Labels: , ,

Kau Anugerah Terindah

Aku tak pernah mengira akan sebuah pertemuan ini. Pertemuan yang amat unik dan akan menjadi kesan tersendiri dalam hidupku. Aku masih ingat ketika itu, pertama kali aku sipertemukan denganmu. Kita ta'aruf, saling berkenalan. Waktu itu kita masih sangat polos, lugu dan culun. Tak mengapa kawan, toh kini insya'allah kita telah menjadi insan dewasa.

Masih teringat olehku juga, senyum tulusmu kala itu. Senyuman yang tak mengharapkan balasan, namun melihatmu tersenyum padaku aku jadi ingin membalas senyumanmu dengan senyuman yang paling manis yang aku miliki.

Huft, pertemuan ini merupakan anugerah yang tiada tara bagiku. Ini merupakan nikmat, karena kini kita telah menjalin sebuah "PERSAHABATAN." Indah bukan? Persahabatan berlandaskan iman. Kini kita juga berdiri tegak di jalan yang sama, berjuang yang sama. Kita akan selalu bersama kan? Karena aku tidak tahu harus melangkah bersama siapa ketika kalian meninggalkanku. Kalian adalah sadaranku, tempatku berbagi cerita, tempatku berkeluh kesah setelah pada Tuhanku.

Kalian adalah matahariku, yang menerangi hari-hariku. Kalian adalah pelangiku, yang memberi warna dalam hidupku. Aku bisa tegar karena kalian ada di sisiku. Aku bisa tersenyum karena kalian bersamaku, walau hatiku waktu itu sedang kelu. Kawan, kalian sungguh anugerah yang Allah berikan padaku, anugerah terindah.

Aku bisa bertahan menjalani hidupku ini. Terima kasih karena kalian telah menguatkanku. Di saat-saat aku sedang membutuhkan kalian, kalian selalu hadir. Kalian selalu berusaha membahagiakanku, walau jiwa dan ragamu tertatih, penuh peluh, dahaga. Aku ingin selalu bersama selamanya. Jangan pernah pergi dariku, karena aku tak sanggup kehilangan kalian.

Aku terbiasa dengan kalian di sisiku. Aku terbiasa melihat senyumanmu. Aku terbiasa mendengar canda tawamu. Aku juga terbiasa mendengar curhatanmu. Dan itu membuatku berfikir bahwa hidup ini indah. Terima kasih telah membuatku terus tersenyum walau sakit mendera. Sunggguh kau anugerah Allah terindah untukku :')

Kalian selalu menemani hari-hariku. Masih teringat ketika aku sakit, kalian menemaniku sampai harus bolak-balik ke rumah sakit dan bahkan kalian tidak tidur padahal kalian harus kuliah esok harinya. Terima kasih kucuapkan, beribu-ribu terima kasih aku ucapkan. Dan maafkan aku, aku sering melukai perasaanmu dengan candaku yang berlebihan.

0 comments:

 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters