Labels:

Qalqalah Sugra dan Qalqalah Kubra




Latihan Soal


 

0 comments
Labels:

Mempelajari Surat An-Nas dan Al-Falaq

 

Latihan Soal.



0 comments
Labels:

Hukum Bacaan Mim Sukun



Latihan Soal




0 comments
Labels:

Keutamaan Mempelajari Al-Qur'an

PEMBAHASAN LATIHAN SOAL
KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN










0 comments
Labels:

Hadis Keutamaan Memberi


عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ

Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya."

__________

TAKHRIJ HADITS. Hadits ini muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri (no. 1427) dan Muslim (no.1053).

__________

KOSA KATA HADITS.

اَلْيَدُ الْعُلْيَا : Tangan yang di atas (Orang yang memberi).

اَلْيَدُ السُّفْلَى : Tangan yang di bawah (orang yang menerima).

بِمَنْ تَعُوْلُ : Orang yang menjadi tanggunganmu, yaitu isteri, orang tua, anak-anak yang masih menjadi tanggungan orang tua dan pelayan (pembantu). 

خَيْرٌ : Lebih baik. 

ظَهْرُ غِنًى : Tidak membutuhkannya, lebih dari keperluan (orang yang mempunyai kelebihan).

يَسْتَعْفِفْ : Menjaga kehormatan diri atau menahan diri dari meminta-minta. 

يَسْتَغْنِي : Merasa cukup (dengan karunia Allâh).

__________

KANDUNGAN HADIS.

Hadis tersebut menyebutkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Maksud tangan di atas adalah orang yang memberi atau bersedekah, sedangkan tangan di bawah adalah orang yang meminta atau peminta-minta. 

Jadi, hadis tersebut mengajarkan bahwa memberi lebih baik daripada meminta-meminta. Memberi atau bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam. Senang memberi bantuan kepada orang yang kekurangan merupakan akhlak terpuji.

Memberi lebih utama daripada meminta. Namun, kita hendaknya dalam memberi atau bersedekah mengutamakan orang-orang yang menjadi tanggungan kita, baru kepada orang lain. Islam tidak membenarkan seorang ayah yang sangat pemurah kepada orang lain, tetapi keadaan anak dan keluarganya sengsara. Untuk itu, Islam menganjurkan bahwa dalam bersedekah, orang yang menjadi tanggungannya diutamakan. 

Pada gilirannya, orang tua yang sudah lanjut usia atau tidak lagi mampu bekerja dan mencari nafkah menjadi tanggungan anak yang mempunyai kelebihan. Jangan sampai yang dicontoh seperti fenomena saat ini bahwa banyak orangtua dimasukkan ke panti jompo lantaran anaknya enggan menanggung makan dan kebutuhan pokoknya. Na'udzubillah.

Kikir adalah perbuatan tercela. Orang yang kikir merasa dengan menyimpan hartanya akan menjadi suatu kebaikan. Padahal, harta itu akan menjadi bebannya di akhirat. Orang yang kikir akan dikalungi lehernya dengan hartanya di hari kiamat (Lihat Q.S. Ali-'Imran/3 : 180).

Wallahu A'lam.

_________



Latihan Soal




0 comments
Labels: ,

Mad Thabi'i, Mad Wajib Muttashil & Mad Jaiz Munfashil


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Anak-anakku yang berkemajuan, bagaimana kabarnya? Alhamdulillah. Kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat dan sempat serta karunia iman, Islam dan ihsan. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Aamiin.

Kita awali pembelajaran jarak jauh online hari ini dengan membaca basmalah bersama. Bismillahirrahmanirrahim.

Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari Mad Thabi'i, Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil.

Mad Thabi'i ialah fathah diikuti alif, kasrah diikuti ya' sukun, dammah diikuti wawu sukun. Panjangnya satu alif atau dua harakat (dua ketukan). Diberi nama mad thabi'i karena madnya berlaku sesuai tabiat aslinya sehingga disebut juga dengan Mad Asli.


________

Mad Wajib Muttashil secara bahasa, mad artinya panjang, muttasil adalah bersambung (dengan hamzah). Jadi, mad wajib muttasil adalah terjadi apabila mad bertemu huruf hamzah dalam satu kalimat. Panjangnya dua alif atau empat harakat.

Mad Jaiz Munfashil secara bahasa, jaiz berarti boleh (dipanjangkan), sedangkan munfasil berarti terpisah. Jadi, jaiz munfasil adalah mad bertemu dengan huruf hamzah (bentuknya huruf alif di lain kalimat). Panjangnya dua alif atau empat harakat (empat ketukan).

Terkait panjang bacaannya antara mad wajib muttashil dan mad jaiz munfashil hendaknya dapat menjaga keserasian. Jika mad wajib muttashil dibaca 4 harakat, maka mad jaiz munfashil juga dibaca 4 harakat. Jika mad wajib muttashil dibaca 5 harakat, maka mad jaiz munfashil juga dibaca 5 harakat.

Selanjutnya, mari kita melihat gambar di bawah ini agar lebih memahaminya. Anak-anak dapat mengklik gambar di bawah ini untuk memperbesar ukurannya.





Terima kasih. Semoga Allah memberkahi anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 comments
Labels:

Mempelajari Surat Al-Ma'un dan Surat At-Takatsur


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Anak-anakku yang berkemajuan, bagaimana kabarnya? Alhamdulillah. Kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat dan sempat serta karunia iman, Islam dan ihsan. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Aamiin.

Kita awali pembelajaran jarak jauh online hari ini dengan membaca basmalah bersama. Bismillahirrahmanirrahim.

Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari surat Al-Ma'un dan surat At-Takatsur. Kedua surat tersebut mengandung pelajaran yang berarti untuk anak-anak yang berkemajuan.

Surat Al-Ma'un adalah surat ke-107 dalam Al-Qur'an yang diturunkan di Mekah. Surat yang artinya 'barang yang berguna' ini menggambarkan orang-orang yang tidak peduli dengan sesama, seperti tidak mau berinfak serta tidak menyantuni anak yatim dan membantu fakir miskin. Orang-orang seperti itu digolongkan sebagai pendusta agama.

Sementara surat At-Takatsur adalah surat yang ke-102 dalam Al-Qur'an. Surat yang artinya 'bermegah-megahan' ini juga tergolong surat makkiyah. Surat At-Takatsur menjelaskan perilaku manusia yang senang bermegah-megahan dalam urusan duniawi sehingga menyebabkan lalai terhadap tujuan hidupnya, yaitu ibadah dan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Selanjutnya, mari kita membaca, menghafal dan mengkaji surat Al-Ma'un dan At-Takatsur agar dapat mengamalkan kadungannya dengan baik. Anak-anak dapat mengklik gambar di bawah ini untuk memperbesar ukurannya.









____











Nah, menarik, bukan. Untuk lebih mendalaminya, Bapak Guru meminta anak-anak untuk melanjutkan membaca buku paket. Terus membudayakan aktivitas membaca ya, karena amalan membaca itu banyak manfaatnya. Terima kasih. Semoga Allah memberkahi anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 comments
Labels:

Mempelajari Surat Al-Kausar


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Anak-anakku yang berkemajuan, bagaimana kabarnya? Alhamdulillah. Kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat dan sempat serta karunia iman, Islam dan ihsan. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Aamiin.

Kita awali pembelajaran jarak jauh online hari ini dengan membaca basmalah bersama. Bismillahirrahmanirrahim.

Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari surat Al-Kausar. Surat yang terpendek dalam Al-Qur'an ini mengandung pelajaran yang berarti untuk anak-anak yang berkemajuan.

Surat Al-Kausar terdiri dari tiga ayat saja dan tergolong surat makkiyah. Secara urutan, surah Al-Kausar menjadi surat yang ke 108.

Al-Kausar sendiri bermakna nikmat yang berlimpah. Seperti diambil dari ayat pertamanya. Secara umum, surat ini berisi perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menjalankan ibadah shalat dan melakukan kurban sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Selain itu, melalui surat Al-Kausar juga dapat diperoleh pengetahuan bahwa hanya orang-orang yang beruntung saja yang nantinya dapat meminum air Al-Kausar, sebuah telaga yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam di surga.

Selanjutnya, mari kita membaca, menghafal dan mengkaji surat Al-Kausar agar mampu mengamalkannya dengan baik. Anak-anak dapat mengklik gambar di bawah ini untuk memperbesar ukurannya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
innā a'ṭainākal-kauṡar

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
fa ṣalli lirabbika wan-ḥar

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
inna syāni`aka huwal-abtar






Nah, menarik, kan. Untuk lebih mendalaminya, Bapak Guru meminta anak-anak untuk melanjutkan membaca buku paket. Terus baca-baca-baca, karena budaya Iqra' adalah aktivitas mulia dan berpahala. Terima kasih. Semoga Allah memberkahi anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 comments
Labels:

Mempelajari Surat Al-Humazah


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Anak-anakku yang berkemajuan, bagaimana kabarnya? Alhamdulillah. Kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat dan sempat serta karunia iman, Islam dan ihsan. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Aamiin.

Kita awali pembelajaran jarak jauh online hari ini dengan membaca basmalah bersama. Bismillahirrahmanirrahim.

Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari surat Al-Humazah. Surat yang artinya pengumpat atau pencela ini mengandung pelajaran yang berarti untuk anak-anak yang berkemajuan.

Surat Al-Humazah merupakan surat yang ke-104 dalam Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari sembilan ayat. Surat yang termasuk pendek ini kerap dibaca oleh imam ketika memimpin shalat berjamaah. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempelajarinya.

Surat Al-Humazah tergolong surat makkiyah atau ayat Al-Qur'an yang turun saat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam masih bermukim di makkah atau sebelum hijrah ke Madinah.

Kata "Al-Humazah" bermakna pengumpat. Dalam surat Al-Humazah terdapat ancaman bagi orang yang suka mencela, mengumpat dan mengumpulkan harta namun tidak menafkahkannya di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Surat Al-Humazah juga menerangkan salah satu dari tingkatan-tingkatan atau macam neraka, yakni neraka Huthamah yang disebut di ayat keempat. Selain Huthamah, enam tingkatan atau macam neraka lainnya ialah Jahanam, Lazha, Sa’ir, Jahim, Saqar, dan Hawiyah.

Calon penghuni neraka disebutkan sebagai orang-orang yang suka mengumpat atau mencela, orang yang suka mengadu domba, dan orang yang terperdaya dengan harta kekayaan di dunia.

Orang-orang yang masuk ke dalam golongan ini menganggap harta bersifat abadi. Padahal, harta dan kekayaan hanya sekadar perhiasan dunia, kecuali digunakan di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Selanjutnya, mari kita membaca, menghafal dan mengkaji surat Al-Humazah agar mampu mengamalkannya dengan baik. Anak-anak dapat mengklik gambar di bawah ini untuk memperbesar ukurannya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ - ١
wailul likulli humazatil lumazah

ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ - ٢
allażī jama'a mālaw wa 'addadah

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ - ٣
yaḥsabu anna mālahū akhladah

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ - ٤
kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ - ٥
wa mā adrāka mal-ḥuṭamah

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ - ٦
nārullāhil-mụqadah

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ - ٧
allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ - ٨
innahā 'alaihim mu`ṣadah

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ - ٩
fī 'amadim mumaddadah












Nah, membuat hati bergetar kan. Untuk lebih mendalaminya, Bapak Guru meminta anak-anak untuk melanjutkan membaca buku paket. Terima kasih. Semoga Allah memberkahi anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters