Labels: ,

Terima kasih Atas Cinta-Mu

Hidup ini memang selalu dipenuhi dengan cobaan dan masalah. Jalan yang berliku dan bebatuan, terjal. Dataran bumi yang berombak tak rata, ada gunung menjulang, bebukitan, juga ada jurang yang dalam. Inilah bumiku.
Diriku? Sama halnya dengan bumi, dalam ketenangan dan keteraturannya, hatiku pun juga berombak. Kadang dilema kadang bahagia. Aku yang selalu mengeluh akan semua takdir yang diberikan oleh-Nya. Astaghfirulloh.

“Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini yang selalu mengeluh dan tidak pernah bersyukur.”

Penyakit ini...
“Allah, hamba tahu Engkau sangat menyayangiku”

Hinaan itu...
“Allah, hamba tahu itulah ujian untuk hamba-Mu yang hina ini”

Meski fisik ini berubah seiring berjalannya waktu,,,
“Ya Allah, izinkan hati hamba tetap mencintai-Mu dan tidak pernah kufur apalagi memberontak pada-Mu”

“Allah, banyak sekali orang yang senantiasa menghina dan jijik atas keadaan diri hamba. Alhamdulillah, hamba yakin inilah cinta dari-Mu untuk membuat hati hamba lebih kuat.”

“Tapi Allah, di sisi lain ada teman-teman surgawi yang senantiasa memotivasi hamba agar hamba tetap bertahan dan berjuang dalam kondisi apapun. Alhamdulillah, inilah sayang-Mu pada hamba agar hamba lebih kuat.”


“Maafkah hamba yang tidak bersyukur, padahal Engkau selalu mencintai dan menyayangi hamba”

0 comments
Labels: ,

KISAH KESETIAAN SEPASANG KEKASIH


Siang ini sangat terik. Sinar matahari menyengat kulit-kulitku meski sudah kututupi dengan jaket tebal dan jilbab lebar. Siang ini sungguh sangat panas, sepanas hatiku yang sedang merasakan sebuah kekecewaan karena sebuah kesetiaan yang ternodai. Siang ini selepas kuliah, kubawa sepeda motorku melaju ke kost. Ingin kulepaskan semua kesedihanku di sana.
Namun, di pinggir jalan aku melihat sepasang kekasih. Mungkin bagi orang-orang, mereka tidak berarti. Tapi bagiku, mereka sangat berarti dan penting. Sepasang kekasih yang membuatku sangat kagum hingga aku menangis di jalan sembari mengendarai kuda besiku. Semenjak pertama kali aku bertemu mereka waktu aku masih mengenakan seragam putih abu-abu. Aku kagum pada sepasang kekasih itu. Waktu itu, aku bertemu mereka di sebuah angkutan umum. Mereka naik berdua, saat itu aku terpaksa harus memberikan tempatku untuk sepasang kekasih itu. Mereka selalu bersama, bergandengan tangan. Hal yang sama aku temui saat ini. Sepasang kekasih itu masih terus bersama, memadu cinta, memadu kasih. Masih tepat sama, mereka bergandengan tangan. Sebuah kesetiaan yang tidak lekang oleh waktu, aku kagum pada sepasang kekasih itu. Aku bangga pada mereka masih bisa mempertahankan cinta hingga sekarang. Hal yang saat ini tidak aku miliki
Akankah suatu saat aku dan kekasihku kelak akan memiliki kesetiaan seperti itu? Aku ingin mengungkapkan kekagumanku pada mereka tapi ketika aku ingin bersua dan mengungkapkan hal itu, mereka tidak bisa aku temui.
Kakek-nenek yang memadu kasih cintanya dengan berjualan kemucing, berjalan berkilo-kilo meter. Nenek yang menggandeng suaminya yang buta. Masya’allah, aku ingin menitikkan air mata.
Allah, karuniakanlah kepada mereka (sepasang kekasih itu, kakek-nenek) kebahagiaan. Aamiin.

0 comments
Labels: ,

Definisi Cinta dan Cinta

CINTA adalah untaian huruf yang senantiasa membuat jiwa-jiwa yang merasakannya dimabuk kepayang. Cinta adalah anugerah tapi juga musibah, tergantung sikap kita dan bagaimana cara memaknai sebuah "CINTA" yang bercokol di hati kita. Semua orang, setiap jiwa pasti merasakan cinta bahkan seekor ayam sekali pun.

Cinta... dengan bermacam definisi yang menyertainya. Ada yang mengartikan cinta itu "sempit" sebatas rasa tertarik dengan lawan jenis. Namun, ada juga sang pasien cinta yang memandang cinta itu luas, seluas jagad raya bahkan lebih luas.

Cinta...
sebuah kata yang tak akan pernah habis dibahas...

"Ya Allah, Sang Pemilik Cinta sejati, terima kasih telah menganugerahkan cinta dan memberikan cinta pada hamba-Mu yang rapuh ini. Tanpa cinta-Mu, hamba bukan siapa-siapa. Tanpa cinta-Mu, hamba tak mungkin tercipta."

"Allah, jaga hatiku agar hatiku selalu cenderung pada-Mu, Pemilik cinta haqiqi."

"Allah, teguhkan cintaku pada-Mu dan jauhkan hamba dari cinta makhluk yang mengelabui."

"Allah, cintakan aku pada sesuatu yang jua Engkau cintai"

Allah...
Allah..
Allah...

Cintakan aku pada-Mu
selalu
senantiasa
selalu
selamanya....


0 comments
Labels:

Antara Harta dan Cinta

Aku mencintaimu

TULUS...
Bukan karena materi semata...
Aku mencintaimu...

IKHLAS
Bukan karena harta...
Aku mencintaimu...

TERUS
Tak lekang oleh waktu...
Tak pupus karena itu
"Harta" yang melulu

Aku mencintaimu
dan sangat mencintaimu...
meski tanpa harta

Bagiku...
cintamu cukup berharta bagiku

Di mataku
"CINTA"mu adalah harta yang sangat berharga

Di dadaku
namamu tertulis dengan tinta emas...
terpahat
dan itulah harta karun yang tak ternilai harganya...
mahal
dan itulah HARTA yang sesungguhnya...

Aku mencintaimu
dan kau harus mencintaiku
bukan karena harta
tapi karena cinta adalah harta...

0 comments
Labels: ,

Anak Pertama


Teringat ketika kanak-kanak, ketika mendengar musik India. Hati tergerak untuk segera mengambil selendang dan berjoget mengikuti irama. Menari-nari seperti tiada beban, tanpa dosa yang bergelantungan dan ceria tiada tara. Menari-nari riang dengan senyuman yang mengembang, tidak ada rasa malu sedikit pun. Huft, masa kanak-kanak yang tidak pernah terlupakan. Masa yang indah. Masa di mana belum mengerti akan amanah dan tanggung jawab.

Ingin rasanya kembali ke masa itu. Ceria dan selalu dimanja. Bahagia dan selalu dicumbu mesra oleh ayah-bunda. Kini? Semakin dewasa justru semakin merana. Karena apa? Tugas dan tanggung jawab yang dipikul semakin banyak. Ditambah lagi hidup sebagai anak pertama, kakak dari adik-adikku. Terasa semakin berat saja. Keteladanan? Ya, sebuah keteladanan yang harus kuberikan kepada mereka. Kehati-hatian dalam bertindak harus sangat diperhatikan, karena semua akn dilihat dan dijadikan contoh.

Anak pertama sebagai tolok ukur berhasil atau gagalnya orangtua mendidik anak-anaknya. Anak pertama yang selalu dijadikan ukuran dari segala bentuk sebab dan akibat. Anak pertama. Ya lagi lagi anak pertama. Aku anak pertama sebagai mahasiswa. Dirasa masih kanak-kanak, tapi tahukah kamu bagaimana rasanya sebagai anak pertama yang hidup di desa sekaligus sebagai mahasiswa? Mahasiswa di desaku sangatlah jarang bahkan akulah satu-satunya dari generasiku. Dan ini adalah tanggung jawab yang besar bagiku, mengingat kata-kata "Bali deso, bangun deso"

0 comments
Labels:

Di Bawah Bayang-Bayang Kartini


Bulan April merupakan salah satu bulan yang istimewa di kalangan perempuan dan akademisi selain bulan Maret dan Desember. Di bulan April, Anak-anak sekolah, guru-guru, dan PNS-PNS mulai dari TK sampai SMA berpakaian menurut adat daerah masing-masing. Tidak hanya berpakaian adat saja, tetapi juga dilombakan. Ada apakah gerangan di bulan April?
Ya, Hari Kartini. Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April, fungsinya untuk mengenang jasa-jasanya selama ini. Kartini adalah sosok wanita tangguh cermin masa itu. Di tengah masyarakat yang masih kolot akan pendidikan, beliau mencoba melakukan gebrakan.
“Seorang perempuan tidak membutuhkan pendidikan. Ia hanya boleh berkutat pada 3Ur (Kasur, Dapur, dan Sumur).”
Itulah stigma yang menancap kuat dalam jiwa-jiwa perempuan zaman R A Kartini dahulu, bahkan stigma tersebut mungkin saat ini juga masih melekat kuat pada diri seorang perempuan di zaman modern ini. Di tengah masyarakat yang masih berfikiran kolot seperti itu, Kartini terus berjuang dan berjuang agar seorang wanita juga bisa belajar, dan memperoleh pengetahuan. Kartini pun juga merupakan sosok perempuan yang cerdas. Beliau selalu mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya. Kumpulan surat-suratnya dengan sahabat penanya membuahkan hasil yang sampai sekarang karyanya bisa dibaca dan dipelajari. Dalam surat-suratnya itu, Kartini yang awalnya sangat mengagumi pemikiran dan pergaulan model Barat, setelah mengenal Islam dari gurunya kyai Sholeh bin Umar, pemikiran kebarat-baratannya menjadi berubah. Kartini masa itu sangat terkesima dengan surat Al-Fatihah yang dibacakan oleh Kyai Sholeh bin Umar. Semenjak saat itu Kartini giat mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh juga tanpa keraguan sedikitpun. Setiap ilmu yang disampaikan oleh Kyai Sholeh bin Umar dengan segera dipalikasikan dalam kehidupan sebari-hari.
Sangat berbeda dengan kita. Pada masa itu, masa pendudukan Belanda yang notabene sangat sulit mendapatkan sebuah pendidikan dan secuil ilmu, Namun, Kartini teguh di jalannya. Baginya, menuntut ilmu tiada jemu. Halangan dan rintangan tidak akan pernah menjadi beban. Kita? Kita hidup di zaman modern yang mengedepankan pengetahuan dan teknologi, tetapi kita enggan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, bahkan sering kali kita membolos kuliah hanya untuk kesenangan belaka. Ada kajian dimana-mana, tapi selalu tidak dihiraukan, acuh-tak acuh telah menjadi sifat harian. Naudzubillah. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita, seorang muslim untuk senantiasa menggali ilmu pengetahuan, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, dan tidak lupa untuk mengaplikasikannya dalam bentuk amalan-amalan sholih.
Di era modern ini, Kartini pemegang simbol intelektualitas dan emansipasi perempuan. Sekarang, seorang perempuan yang berpendidikan tinggi bukan lagi menjadi sesuatu yang langka, bahkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, kebanyakan siswa dan mahasiswanya adalah kaum perempuan, tenaga pengajarnya pun juga seperti itu. Hal ini menjadikan kapasitas berpikir perempuan bisa menjadi acuan. Ada pepatah mengatakan, di balik seorang laki-laki yang hebat, ada seorang perempuan yang hebat pula. Pepatah ini memang sudah teruji kebenarannya. Kita bisa mengambil teladan pada zaman Rasulullah dahulu. Rasulullah adalah sosok laki-laki yang sangat hebat, mempunyai peran yang sangat penting bahkan Beliau mendapat nominasi laki-laki terbaik seluruh zaman. Lalu siapakah yang berada di sampingnya? Siapa perempuan yang mendukungnya? Merekalah perempuan hebat sekelas Khadijah, ‘Aisyah binti Abu Bakar, Sudah bin Zam’ah, Hafshah binti Umar bin Khattab, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Juwairiyah binti al-Harits, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, Shafiyah binti al-Harits, dan Mimunah binti al-Harits. Mereka adalah istri-istri terhebat yang dipilihkan Allah untuk menjadi pendamping yang senantiasa mendukung dan menyokong dakwah Rasulullah Muhammad.
Jadi memang benar, menjadi seorang perempuan harus memiliki pengetahuan yang lebih karena kelak ia akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak, menjadi seorang ibu yang wajib mendidik anaknya. Jika tidak memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, dengan apa kita mendidik anak-anak kita nanti? Tanpa ilmu dan pendidikan, mau dikemanakan agama dan bangsa kita nanti? Bercerminlah pada Kartini yang terus berjuang untuk mengedepankan ilmu!

Dimuat di buletin Tazkia edisi April minggu pertama.

0 comments
Labels: ,

Muslimah El-Husna dan Kreasi Bunga Sabun


0 comments
Labels:

Mata Cinta



Lagi-lagi berawal dari sepasang bola mata, pandangan yang merasuk dalam dada. Membelenggu relung-relung jiwa dalam nada-nada cinta. Dan lagi-lagi membahas persoalan cinta. Sebuah topik yang tak pernah lengkang oleh usia, tak pernah habis diutarakan, ditulis atau dilaksanakan. Sebab katanya, cinta adalah kata abadi. Dan konon katanya, Sang Khaliq menciptakan makhluk-Nya dengan kecintaan.
Aku rindu akan cinta itu, katanya dalam senandung lagu ciptaannya.
Biar kuceritakan soal cinta padamu.
Cinta itu selalu memberi dan menenangkan. Cinta seorang ibu pada anaknya. Cinta itu selalu menemani dan penuh dengan janji suci. Seperti sepasang merpati yang mengadu janji kala itu, tak pernah mengingkari. Cinta itu pengorbanan, bahkan pengorbanan dengan jiwa atau nyawa sekalipun, seperti seekor belalang ketika bercinta, yang jantan rela menyerahkan hidupnya pada sang betina. Cinta itu keikhlasan, seperti seorang ibu yang mengandung calon anaknya selama Sembilan bulan sepuluh hari.
Cinta itu madu.
Cinta itu adalah warna merah muda, warna percampuran putih dan merah.
Cinta itu rasa. Asin, manis, pahit, pedas adalah rasa-rasa cinta.
Cinta itu gado-gado,
Cinta itu kopi, yang mengandung kafein. Setiap penikmatnya pasti ingin selalu meneguknya.
Cinta itu ibarat coklat, yang manis tapi pahit, membuat orang tenang tapi kecanduan.
Cinta itu tersusun dari lima fonem dan membentuk satu morfem bebas, dengan makna yang sangat-sangat-sangat luas.
Cinta…
Hmmm…
Setiap makhluk pasti memiliki rasa cinta karena memang kita dikaruniai sepasang bola mata dan segumpal daging dalam dada, HATI.
Setiap makhluk pasti pernah merasakan nikmat dan sengsaranya cinta.
Cinta, ada tangis dan ada tawa
Ketika ada tawa dan canda tak akan seru jika tak diselingi dengan air mata.
Oh, lagi-lagi berkaitan dengan mata.
Cinta dan mata…
Apakah itu?
Kalau mata dan cinta?
Hmmm…
Mata adalah indera manusia yang dipergunakan untuk melihat, memandang, menonton, melototin orang, memandang, mengintip, melirik.
Ada pepatah yang berkata, Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.
Memang benar… ketika kita melihat atau menelisik pada ayat suci Al-Qur’an, surat cinta-Nya yang abadi nan haqiqi.
Dalam surat cinta-Nya QS. An-Nuur ayat 30 dan 31, bahwa kita diperintah untuk menjaga pandangan.
Pandangan, lhooo?
Waaah, itu mah berurusan dengan mata. Maka biar cinta kita tetap terjaga, kita harus menjaga mata, menundukkan pandangan, istilah kerennya gadhul bashar.
Yuk, bersama-sama menundukkan pandangan agar cinta dan hati kita terjaga. Berbondong-bongong atau bergotong royong akan memudahkan kita dalam melakukan hal yang berat. Mungkin bagi sebagian orang menundukkan pandangan itu berat, terbukti masih banyaknya foto-foto diri yang beredar di dunia maya. Ini menundukkan pandangan gak ya? Menjaga diri atau malah menyerahkan diri ya? Hmm…

0 comments
Labels:

PUISI CINTA "Antara"



Antara es dan salju…
Antara kapas dan batu,
Panas dan beku, kerikil dan debu, putus dan bersatu.
Itulah bedanya ia denganku.
Bagai langit dan bumi yang tak pernah bersatu
Namun saling membantu
Itulah CINTA…!

Ketika tidak bisa memiliki, tetaplah tegar karena semua itu adalah ketentuan terbaik bagimu.
Tak usahlah bersedih tak dapatkan hatinya,
Masih ada Ia yang kan selalu memberi hati dan cintaNya untukmu,
Selalu dan selamanya.
CintaNya haqiqi,
Cinta yang tak pernah mati dan tak pernah menyakiti.

*Puisi ini kupersembahkan untuk seseorang yang telah pergi dari hatiku. Selamat jalan cinta! Semoga engkau bahagia bersamanya. Semoga Allah, Sang Pemilik Cinta Haqiqi selalu mencintaimu dan mencintainya. Semoga engkau selalu dalam lindungan-Nya. Semoga ridho-Nya selalu menaungi langkah-langkahmu.


0 comments
Labels: ,

INDERA CINTA


Semua berawal dari cahaya yang masuk menuju kornea, aqueous humor, pupil, lensa, vitreous humor, retina kemudian dilanjutkan ke saraf optik dan kemudian diproses di lobus osipetal. Seraingkaian jalur-jalur itu mengubah cahaya menjadi sebuah bayangan yang diproses ke dalam otak, lalu tak lama kemudian menjelma menjadi sebuah benda yang terlihat indah. Itulah keajaiban indera kita yang tertempel pada dinding-dinding kepala, melengkapi wajah kita yang ayu atau tampan.
Awal sebuah dari itu semua memberikan reaksi pada organ lain. Ketika mata telah dirasuki, kemudian otak telah dipengaruhi, selanjutnya adalah hati yang akan diperangi. Maka harus hati-hati membentuk pertahanan. Perlu menyiapkan panglima yang tangguh, dan pasukan-pasukan yang pantang menyerah. Membuat benteng yang kokoh agar tak mudah rubuh.
Dari kornea, saraf otak, kemudian hati. Hati tempat cinta berlabuh.
Ada bermacam-macam hati. Ada yang lembut bagai salju, ada juga yang keras bagai batu. Hati-hati pada cahaya yang membawa virus pink. Ia akan mencoba menghancurkan sistem saraf otak osipetal, dan perlahan-lahan mulai mendobrak gerbang istana hati kemudian memporak-porandakan dan mencuri mutiara yang ada di dalamnya. Mutiara yang sangat mahal. Hati yang keras belum tentu bisa bertahan. Ingatkan ketika air yang menetes di atas batu secara terus-menerus, kemudian membuat batu itu berlubang? Begitu pula, halnya hati yang keras ibarat batu itu, jika dijejali dengan virus pink yang memabukkan mungkin lama-kelamaan akan luluh juga. Namun berbeda ceritanya ketika hati telah memiliki kekuatan penuh, panglima tangguh, dan pasukan tak mudah menyerah. Hati yang telah memiliki pertahanan seperti itu akan memfilter apa-apa yang akan memasuki istana, ia akan memilih virus cinta yang positif, seperti cinta padaNya yang haqiqi.
Ini adalah gambaran dari hati seorang manusia yang senantiasa mengenal cinta dan membutuhkan cinta juga member cinta. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa yang namanya CINTA atau virus pink tidak dapat dipisahkan dari makhluk-Nya, entah manusia atau binatang. Bahkan, binatang yang buas sekalipun seperti singa atau buaya akan selalu menjaga anaknya dengan cinta dan kasih sayang.
Seringkali mungkin kita menjumpai cinta karena terpentok pandangan mata. Kecantikan atau ketampanan fisik mengundang mata untuk memprosesnya ke dalam hati seseorang. Namun, hati yang memiliki pertahanan kuat dan pengetahuan tak akan segampang itu memilih cinta hanya lewat ketampanan dan kecantikan fisik. Hati yang kuat akan memilih hati yang kuat pula, dan itu alamiah. Bahkan dalam kalam-Nya yang suci juga telah disebutkan bahwa laki-laki yang baik itu untuk perempuan-perempuan yang baik pula begitu sebaliknya perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan tolok ukur dari baik adalah segumpal daging yang ada dalam tubuh manusia, hati.

0 comments
Labels:

Galau Gara-gara Valentine's Day? Gak Banget

Katanya bulan februari itu bulan yang penuh dengan rona pinky-pinky, karena di bulan itu ada hari yang dinamakan Valentine’s Day. Valentine’s Day diperingati setiap tanggal 14 Februari. Orang Indonesia dan orang-orang di seluruh belahan dunia merayakan hari ini sebagai hari kasih sayang. Momen Valentine’s Day ini dirayakan dengan acara saling memberi coklat pada orang yang dicintainya sebagai simbol rasa cinta. Valentine’s day juga digunakan sebagai sarana untuk ajang tembak-tembakan, maksudnya sebagai momen hari untuk mengungkapkan cinta pada lawan jenis, lalu setelah itu pacaran dech.

Nach, sebagai seorang muslim apakah kita harus ikut-ikutan acara begituan? Galau dibilang gak gaul gara-gara gak mau ikutan? Padahal nich yach, Valentine’s day itu hari rayanya umat nasrani. Boleh gak sich hanya sekedar memberi ucapan selamat atau menerima coklat pemberian?

Sebelum ke arah sana, alangkah lebih baiknya kita menengok bagaimana sejarah Valentine’s day. Sebenarnya banyak sekali versi yang mengisahkan tentang sejarah Valentine’s day, tetapi kali ini hanya akan diungkapkan beberapa versi saja ya, insya’allah sudah menyangkut semuanya kok karena pada intinya sama.

Versi pertama, Valentine’s day itu diduga berasal dari sebuah perayaan Lupercalia, yaitu sebuah rangkaian perayaan upacara pensucian terhadap dewi cinta, Juni Februata pada masa Romawi kuno. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis dalam kotak. Kemudian, setiap pemuda mengambil nama-nama itu secara acak, dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangan laki-laki itu selama semalam suntuk untuk ‘bersenang-senang”. Ketika agama Kristen katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan memperbaharuinya dengan nuansa kristiani. Agar lebih mendekatkan lagi dengan ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Lupercalia ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s day untuk menghormati St. Valentine, seorang pendeta yang mati pada 14 Februari.

Versi kedua, konon dahulu ada seorang pendeta bernama Valentine. Ia adalah pendeta yang melayani Kaisar Claudius II. Suatu ketika, Kaisar Claudius II mewajibkan para pemuda untuk militer. Semuanya wajib militer dan tidak boleh menikah selama masa wajib militer tersebut. Tetapi kemudian St. Valentine diam-diam menikahkan beberapa pasangan muda-mudi. Perbuatan St. Valentine diketahui oleh Kaisar, dan akhirnya St. Valentine dihukum mati pada tanggal 14 Februari.

Nach, sekarang kita sudah mengetahui beberapa sejarah dari Valentine’s day. Tidak ada sangkut-pautnya sama sekali dengan Islam, bukan? Bahkan telah disampaikan tadi bahwa Valentine’s day adalah hari rayanya umat kristiani. Kita tidak boleh merayakannya.

Kita umat Islam dilarang meniru  ritual, ibadah, atau perayaan agama lain. Hal ini telah diperintahkan Allah Ta’ala dalam kalam-Nya yang suci, QS. Al-Kafirun ayat 6, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Rasulullah pernah bersabda,” Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia menjadi bagian dari mereka.” (Abu Dawud).

Jadi, walaupun hanya sedikit sekali seperti memberi ucapan selamat, memberi sepotong bahkan secuil coklat, hukumnya tetap sama, HARAM. Sempat tergelitik oleh sebuah pertanyaan teman, “Kalau memberi coklat di hari itu dengan niat shodaqoh bagaimana?” Wah, wah, wah, kok malah diniatkan shodaqoh segala. Kalau mau shodaqoh mengapa nunggu hari valentine? Di hari-hari lain kan boleh, tidak usah harus menunggu tanggal 14 Februari. Semua hari kan baik untuk momen shodaqoh. Shodaqoh pun tak hanya harus dengan coklat, tetapi bisa dengan uang atau senyuman.

Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak halal bagi umat Islam meniru apa saja yang merupakan ciri khas hari raya orang kafir, baik makanan, pakaian, mandi, menyalakan api, meninggalkan kegiatan keseharian baik pekerjaan maupun ibadah, dan tidak boleh melakukan makan-makan, memberi hadiah, atau menjual barang-barang yang dipakai untuk merayakan hari besar mereka, tidak boleh juga membiarkan anak-anak ikut bergembira atau berpakaian yang bagus. Pada waktu hari raya orang kafir, umat Islam tidak boleh melakukan acara khusus, akan tetapi melakukan aktivitas sebagaimana hari-hari biasa.” (Majmu’ fatawa 52/923).

Abu Hafsh al Hanafi berkata, “Barangsiapa yang menghadiahkan sebuah telur kepada orang musyrik karena mengagungkan hari raya mereka, maka telah melakukan tindak kekafiran.” (Fathul Bari 2/315).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah, “Memberi ucapan selamat terhadap ritual orang kafir yang khusus mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.”

Subhanallah, sampai sedetail itu para ulama menyikapi perihal hari perayaan orang non Islam. Hal ini memang sangat penting karena menyangkut aqidah kita. Aqidah kita tidak boleh kecampur atau bahkan teraduk-aduk bahkan menyatu, jangan sampai.

Tapi anehnya banyak orang muslim yang mengucapkan selamat hari valentine, memberi cokelat pada orang muslim juga. Lebih aneh lagi, orang-orang muslim merayakan valentine’s day secara besar-besaran, mewah-mewahan, dengan penuh gemerlap, lagu-lagu diplay, astaghfirulloh.  Apalagi Valentine’s day sudah menjadi ajang maksiat dengan berkedok hari kasih sayang. Pada hari itu muda-mudi mengadakan pesta cium-ciuman, bahkan ada yang bertukar pasangan dan pada puncaknya berujung pada perzinahan. Dobel dech dosanya, berkuadrat-kuadrat, na’uzubillah mindzalik.

Orang-orang muslim tanpa sadar telah mengikuti millah  mereka. Lihat saja, menjelang hari natal atau valentine, toko-toko orang muslim menjual berbagai macam aksesoris untuk perayaan-perayaan itu, tak lupa juga exbanner besar yang bertuliskan “SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU”, “SELAMAT HARI VALENTINE”. Memang orang-orang kafir itu tidak pernah berhenti sampai umat muslim mengikuti millah atau agama mereka. Jadi kita harus berhati-hati, dan kita harus perkuat aqidah dengan terus menambah ilmu agama kita.

Kita sebagai umat muslim, usahlah galau gara-gara dibilang kuper tidak merayakan valentine’s day! Mustinya kita harus galau ketika di hari valentine’s day banyak teman kita yang mengumbar aurat, dan melakukan ajang maksiat. Yuk, kita cegah! Minimal mencegah diri sendiri dari perbuatan dosa itu. Menjadi superhero untuk diri sendiri dan kalau bisa menjadi superhero untuk yang lain juga.
Berdakwah lewat pena dan tinta! ^_^

0 comments
Labels:

JANGAN KOTORI JILBABMU!


Biar kuceritakan sebuah kisah yang insya’allah menjadi pengingat untuk kita semua sebagai seorang ikhwan, sebagai seorang akhwat yang ngakunya aktivis dakwah, sebagai seorang muslim, dan sebagai insan ciptaan-Nya.
30 Oktober 2012
Hari ini aku dikejutkan dengan sebuah folder di flashdisk temanku yang sengaja aku pinjam untuk menyimpan tugas karena pada waktu itu aku baru saja kehilangan flashdisk kesayanganku. Aku melihat foto-foto yang tidak pantas ada dalam flashdisk itu, bukan sebuah foto pornografi, tapi bagiku lebih menakutkan dan menyeramkan dibanding dengan melihat foto pornografi. Sungguh, aku tidak sengaja melihatnya. Awalnya aku kira foto-foto itu hanyalah virus dari internet karena memang flashdisknya baru saja aku tancapkan di komputer umum di perpustakaan kampusku. Tapi ternyata bukan. Itu foto asli, foto yang membuat hatiku teriris-iris dan ketar-ketir.
Foto itu membuatku tak berdaya, marah, emosi, sedih, rasa bersalah, menyesal, semua perasaan itu berkecamuk dalam hatiku. Aku benar-benar tidak bisa membendungnya hingga akhirnya aku melelehkan airmata dari dua bola mataku. Kemudian, ada seorang sahabatku yang menghampiriku di kamar kostku, menanyaiku kenapa kamu menangis. Aku hanya beku, membisu, tak berkata sepatah kata pun. Aku hanya bisa menatap foto-foto itu. Dengan tanggap salah satu sahabatku itu menengok laptopku yang menyala, dan ia pun langsung terkulai lemas menyaksikan foto-foto itu. Kemudian kami berdua menangis berdua, dalam kelamnya dan dinginnya malam.
Astaghfirulloh.
Berkali-kali kami mengucap istighfar menyaksikan foto-foto itu, antara percaya dan tidak. Laki-laki itu memang sudah dekat dengannya sejak SMP. Mereka selalu bersama, bahkan mereka sudah menganggap satu sama lain saudara. Namun, aku menangkap ada hal lain dalam hati sang laki-laki karena seringnya sang laki-laki menelepon akhwat itu.
“Telepon dari sapa?” tanyaku tempo dulu.
“Mas R”
“Owww…., kayaknya masnya kaya banget ya teleponnya standby 24 jam non stop? Emangnya kamu gak merasa terganggu?”
Si akhwat hanya nyengir.
Ketika di telepon laki-laki itu, si akhwat kelihatan sangat galak sekali seolah-olah ia tidak suka. Kalau tidak suka kenapa masih diangkat, pertanyaanku? Kenapa tidak di non aktifin aja atau bilang dengan tegas pada laki-laki itu, jangan pernah mengganggu lagi. Tapi nyatanya akhwat itu tidak melakukan hal yang demikian. Ia justru malah sering mengangkat telepon dari laki-laki itu, bahkan sekali telepon bisa berjam-jam dan sehari ada banyak telepon, belum lagi SMS-SMS yang berdatangan. Astaghfirulloh, begitu intensifnya mereka.
Kembali pada foto tadi. Aku tidak mengira kalau dia bisa melakukan hal itu. Si akhwat tidur di pangkuan laki-laki itu dan laki-laki itu memeluknya. Na’uzubillah mindzalik. Seorang akhwat dengan jilbabnya yang lebar. Sedang laki-laki itu kuliah di fakultas ilmu agama Islam.
Awalnya aku dan sahabatku tadi berpositif thinking, mungkin mereka sudah menikah. Aku mencoba meng-SMS si akhwat tersebut, menanyakan apakah dirinya sudah menikah dengan laki-laki itu, ternyata jawabannya membuatku semakin terluka. Belum, jawabnya singkat. Astaghfirulloh, berarti ia telah mengotori jilbabnya dan menanggalkan hijabnya.
Sebagai seorang teman yang melihat temannya seperti itu, apa yang kamu rasakan? Kecewa, marah, sedih, menyesal, dan  rasa-rasa yang tidak mengenakkan berkumpul di dada bukan? Menyesakkan. Kegagalan seorang teman dalam merangkul temannya.
CATATAN:
Jilbab adalah simbol ketaqwaan dan pakaian taqwa, seorang yang berjilbab sudah barang tentu harus menjaga hijab. Tetapi di zaman globalisasi yang katanya modern dan canggih, justru malah menawarkan pergaulan bebas. Mindset muslimah diubah dengan begitu mudahnya. Orang tidak bisa membedakan, mana berhijab, berjilbab, dan berkerudung. Sekali lagi karena ulah media yang mengeksplorasikan dakwah orang-orang yahudi dan nasrani. Berkerudung itu hanya menutup kepala, sedang berjilbab itu menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Berhijab? Berhijab itu menjaga hubungan terhadap lawan jenis atau hal-hal yang dilarang oleh agama. Idealnya bagi seorang muslimah adalah berhijab dan berjilbab, bukan berkerudung atau berjilbab saja.
Berjabat tangan terhadap non mahram saja tidak boleh apalagi berpelukan?
Konsekuensi muslimah yang berjilbab adalah menjaga hijabnya dan menjaga izzahnya, bukan malah mengotorinya seperti kisah tersebut. Jilbab adalah pakaian taqwa, tidak sepantasnya kita mengotorinya seperti itu. Mungkin diri kita dijadikan tauladan bagi orang lain, jadi kita harus memberikan tauladan yang baik. Intinya, jangan tanggalkan hijabmu karena cinta semu! Jangan tanggalkan jilbabmu karena nafsu!
Dukung Gerakan Hari Menutup Aurat Dunia!
Bukan dibuka tapi dijilbabi dan dihijabi! Bukan dibalut tapi ditutupi! Kenalkan pakaian taqwa yang sesungguhnya, jilbab-hijab. Tidak transparan, tidak ketat atau tabaruj, tidak menyerupai punuk unta, menutup dada, lebar, kain yang tebal, dan jangan lupa memakai kaos kaki yach! Karena kaki juga aurat ^_^

0 comments
Labels:

Televisi Selalu Mengincar Jiwa dan Agamamu!

Media massa mempunyai peran penting dalam mempengaruhi opini publik, dan salah satu media massa yang mempunyai peran terbesar dalam memberikan pengaruhnya di Indonesia adalah televisi. Televisi merupakan media yang sangat efektif dalam menyampaikan opini dan informasi, karena sifatnya yang audio-visual. Kenapa televisi? Karena masyarakat Indonesia minat baca sangat rendah, orang Indonesia cenderung memilih hal-hal yang instan dan sekaligus menjadi hiburan. Orang Indonesia paling tidak suka terhadap hal-hal yang sifatnya memberatkan oleh karena itu banyak investor asing yang menanamkan modalnya di dunia pertelevisian.

Sebenarnya tulisan ini adalah buah kekesalah saya dan buah kemarahan saya terhadap dunia pertelevisian yang selalu memojokkan Islam. Mereka sangat pintar memilih media untuk menghancurkan umat Islam dan meletakkan umat Islam dalam kekacauan yang luar biasa. Sebenarnya tanpa sadar kita telah berperang, bukan perang fisik tetapi perang pemikiran yang lebih sering disebut dengan istilah goshwul fikr.

Mereka pintar sekali memasukkan nilai-nilai kehidupan yang merusak. Contohnya dalam banyak film selalu menampilkan gaya anak sekolah yang tidak gaul tanpa pergi ke mall, tanpa pacaran. Padahal jelas-jelas yang namanya pacaran itu dilarang, sedangkan pergi ke mall untuk apa? Bukankah di sana justru malah banyak kemaksiatan?

Sekarang ini marak film-film religious dalam konteks ini adalah Islam. Tapi menurut saya, tidak ada film religious, yang ada adalah film yang berkedok religius. Ada dua tokoh yang sangat berkebalikan sifatnya, yang pertama orang miskin urakan, yang kedua orang kaya dengan penampilan keseharian memakai baju koko, berjenggot, berpeci tetapi dalam film itu orang yang beridentitas dengan keislaman malah dijadikan tokoh jahat atau antagonis. Sebaliknya, orang yang berpenampilan urakan dijadikan tokoh lakon atau tokoh protagonis. Sangat menyimpang bukan? Hal ini tidak hanya terjadi dalam satu film tetapi hampir di semua film.

Sangat-sangat menyimpang. Inilah keanehan, namun sayangnya masyarakat Indonesia tidak ada yang protes, bahkan mereka sangat enjoy dijajah dan diperangi seperti itu. Tanpa sadar nilai-nilai kekerasan yang berkedokkan Islam diserap begitu saja tanpa ada filter. Dan anehnya lagi, mengapa film-film itu lolos sensor? Dimana peran KPI?

Di luar tema religius, ada tema film anak-anak. Dalam film anak-anak ditampilkan anak yang banyak menghayal, banyak berkelakar, banyak berkelahi. Sama sekali tidak memberi pendidikan yang berarti, justru malah merusak moral. Bayangkan saja, sekarang ini banyak film anak dan lagi-lagi anak dipaksa untuk dewasa lebih awal dengan tontonan-tontonan yang menyisipkan “GAK PACARAN GAK GAUL”.

Halah, lagi-lagi televisi merusak. Makanya, di sebuah desa yang isinya adalah para ummahat. Di sana ada sebuah peraturan, yang tinggal di desa tersebut dilarang mempunyai “televisi”. Nach, ini adalah jalan yang bijak menurut mereka. Pertanyaannya yang terlontar dari seorang teman, “Lalu stress dong, hiburannya apa?” Hahahaha, saya tertawa dengan pertanyaan ini, tentu saja hiburan bagi mereka adalah surat cinta-Nya, Al-Qur’anul karim. Bukankah telah diterangkan bahwa Al-Qur’an adalah obat? Al-Qur’an bisa mengobati stress, bisa membuat hati tenang, bahkan berpahala dan lebih mendekatkan diri kita pada Allah. Tidak seperti televisi yang selalu memberi tontonan kemaksiatan. Sudah berdosa, mendapat murka Allah lagi.

Mungkin televisi akan lebih bermanfaat bila dipegang oleh orang-orang yang mempunyai pemahaman agama yang tinggi, hingga bisa digunakan sebagai sarana untuk berdakwah Islamiyah. Namun kenyataannya, televisi dipegang oleh musuh-musuh Allah, maka televisi digunakan untuk dakwah mereka, menghancurkan Islam. Mereka melakukan dakwahnya dengan segala cara dan mereka gencar berdakwah demi menghancurkan Islam, tetapi kita justru malah santai. 

“PLAAAKKK!”

Lagi-lagi aku mendapat tamparan. Apa peran kita untuk membela Islam yang selalu dipojokkan? Islam selalu diperolok-olok, difitnah, tetapi sama sekali diri kita tidak bergeming. Diam. Padahal sebenarnya, ini merupakan medan perang yang besar, bahkan mungkin lebih besar dari perang Badar. Apa kita harus rela kalah? Apa kita rela agama kita diinjak-injak? Mereka telah mendeklarasikan perang terhadap umat muslim, tetapi banyak umat muslim yang memerangi saudaranya sendiri. Mereka berhasil, kawan! Berhasil memporak-porandakan persatuan umat Islam. Kita masih saja diam? Hanya diam!

TERSERAHLAH!

Kalau bisa ikut berperang kenapa tidak? Bukankah rasulullah dan sahabatnya merupakan suri tauladan yang baik untuk kita. Rasulullah selalu menjadi panglima perang selama hidupnya, dan Abu Bakar mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk tegaknya din Islam yang dirahmati Allah ini. Kita? Tetap diam? Bersenang-senang dengan menonton acara konser boyband dan girlband di televisi? Menyerahkan diri untuk mati di tangan mereka yang hendak menghancurkan Islam? IYA? 

SADAR!

Islam sangat membutuhkanmu!

0 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters