternyata dugaan dan perkiraanku salah. Semakin hari pipiku semakin membesar seperti bakpao, tetapi berat badanku semakin menurun. Aneh memang. Tapi bukan keanehan lagi. Ini telah menjadi ketetapan-Nya.

Sempat aku malu terhadap diri ini. Aku pun sempat protes pada-Nya, menangis tak terima. Fisikku mulai berubah. Yang dulu dikagumi kini dimaki. Sempat aku bermalas-malasan masuk kuliah karena aku malu terhadap diriku yang seperti boneka ini. Pipi membesar tubuh semakin mengecil. Aku malu pada teman-temanku, pada orang yang memandangiku dengan aneh, dengan tatapan menahan tawa dan geli.

Tapi naif sekali. Dasar bodoh. Kenapa aku harus malu pada manusia-manusia itu? Toh dia hanya manusia yang tak bisa berbuat apa-apa. Harusnya aku malu pada-Nya. Malu karena aku malu atas ketetapanNya. Harusnya aku malu karena aku bergelimang dosa, bukan malu karena fisik yang seperti ini. Kini kusadar, aku tak perlu malu lagi. Toh, aku tambah imut dengan pipi yang seperti ini. Setidaknya imut menurut diriku sendiri.

0 comments

Aku Juga Ingin Lebih Dicintai

"Allah lebih mencintai muslim yang kuat dari pada muslim yang lemah."

Hadits ini selalu terngiang dalam benakku. Aku takut. Aku juga ingin dicintai oleh-Nya. Tapi aku begitu lemah. Apakah aku tak pantas untuk dicinta? Adakah cara untukku agar aku menjadi kuat dan tangguh? Aku ingin menjadi muslimah yang kuat dan tangguh. Aku tak mau terlihat lemah dengan apa yang bersemayam di tubuhku. 

Tubuh ini dipenuhi dengan penyakit. Setiap hari harus konsumsi berbagai macam pil. Harus diet, konsumsi makanan yang bergizi, berprotein dan tanpa rasa karena tanpa garam. Aku harus lebih banyak istirahat, tak boleh terlihat beraktivitas. Padahal aku ingin aktif. Kenapa aku begitu lemah?

"Allah lebih mencintai muslim yang kuat dari pada muslim yang lemah."

Hadits ini selalu mengusikku. Hati ini tergugu, air mataku membanjir. Aku menyesali atas perbuatanku. Aku ingin memberontak tapi aku tak bisa. Aku juga ingin lebih dicintai. 

Ya Allah, apakah hanya dengan fisik ukuran lemah dan kuat itu?
Tidakkah ada cara lain agar aku mendapat kesempatan untuk Engkau cintai?
Kuat dan lemah dalam hal apa ya Robby?
Bila fisik yang menjadi ukurannya, 
niscahya hamba tak mampu kecuali Engkau mengubahnya
dan berikanlah kesabaran juga ketabahan padaku
Bila iman menjadi ukurannya,
Maka kuatkan iman dan taqwaku pada-Mu
Tautkan hatiku hanya pada-Mu

Sungguh hamba takut ya Allah.
Ampunkanlah daku yang tak bisa menjaga nikmat sehat karuniaMu
Aamiin

0 comments

Kiat Menghalau Kegalauan Remaja

Masa remaja adalah masa yang rentan, masa-masa labil, hatinya lebih sering merasakan kegalauan. Apalagi remaja yang hendak menginjak masa dewasa, seperti mahasiswa. Pikirannya makin kemana-mana. Galaunya makin kalut, berlarut-larut lagi. Payah. Mikir tugas kuliah yang menggunung, belum lagi ujian-ujian yang harus dihadapi pada minggu itu juga, skripsi menunggu untuk dikerjakan. Sering saya amati, mahasiswa-mahasiswa sekarang ini galau masalah "nikah muda". Kalau di UNS apalagi dilingkup aktivis-aktivis islami, pengompor nikah muda tak lain  ya Salim A. Fillah yang sering mengisi kajian-kajian nikah. Oops, kok malah ngomongin soal "nikah muda" sich? Jadi makin galau. Tak perlu dibahas yang satu ini.

Sebelum saya sampaikan kiat menghalau kegalauan, tau gak sich galau itu apa?
Menurut KBBI nich ya, galau itu merupakan pikiran yang tidak karuan. Nach, biar tidak pusing dan muter-muter mikirin galau, langsung saja dech simak kiatnya. Kiat ini saya dapat waktu GO KASSEN bersama Ustadz Abu Bakar Fahmi di Gazebo FSSR UNS. Menurut Beliau, cara menghalau kegalauan itu sebenarnya mudah, tergantung kitanya sich niat apa gak.

Pertama, Kita harus tahu konsep kehidupan terlebih dahulu. Dari mana kita berasal, mengapa kita hidup, dan ingin kemanakah kita. Allah telah berfirman dalam QS. Az-Zariyat: 56 yang berbunyi: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Nach, bila kita sudah memahami konsep kehidupan maka kita akan punya tujuan dan acuan yang kuat untuk bertindak.

Kedua, menghadapi masalah dengan tenang. Jikalau hati kita tenang maka kegalauan pun tak akan datang.

Ketiga, berilmu. Ini adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan jika ingin hati tidak kalut dan larut dalam kegalauan. Dengan berilmu dan menguasai ilmu kita tak perlu khawatir akan merasa galau. Ilmu itu bisa mengatasinya. Misal, ketika mobil kita mogok di tengah jalan, hujan badai, malam-malam dan kita tak mengetahui apapun tentang permobilan dan permesinan. Hati kita akan galau, takut kalau-kalau tiba-tiba ada perampok, bagaimana membetulkannya agar kita bisa pulang. Namun, jika kita paham akan permobilan dan permesinan, kita tak usah pusing-pusing. Tinggal ambil peralatan dan membetulkannya sendiri, selesailah.

Keempat, Berserah pada Allah. Jika kita mengalami galau yang memuncak dan tak tahu lagi apa yang harus kita lakukan, maka pergilah menghadap Allah. Segala problem yang kau alami adalah atas kehendakNya, maka serahkanlah masalah itu dan kembalikanlah pada Allah. Allah lebih tahu akan segalanya.

Hehe...bagaimana sobat semua? Galaunya sudah hilang belum? Kalau belum yang penting jangan sampai bunuh diri aja dech seperti yang terjadi di negeri-negeri Barat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca, terutama untuk para Galauers. Ingat, kegalauan tidak akan menyelesaikan masalah. So, jangan galau lagi yach! :D

0 comments
Labels: , ,

Wahai Saudariku, Kembalilah!

Wahai saudariku,
Di mana jilbab lebarmu yang dulu menjadi penjagamu?
Kenapa kau singkapkan hijabmu?

Wahai saudariku,
Di mana kelembutanmu yang dulu pernah meluluhkan hatiku?
Kenapa sekarang hatimu membatu?

Wahai saudariku,
Di mana semerbak harum akhlakmu yang dulu bisa mengubah duniaku yang blingsatan?
Kenapa kau ceburkan dirimu ke dalam busuknya comberan?

Wahai saudariku,
Di mana kalung ketaqwaanmu yang dullu sempat membuatku malu?
Kenapa kau buang hingga kalung taqwa itu berlalu?

Wahai saudariku,
Di mana tangan-tangan kekarmu yang dulu senantiasa berjuang di jalan-Nya?
Kenapa kau hancurkan hingga tanganmu memar penuh luka bakar api durjana?

Wahai saudariku,
Di mana lisanmu yang basah dengan dzikir?
Kenapa kini kering?

Wahai saudariku,
Di mana humaira yang penuh rasa malu di dadamu?
Kenapa kau tukarkan dengan kenistaan yang melulu?

Menjaga iffah, iman, dan keistiqomahan memanglah sulit, saudariku.
Tapi jangan menyerah! Kami tak kan melalaikanmu.
Berkumpullah kembali dalam barisan kami dan jangan kau berlalu pergi!
Jangan berpaling dari rahmat Illahi!

Hakikatnya kami pun lemah. Tapi kami tak ingin terlihat lemah dan menjadi lemah.
Kami juga bukan wanita-wanita tangguh dan sholihah.
Tapi kami berusaha menjadi tangguh dan sholihah.
Mari saudariku, bersama melangkah menuju hidayah!
Hamasah!
Keep istiqomah!
Baca basmalah agar lebih berkah!

oleh: Novitasari Mustaimatul Haliyah

0 comments
Labels: ,

Ledakan Big Bang-Aku-Kau


Kini kutahu, kusadari bahwa hidup kita telah berbeda. Aku dan kau bagai langit dan bumi. Dahulu pernah bersatu dan kini terpisah karena ledakan Big Bang yang dahsyat. Biarlah hal ini terjadi. Toh banyak hikmah yang dapat dipelajari. Terpisahnya langit dan bumi bukanlah tanpa alasan dan bukan tanpa tujuan. Engkau tahu? Ledakan Big Bang yang menyebabkan langit dan bumi terpisah membuat dunia baru tercipta. Dunia itu semakin meluas dan semakin meluas. Dengan harapan seperti ledakan Big Bang itulah kita berpisah. Meluaskan cakrawala dan jagat raya demi terciptanya kekuatan diri untuk mencapai cita mulia, mengabdi pada-Nya agar  hidup kita bermakna dan berarti. Langit dan bumi mengemban tugasnya masing-masing. Begitu pula kau dan aku punyai tanggung jawab masing-masing.


Tutuplah matamu kawan!
Bentangkan kedua tanganmu!
Rasakan seolah engkau terbang!
Bayangkan dalam keluasan fikirmu bahwa kau mampu melawan halang rintang!
Ledakan Big Bang ini adalah energi, Kawan!
Bukan sebuah ledakan yang membahayakan.
Berpisah demi kebaikan!

0 comments

Nikmat Tuhanmu Manakah Yang Kau Dustakan?

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?


Tubuh ini merinding membaca salah satu ayat dari surat Ar-Rahman ini.
Ya Allah, betapa aku selalu mengkufuri nikmat yang telah Engkau beri. Nikmat sehat, tak dapat kujaga.
Ya Allah, kini hamba tahu betapa indah nikmat sehat itu, nikmat hidup.

Ya Allah, saat ini hamba hanya bisa merintih sakit menahan semuanya. Semua terasa berat bagiku. Astaghfirulloh.

2 comments

Kunang-Kunang

Aku hanya mampu memendam rasa yang tak lagi berwarna jingga merah jambu
Tak tahu mengapa, tak tahu bagaimana rasa mendeklarasikan hal itu
Tiba-tiba hukum alam berkehendak
Vonis telah dijatuhkan tanpa ampun, tanpa ada lagi kesempatan untuk melonglong

tiada daya lagi yang bisa dikerahkan
semuanya kosong
tenaga telah terbakar hangus oleh merahnya neraka

kau pikir aku masih pink?
TIDAK!
neraka yang membuat kunang-kunang benderang dalam  cahaya telah kembali
kau pikir neraka jahat?
TIDAK
Neraka hanya wadah ajaib bagi orang-orang celaka
mereka patut dihukum

aku pun tak tahu kenapa neraka identik dengan kunang-kunang
aku sendiri tak tahu mengapa pikiran itu merasuk dalam benakku

oh iyaaa....
deklarasi hukum cinta telah berubah menjadi hukum kebencian!!!

0 comments
Labels:

Bintang di Langit


29 Agustus 2011
“Kasih, meski hatiku engkau tusuk berjuta-juta kali hingga luka ini mengenga, aku tetap mencintaimu.
Meski engkau ingin membunuhku perlahan-lahan dengan segala perasaanmu. Aku tetap menyayangimu.
Meski kau terjunkan aku ke dalam jurang kenistaan. Aku tetap mengagumimu.
Meski kau masukkan aku ke kandang harimau dan buaya. Aku tetap menginginkanmu.
Kasih, hatiku takkan pernah berubah sedikitpun. Meski kini kau telah memilih yang lain.
Aku akan tetap menanti dan merinduimu meski perih mendera menghujam dada.
Aku akan selalu berharap dan berdoa bahwa suatu saat nanti engkau milikku.
Meski hanya dalam mimpi semata.
Aku selalu mencintaimu karena-Nya.”

Perih batinku, tersayat-sayat mendengar curahan hati yang kini tak akan kudengar lagi. Fikiranku mengembara, menilik masa lalu yang kelabu. Masa lalu yang membuatku berada dalam lorong gelap tanpa cahaya. Masa lalu yang membuatku sungguh menyesal.

Tiga tahun yang lalu

“Assalamu’alaikum,” sapa gadis berperawakan kecil mungil, ia tersenyum manis padaku.
“Wa..wa’alaikumsalam,” sontak aku terkaget melihat sesosok gadis yang telah menjadi sahabatku sejak SMA. Ia datang ke kampusku? Tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Universitas Negeri Sukses dan Universitas Impian sangatlah jauh. Tapi ia datang. Sungguh sulit untuk aku percaya.
“Siapa dia?” tanya gadis sexi di sampingku.
“Oh, kenalkan! Ini Bintang, sahabatku. Bintang, ini Mirza teman satu kelasku,” jawabku dengan raut muka mendelik.
“Emm, Bin! Kok kamu bisa ada di sini?” tanyaku kemudian.
“Aku ingin melunasi janjiku padamu. Ini!” ungkap Bintang sambil memberikan rantang-rantang kecil yang dibawanya sejak tadi.
“Ini apa?”
“Ini makanan kesukaanmu. Aku sengaja masakin ini khusus buat kamu seperti janjiku dulu.”
“Janji apa?”
“Janji bahwa sebelum aku ke Jepang aku kan masakin masakan kesukaannmu.”
“Hehe… aku malah lupa. Maaf ya,” jawabku acuh.
“Ini!” sadurnya kemudian.
“Eeemm, tapi aku sudah kenyang. Aku sudah makan,” jawabku agak kecewa.
“Iya… aku tau kamu baru belajar masak kan? Baru belajar aja sok-sokan ngasih orang. Mendingan makanan itu dibuang ke tong sampah aja! Farhan gak akan mau makanan sampah seperti itu!” hujat Kania.
“Tapi…,” ungkap Bintang lirih.
“Tapi apa, huh! Han, ayo kita pergi dari sini!” ajak Kania sambil menggandeng dan menyeret tangan Farhan dengan paksa.
Aku tak mampu berbuat apa-apa. Aku hanya mampu menuruti kehendak Kania yang saat itu mengajakku pergi dari Bintang. Aku tahu hatinya saat ini kelu dan membisu terluka. Aku tahu bahwa ia telah berusaha keras membuatkan masakan itu untukku. Tapi, apa yang telah ia peroleh dariku? Aku mencampakannya dan meninggalkannya sendiri tanpa sepatah kata pun.
Bersambung…..

4 comments
Labels:

KIDUNG RINDU




“Salahkah daku menyimpan perasaan lebih dalam padanya?”
Kalimat itu selalu terngiang-ngiang dibenakku. Berputar-putar mengelilingi pikiranku. Naluriku bergerak laksana Buraq.
“Apakah salah, aku seorang wanita normal tertarik padanya yang gagah perkasa?”
Kalimat yang satu ini juga selalu terlintas di otakku.
Kalau hal itu boleh, mengapa aku tak boleh?
Kalau hal itu halal, mengapa untukku haram?
Alau hal itu benar, mengapa bagiku salah?

Fiiranku mengembara entah kemana.
Mungkin sedang berayun-ayun riang bahkan mungkin sedang berada dikutub selatan dan membeku kelu hingga tak sanggup melanjutkan harapan-harapan itu.

Aku adalah seorang gadis normal.
Rindu akan kasih saying dan belaian mesra penuh cinta
Aku, wanita kurang kasih saying
Andaikan, ada seorang pria sholeh dating melamar
Pasti takkan au tolak
Tapi…
Apa yang telah menjadi nyata?
Aku hanyalah wanita biasa yang mulai memikirkan
Mulai menunggu sang pangeran menjemput dengan cinta dan harapan
Semoga pangeran pilihan Tuhan akan segera dating
Semoga pangeran terbai anugerah Tuhan akan segera menjadi sosok pelndung dan pembimbing dikemudian hari.
Amiin.

1 comments

PENGAKUAN SEORANG GADIS 2

Perasaan aneh seorang wanita. Wanita memang sangat aneh. Selalu mengedepankan perasaan daripada logika. Meski perasaan kadang lebih benar daripada logika, tetap saja efek negatif yang mengedepankan perasaan sangat besar.
Simaklah cerita berikut ini!
Konon katanya manusia mempunyai kembaran yang berjumlah tujuh. Kini kita relevansikan dengan kisah seorang gadis yang sedang dalam zona pink, yang ada dalam tahta bunga-bunga warna-warni indah. Ia menyukai seorang pria. Namun sayang, pria yang ia sukai berada nan jauh di sana. Jauuuh. Sang gadis berada di ufuk timur pula Jawa, sedang sang pria berada di ufuk barat pulau Jawa. Kasihan sekali sang gadis yang harus memendam rasa cintanya sendiri. Cinta tak terbalas. Cinta dalam hati. Merana sendiri. Menangis-menangis sendiri. Melamun pun sendiri.
Ketika lonceng berbunyi nyaring, matanya terbelalak. Angin kencang namun perlahan meniup-niup kerudungnya dengan manja. Mengaburkan pandangannya di alam sekitar. Memfokuskan mata pada garis lurus yang berdiri tegak, membuat jantungnya berdetak kencang. Semakin lama detakan dan goncangan itu semakin kencang. Angin yang bertiup perlahan berubah menjadi angin ribut, angin badai. Dahsyat. Bergemuruh. Namun, sang gadis tak berkedip sedikitpun. Angin ribut yang membadai tak bisa menggoyahkan posisi duduknya. Ia tetap teguh, matanya tetap fokus pada garis lurus di hadapannya.
Masih membicarakan tentang M. J. Sesungguhnya bukanlah M. J. yang ia sukai. M. J. hanya cerminan dari seorang pria yang berada di ufuk barat pulau Jawa. Namun apa yang terjadi pada sang gadis? Ia tertarik pada M. J. Ia terpesona. Baginya memandang M. J. sama dengan memandang pria yang berada di ufuk barat pulau Jawa. Sungguh gadis aneh sedunia.

0 comments

PENGAKUAN SEORANG GADIS

Sekarang saya mengetahui hakekat Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Sebelumnya saya meminta maaf kepada ustadz Burhan Shadiq karena di sini saya bukanlah bermaksud untuk mengumpulkan tugas seperti yang Ustadz perintahkan. Saya hanya menceritakan ulang perjalanan seorang gadis yang tidak bisa menjaga pandangannya terhadap lawan jenis.
Esok itu masih remang-remang, dingin mencekam. Namun, rasa dingin tak menghalangi gadis itu untuk segera menunaikan kewajibannya. Entah hanya untuk menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslimah ataukah memang ia sungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Pagi ini sang gadis sangat bersemangat dalam aktivitasnya. Ia akan pergi ke sebuah forum diskusi yang akan dihadiri oleh banyak mahasiswa.
Perjalanan menuju kampus baginya adalah suatu yang membosankan. Mengapa? Karena bus berjalan sangat lelet, padahal ia ingin segera sampai di kampus. Ada apa gerangan di kampus??? Haha… mesti kalian sudah bisa menebaknya.
“Lihat-lihatlah bunga andai itu mekar, tiba saat mengucapkan selamat pagi. Masa depan semua mari kita bangun. Lalalalalalalala bernyanyi bersama. Saya hidup di bumi ini. Masa depan dengan kapal angkasa. Mari kita banyak-banyak berikhtiar! Menjadikan satu-satu kita wujudkan Kita hidup di bumi ini, pagi ini esok dan seterusnya. Masa indah sangat indah kota impian,” handphone gadis itu berdering, lagu doraemon.
“Heh! Cepetan! Ada M. J. , lho!” begitulah bunyi SMS itu.
Waktu itu sang Gadis telah tiba di gerbang kampus. Ia pun langsung berlari-lari riang.
“Hah, huh, hah, huh,” nafasnya terengah-engah saking semangatnya.
Ia terus berlari, berlari, dan terus berlari hingga akhirnya sampai di puncak. Setelah sampai di puncak Wow, ada sebuah cahaya menyilaukan. Cahayanya begitu terang hingga ia tak kuasa untuk menatapnya, melihatnya. Kemudian dengan sok cool, sok capek, sok polos, sok bego’ dan sok-sok yang lain ia mendekat ke sumber cahaya itu dan berkata,”Emm, maaf di sini tempat diskusinya ya?” (Padahal sebenarnya ia sudah tau)
Hahaha… karena ada M. J. . Cahaya yang menyilaukan itu tadi adalah M. J. Lebay yach??? Tak mengapa.
Diskusi pun dimulai. Kebetulan tempat duduk sang gadis berhadap-hadapan dengan orang yang disebut-sebut sebagai M. J. Dapat dipastikan, sang gadis yang begitu ngefans pada M. J. tak melepaskan pandangan sedetik pun terhadap M. J. bahkan ia senyum-senyum sendiri, nunduk-nunduk merasa malu sendiri. Astaghfirulloh, setan lihai sekali menggoda manusia. Dijadikan lawan jenis itu begitu indah dipandang. Bahkan, terjadilah dialog di antara tiga makhluk.
Makhluk pertama   : “Hei, jaga pandangan!”
Sang gadis yang menatap tajam M. J. sejenak menunduk sambil mengucap istighfar.
Makhluk kedua      : “Lihatlah! Ia begitu tampan bukan?”
Lalu, ia kembali mengangkat wajah, kembali menatap pemandangan indah di hadapannya. Indah sekali.
Gadis                      : “Subhanallah, terimakasih ya Allah.” (sambil senyam-senyum tidak jelas.
Makhluk kedua      : “Siip. YES!” (meninjukan kepalan tangan keangkasa, seolah-olah ia menang) “Weeeeek.” (melet ke arah makhluk yang pertama, nada mengejek)
Makhluk kedua hanya menggeleng sedih. Lalu keduanya menghilang.
Waktu ishoma pun tiba. Si Gadis pergi ke mushola dengan semangatnya, ia berharap bisa berimamkan M. J. tetapi harapannya gagal. Karena di mushola tak ada air untuk sekedar berwudhu, akhirnya ia balik ke ruang diskusi dan memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Tetapi sebelum itu, ia bertanya pada sahabatnya, “M. J. udah pulang ya?”
Pertanyaan yang membuatnya menyesal. Pertanyaan yang menyedihkan karena kali ini pandangannya terlepas.
“Belum kok, tuh tasnya!” jawaban yang membuat sang gadis merasa sangat lega.
Semangat makannya sangat luar biasa kali ini. namun, karena ia ingin segera menghadap sang Khaliq, ia hentikan makan siangnya dan segera menuju mushola lagi. Sesampainya di mushola kembali matanya silau oleh pemandangan yang sangat indah memukau. Siapa lagi??? M. J. sedang sholat di sana. Wow, indah. Ingin berimam padanya tapi harapannya sirna, ternyata itu rakaat terakhir. Sebenarnya ia bisa berimam dengannya, namun karena ia begitu terpesona dengan M. J. ia pandangi lagi M. J. dengan tatapan yang amat memukau pula. Ia bersandar di atas hijab kayu, bersandar dengan khidmatnya memandangi sang makhluk indah.
TIBA-TIBA ada seorang lelaki datang. Sontak ia sangat kaget, jantungnya berdebar kencang, wajahnya ranum memerah, ia tak bisa menyembunyikan rasa malunya. Reflex kala itu ia menjatuhkan diri di balik hijab. Hahaha, kagak bisa dibayangkan betapa malunya kepergok. Hahahaha…
Huft, terpaksa ia berimam dengan lelaki yang memergokinya tadi. Dengan rasa malu yang tak terbendung ia sholat, jangankan khusuk, sholat saja pikirannya melayang kemana-mana.
Setelah ritual selesai, ia kembali ke ruang diskusi. Di sana ia bercerita kepada sahabatnya tadi. Menceritakan kejadian yang sangat memalukan. sahabatnya itu pun tertawa.
Eh, tak disangka ada seorang senior bertanya, “Kenapa tho, Dik?”
Mereka berdua berpandangan, kemudian tertawa lagi. Senior itu semakin heran dan bertanya untuk kedua kalinya, “Kenapa? Ayo ungkapkan saja!”
Mereka berdua tetap tertawa dan tidak menggubris pertanyaan seniornya. Akhirnya seniornya bertanya untuk yang ketiga kalinya, “Kenapa tho? Hayoo ngaku!”
Huft, menyerahlah kedua bersahabat itu. Gadis itu mendekat ke arah seniornya dengan senyum termanisnya dan berkata, “ Tidak usah GR ya, Mas!”
Kawan-kawan, demikianlah Allah SWT menurunkan ayatnya bukan tanpa alasan. Semua ada manfaatnya. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menjaga pandangan karena hal itu tadi. Kita tidak akan bisa menjaga hati sebelum kita menjaga pandangan. Konon katanya ada pepatah “Dari mata turun ke hati”. Nach, maka kita harus jaga pandangan terlebih dahulu baru kita bisa menjaga hati kita.
Cinta boleh-boleh saja, ngefans boleh-boleh saja asalkan tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan oleh syariat. Memandang juga diperbolehkan asalkan tidak kebablasan seperti cerita tersebut.

1 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters