Pagi ini kurasakan kembali masa-masa di mana aku menjadi seorang puteri dan anak laki-laki itu menjadi seorang pangeran. Waktu itu aku begitu dimanjakan oleh teman-temanku dan dilindungi oleh pangeran itu, masa kanak-kanak yang menyenangkan. Masih kuingat dahulu ketika aku hendak bermain ayunan dan ayunannya dipakai oleh orang lain, dia, si pangeran meminta orang lain itu enyah dari hadapanku dan mempersilakanku main di ayunan itu. Setiap karya yang aku buat pasti selalu dipujinya dan dihargai sebagai karya yang terbaik bahkan bekal makananya selalu diberikan kepadaku. Asyiknya mengenang masa kecil itu.
Pangeran itu...
Huft, sayang ternyata beda aqidah.
Namun aku benar-benar tidak bisa melupakan masa-masa aku menjadi seorang puteri kerajaan TK Bhayangkara.
Mungkin orang-orang melihatku nakal, tapi sungguh aku tak pernah berbuat jahat pada teman-temanku kecuali pada yang satu. Namanya Didit, dia adalah temanku dan keluarganya adalah teman ayahku. Keluargaku dan keluarganya berteman sangat baik kecuali anak-anaknya, Didit dan aku. Didit selalu mengusiliku bahkan kita seringkali adu fisik, namun lagi-lagi pangeranku yang gagah berani membelaku. Masa kecilku memang sangat berwarna. Menjadi seorang puteri adalah idaman setiap anak-anak. Aku merasakannya dan menikmatinya.
Labels:
Curhatku
Memoar Seragam Kuning-Coklat
Novitasari Mustaqimatul Haliyah_DanZ
●
Wednesday, November 7, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Followers
About Me
- Novitasari Mustaqimatul Haliyah_DanZ
- Sesuai makna namaku, aku hanya muslimah Allahuyarhamah yang ingin berusaha menggapai cita-cita mulia karenaNya. Bismillah. Berjuang dengan tinta. Dan, curahan tintanya diharapkan terus bersinar dengan estafet perjuangan melalui pulpen kreator pendidikan berkemajuan.
Labels
Popular Posts
-
Menepis segala rasa gundah kutermenung di sebuah taman berkawan daun-daun kering berserakan bak musim gugur. Menjelang temaram senja, tak k...
-
"Jika sudah bercinta 5-8 tahun, kalau bukan jodoh tidak akan bersatu." (Siti Nurhaliza, hari ini) Cintaku bukan di atas kertas.....
-
Hidup penuh dengan liku-liku, penuh onak dan duri, dipenuhi pula halangan dan rintangan serta ujian. Ujian berupa ujian fisik ataupun ruhan...
-
Cinta. Setiap insan pernah merasakannya. Di dunia ini, setiap detiknya mustahil jika tidak ada orang yang sedang “mencinta”. BOHONG, jika ...





0 comments:
Post a Comment