Labels: ,

Mempelajari Surat Al-Kafirun


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Anak-anakku yang berkemajuan, bagaimana kabarnya? Alhamdulillah. Kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat dan sempat serta karunia iman, Islam dan ihsan. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Aamiin.

Kita awali pembelajaran jarak jauh online hari ini dengan membaca basmalah bersama. Bismillahirrahmanirrahim.

Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari Surat Al-Kafirun. Surat ini sering kita baca juga pada waktu di sekolah dan pada saat menjelang tidur, bersamaan dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi dan Al-Mulk. Hayo, apakah anak-anak hingga sekarang masih mengamalkannya? Semoga tetap istiqamah ya agar kita mendapatkan rahmat-Nya. Aamiin.
__________________

Surat Al-Kafirun (orang-orang kafir) adalah surat yang ke 109 di dalam Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari enam ayat dan tergolong surat Makkiyah.

Surat Al-Kafirun dinamakan surat Al-'Ibadah karena surat ini memproklamirkan ibadah hanya kepada Allah dan takkan beribadah kepada berhala yang disembah orang kafir. Dinamakan pula surat Ad-Din sebagaimana ayat terakhir.

Nama lainnya adalah surat Al-Munabadzah dan Muqasyqasyah. Dinamakan Muqasyqasyah atau Muqasyqisyah (penyembuh) karena kandungannya dapat menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan.

Dalam konteks akidah dan ibadah, kita mempunyai prinsip bahwa tidak ada kompromi antara orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman melalui surat Al-Kafirun.

Dalam hal akidah dan ibadah, kita harus bersikap tegas dan tidak boleh bertoleransi dengan mengikuti ibadah pemeluk agama lain. Namun, agama Islam mengajarkan kepada kita untuk bersikap baik dan bertoleransi dalam hal muamalah. Kita tidak boleh mengejek, menghina atau mencela orang yang memeluk agama lain karena sikap demikian merupakan sikap yang tercela.



Mengenai asbabun nuzul (sebab turunnya) surat Al-Kafirun ini, Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa orang-orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan menyembah Allah selama satu tahun. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat ini.

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait asbabun nuzul Surat Al Kafirun ini. Bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mengatakan, "Wahai Muhammad, marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini. Jika ternyata agamamu lebih baik dari agama kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamamu. Jika ternyata agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam agama kami".

Penawaran seperti itu adalah penawaran yang bodoh dan konyol. Maka Allah pun menurunkan Surat Al-Kafirun sebagai jawaban tegas bahwa Rasulullah berlepas diri dari agama mereka.

Dalam surat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya agar mematahkan ketamakan orang-orang kafir yang ingin menyamakan diri dengan Rasulullah dalam menyerukan kebaikan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tetap akan menyembah Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Shubhanahu wa Ta'ala, dan orang-orang kafir pun tetap menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak memberi mereka kebenaran. Mereka mengikuti agama yang mereka warisi dari nenek moyangnya.

Selanjutnya, mari kita membaca, menghafal dan mengkaji surat Al-Kafirun agar mampu mengamalkannya dengan baik. Anak-anak dapat mengklik gambar di bawah ini untuk memperbesar ukurannya.






Nah, menarik, kan? Untuk lebih mendalaminya, Bapak Guru meminta anak-anak untuk melanjutkan membaca buku paket. Terus baca, baca, baca, karena budaya Iqra' adalah aktivitas berpahala yang diperintahkan Allah Shubhanahu wa Ta'ala. Terima kasih. Semoga Allah memberkahi anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 comments:

 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters