Labels:

Doa Awal & Akhir (metode) UMMI

Doa Awal UMMI (hlm. 1)

Doa Awal UMMI (hlm. 2)

Doa Awal UMMI (hlm. 3)

Doa Akhir UMMI

- Doa di atas dilafalkan dengan irama UMMI sebelum dan sesudah membaca Al-Qur'an.
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels:

Surat Al-Qalam (Irama UMMI)

Surat Al-Qalam (UMMI)
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan pada mata pelajaran tahfizhul Qur'an. Hanya digunakan oleh siswa yang belum dapat membaca Al-Qur'an.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk kepentingan mengajar.

0 comments
Labels:

Surat An-An-Nazi'at (Irama MURI-Q)

Surat An-Nazi'at (Muri-Q)
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan pada mata pelajaran tahfizhul Qur'an. Hanya digunakan oleh siswa yang belum dapat membaca Al-Qur'an.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk kepentingan mengajar.

0 comments
Labels: ,

Hi Beauty Generation, Drink Lots of Water Before it is Prohibited!

By: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
Written on December 28, 2018


Diary Book
(A month after writing this article the patient died on Friday, January 17, 2019. 
May heaven "firdaus" be for her. Aamiin)

Today I am hospitalized again. Don’t know how many times I got hospitalized. Now my activity is not skillful as before, but I am still beautiful.

After being tested by Merciful God with chronic kidney failure, I became a stronger woman in facing His test. Although not nimble anymore, but I am still beautiful. Even more beautiful and elegant, my husband said.

I am grateful to have a husband who is very patient in accepting me as I am. In fact, he remains a lover who likes to take me for a walk. Especially asking me to watch a movie in cinema which full of education.

He works as elementary teacher, and I am graduate of literature of a state campus in Surakarta. So it is not surprising that we have the same preference, which is to observe the film and discuss its advantages and disadvantages.

My life is still beautiful, even though I have to undergo dialysis twice a week. Routine dialysis does not make me tired and lose, let alone give up. It's just, I regret not being able to drink much anymore, including drinking lots of water.

When I was young and not experiencing kidney failure disease yet, I like to drink water. Especially after doing sport, I can drink two liters of water. Plus, one bottle of water that I always take to everywhere everyday.

Unfortunately, today I can’t to drink lots of water. If I break it, I will be asphyxiated as it is now because my stomach and chest are full of water that cannot be "accepted" by my damaged kidney.

The damage in my kidney is caused by in the past, I used to try bottle drinks besides water which is said able to restore stamina after doing exercise and activity. After trying it, I was addicted to drink it everyday.

The peak of my addiction was when I was taking extra lessons for one year for Final Examination high school success until returning before sunset. I did not know that these drinks should not be consumed regularly.

At that time, I seemed to "forget" the water that actually has proven to make me tough, nimble, fit and hold pretty. Pure water or mineral water gives me many benefits, but I am tempted by drinks that are packaged and advertised on television very interestingly.

I should have kept pure water as my main drink. However, everything has happened. I can't regret it too much. I have to continue to feel beautiful until my death.

Beautiful Generation

My experience above must spread to my generation and even long after me. Yes, a generation of millennial women who are beautiful. This beautiful generation is expected to become the golden generation to increase the nation's happiness index. More than that, the beautiful generation can increase the productivity of the nation. Seriously, I'm not kidding!

Let’s see, many beautiful generations of young women doing buying and selling activities in Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, Lazada, etc. Their activities contain independence and creativity in maintaining the happiness and productivity of the nation in various fields.

Beautiful generation grows together with the sophisticated era. In this modern era, millennial beautiful generation faced with various challenge. From productivity side, they are facilitated with modern development. In another side, beautiful generation can be hampered by productivity because they fail to maintain fitness.

Fitness and body health are important factors to achieve progress and usefulness. Unfortunately, many beautiful generation girls forget about this. The beautiful generation may follow the style of modernity, but don't go beyond the limits.

Water and sports must be the main concern. Do not let modern activities and pampering food and beverage products forget the beautiful generation of the importance of exercising and drinking lots of water. Because, a generation of millennial women will still look and feel beautiful when diligently exercising and drinking lots of water.

0 comments
Labels:

Surat Al-Mulk (Irama UMMI)

Doa Awal UMMI (Diawali Al-Fatihah)
Surat Al-Mulk (UMMI)
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan pada mata pelajaran tahfizhul Qur'an. Hanya digunakan oleh siswa yang belum dapat membaca Al-Qur'an.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk kepentingan mengajar.

0 comments
Labels:

Surat An-Naba' (Irama MURI-Q)


Surat An-Naba' (Muri-Q)
 - Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan pada mata pelajaran tahfizhul Qur'an. Hanya digunakan oleh siswa yang belum dapat membaca Al-Qur'an.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk kepentingan mengajar.


0 comments
Labels:

Lirik Lagu Sang Surya ~ Mars Muhammadiyah

Lirik Lagu Sang Surya
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels:

Ikrar Janji Pelajar Muhammadiyah

Janji Pelajar Muhammadiyah
- Janji pelajar Muhammadiyah adalah ikrar yang dipegang teguh oleh pelajar yang bersekolah di Sekolah Muhammadiyah, dan anggota serta aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan. Ikrar tersebut dibacakan pada saat kegiatan upacara bendera dan dilafalkan bersama ketika mengawali pelajaran jam pertama.
- Disalin oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels: , ,

Lirik Lagu Aku Ingin Jadi Hafizh Qur'an & Balasannya



Nasyid Hafizh Qur'an (Anak)

Nasyid Hafizh Qur'an (Orang Tua)
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.




0 comments
Labels: ,

Doa Khotmul Qur'an/ Doa Tilawah

Doa Senandung Al-Qur'an

- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.





0 comments
Labels:

Lirik Lagu Seperti Pelita di Tengah Kegelapan

Lirik "Seperti Pelita di Tengah Kegelapan"
- Lagu ini didedikasikan untuk seluruh guru yang berkomitmen dalam dakwah pendidikan berkemajuan dengan ketulusan dan kesabarannya dalam lelah lillahnya. Semoga Allah Ta'ala memuliakan mereka. Aamiin.
- Ditulis dan diformat image oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels:

LIRIK LAGU MARS MI & HYMNE MADRASAH

Lirik "Mars Madrasah Ibtidaiyah"

Lirik "Hymne Madrasah"
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan dan spirit "Madrasah lebih baik, lebih baik Madrasah".
- Ditulis dan diformat image oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels:

NAMA-NAMA SURAT DI DALAM AL-QUR'AN IRAMA NASYID HATI DAMAI - UMAM

Nama-nama surat di dalam Al-Qur'an. Mengikuti irama "Hati Damai" - UMAM

Lirik Nasyid Hati Damai - UMAM

- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu hafalan wajib siswa dari rangkaian hafalan habitus berkemajuan guna mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk keperluan mengajar.
- Contohnya dapat disimak melalui channel youtube berikut: https://www.youtube.com/watch?v=N7rCLkP_p-Y

0 comments
Labels:

Bacaan Shalat, Zikir, dan Doa Usai Shalat (Image)

Bacaan Shalat









______
Selanjutnya DOA USAI SHALAT.

Rangkaian hafalan doa berikut telah dipelajari dan dihafal oleh siswa dan termasuk menjadi pembiasaan unggulan di MIM Gonilan :
______

Bismillahirramaanirraiim. Alamdulillahirabbil 'aalamiin. Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad. 

1. Astagfirullaahal 'adhiim. Lii waliwaalidayya wali jamii'il muslimiina wal muslimaat. Wal mukminiina wal mukminaat. Al-ahyaai minhum wal amwaat.

2. Allahummagfirlii waliwaalidayya warḥamhumaa kamaa Rabbayaanii shogiiroo.

3. Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an. Warizqan thoyyiban. Wa'amalan mutaqobbalan.

4. Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wasyukrika wa ḥusni 'ibaadatik.

5. Allahumma arinal ḥaqqa ḥaqqan warzuqnat-tibaa'ah. Wa arinal baathila-baathilan warzuqnaj-tinaabah.

6. Allahumma inni a'uudzubika min munkarootil akhlaaq wal a'maal wal ahwaa`.

7. Allahumma a'izzal Islaama wal muslimiin. Allahummanshur ikhwaananal muslimiinal mujaahidiina fii filisthiin. Wafii kulli makaan. Wafii kulli zamaan. 

8. Allahumma innaanas-aluka salaamatan fiddiin. Wa'aafiyatan fil jasad. Waziyaadatan fil 'ilmi. Wabarokatan fir-rizki. Wa taubatan qoblal maut. Wa roḥmatan 'indal maut. Wamagfirotal ba'dal maut. Allahumma hawwin 'alainaa fii sakarootil maut. Wa najaatan minannaar. Wal 'afwa 'indal ḥisaab. 

9. Allahumma innaanas-alukal jannatal firdausal a'laa bigoiri ḥisaab walaa 'adzaab. 

10. Allahumma innii as-aluka ḥusnal khootimah. Wa'uudzubika min suu-il khootimah. 

11. Yaa muqallibal quluub. Tsabbit qolbii 'alaa diinik. 

12. Allahumma faqqihnii fiddiin. wa'allimnii at-takwiil. 

13. Rabbanaa dholamnaa anfusanaa wa-illam tagfirlanaa watarḥamnaa lanakuunanna minal khooshiriin. 

14. Laa ilaaha illa anta. Subḥaanaka inni kuntu minadhdhoolimiin. 

15. Ḥasbunallah wani'mal wakiil. Ni'mal maulaa wani'man-nashiir. 

16. Allahumma inni a'uudzubika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii. 

17. Allahummagfirlii watub 'alayya innaka antat-tawwaabur roḥiim. 

18. Rabbanaa aatinaa milladunka roḥmah wa hayyi`lanaa min amrinaa rosyadaa.

19. Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa ḥasanah. Wafil aakhiroti ḥasanah. Waqinaa 'adzaabannaar.

20. Washollallaahu 'ala nabiyyinaa muhammad wa'alaa aalihi wa shobihii ajma'iin, walamdu lillaahirabbil 'aalamiin.

______


- Bacaan shalat, zikir, dan doa sesudah shalat di atas disusun oleh Tim ISMUBA MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi pendidikan berkemajuan agar dapat mewujudkan anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan.
- Ditulis oleh Danang Muhtar Safi'i untuk keperluan mengajar.

0 comments
Labels:

Download Asmaul Husna ESQ Image

Asmaul Husna ESQ Image
- Diajarkan di MI Muhammadiyah Gonilan sebagai salah satu upaya internalisasi habitus pendidikan berkemajuan untuk mewujudkan budaya anak-anak yang Islami, cerdas dan berkemajuan. 
- Diedit seperlunya oleh Danang Muchtar Syafi'i untuk kepentingan mengajar

0 comments
Labels: , , ,

Beauty: Wahai Generasi Cantik, Minumlah Air Putih yang Banyak Sebelum Dilarang!



Beauty: Wahai Generasi Cantik, Minumlah Air Putih yang Banyak Sebelum Dilarang!  

Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
(Sebulan setelahnya, Jum'at, 17 Januari 2019 Allahuyarhamah meninggal dunia)

Hari ini aku menjalani rawat inap lagi. Entah sudah ke berapa kali aku masuk rumah sakit. Kini aktivitasku tidak gesit seperti dahulu, tetapi aku masih saja cantik.

Setelah diuji Tuhan Yang Maha Pengasih dengan sakit gagal ginjal kronis, justru aku menjadi wanita yang semakin tangguh dalam menghadapi ujian-Nya. Meski tidak gesit lagi, tapi aku masih cantik. Anggun dan cantik sekali malah, begitu kata suamiku.

Aku bersyukur memiliki suami yang sangat sabar menerimaku apa adanya. Bahkan, ia tetap menjadi kekasih yang suka mengajakku jalan-jalan. Terutama mengajakku menonton film di bioskop yang sarat pendidikan.

Ia berprofesi sebagai guru SD, dan aku lulusan sastra di salah satu kampus negeri Surakarta. Jadi tidak heran apabila kami punya kesukaan yang sama, yakni mendaras film dan mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya.

Hidupku tetap indah, meski dua kali sepekan harus menjalani cuci darah. Rutinitas cuci darah tak membuatku lelah dan kalah, apalagi menyerah pasrah. Hanya saja, aku menyesal tak mampu lagi minum banyak, termasuk banyak minum air putih.

Saat masih remaja dan belum mengalami penyakit gagal ginjal, aku suka sekali dan rajin minum air putih. Terutama setelah berolahraga, aku bisa menghabiskan air putih sebanyak dua liter. Belum ditambah satu botol lagi yang selalu aku bawa kemana-mana setiap harinya.

Sayang, hari ini aku tak boleh lagi minum banyak air putih. Bila melanggarnya aku akan sesak napas seperti saat ini karena perut dan dadaku penuh air yang tidak bisa "diterima" oleh ginjalku yang sudah rusak.

Kerusakan pada ginjalku disebabkan karena dahulu aku mencoba minuman kemasan selain air putih yang katanya dapat mengembalikan stamina setelah berolahraga dan beraktivitas. Setelah mencobanya aku kecanduan sampai setiap hari minum minuman itu. 

Puncak kecanduannya pada saat aku menjalani les tambahan selama satu tahun untuk sukses UN SMA hingga pulang menjelang magrib. Aku tidak tahu ternyata minuman-minuman tersebut tidak boleh dikonsumsi secara rutin. 

Pada saat itu aku seolah “melupakan” air putih yang sebenarnya sudah terbukti membuat diriku tangguh, gesit, bugar dan tahan cantik. Air putih atau air mineral memberi banyak manfaat kepadaku, tetapi aku tergoda dengan minuman yang dikemas dan diiklankan di televisi dengan sangat menarik.

Seharusnya dahulu aku tetap menjadikan air putih sebagai minuman utamaku. Namun begitu, semua sudah terjadi. Tak boleh terlalu menyesali itu. Aku harus terus merasa cantik hingga ajal menjemputku.

Generasi Cantik

Pengalamanku di atas harus tersebar pada generasiku dan bahkan jauh sesudahku. Ya, generasi perempuan milenial yang berparas cantik. Generasi cantik ini diharapkan menjadi generasi emas untuk meningkatkan indeks angka kebahagiaan bangsa. Lebih dari itu, generasi cantik mampu meningkatkan produktivitas bangsa. Serius, saya tidak bercanda!

Coba diperhatikan, banyak pemudi generasi cantik yang beraktivitas muamalah, seperti di BukaLapak, dan lainnya. Aktivitas muamalah  mereka menunjukkan kemandirian, keberdayaan, dan kreativitas dalam mempertahankan kedaulatan, kebahagiaan dan produktivitas bangsa.

Generasi cantik tumbuh berkembang bersamaan dengan kecanggihan zaman. Pada zaman serba modern ini, generasi cantik milenial dihadapkan pada tantangan yang beragam. Di satu sisi produktivitas mereka difasilitasi dengan perkembangan modern. Di sisi lain generasi cantik dapat terhambat produktivitasnya lantaran gagal mempertahankan kebugarannya.

Kebugaran dan kesehatan tubuh menjadi faktor penting untuk menggapai kemajuan dan kebermanfaatan. Sayangnya, banyak pemudi generasi cantik lupa dengan hal tersebut. Generasi cantik boleh saja mengikuti gaya modernitas, tapi jangan sampai melampaui batas. 

Air putih dan olahraga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai aktivitas modern dan produk makanan dan minuman yang memanjakan dapat melupakan generasi cantik dari pentingnya berolahraga dan meminum air putih yang banyak. Sebab, generasi perempuan milenial masih akan tetap terlihat dan merasa syantik bila rajin berolahraga dan minum air putih yang banyak. InsyaAllah. Ingat ya, diawali dengan basmalah saat meminumnya agar selalu bernilai ibadah. Aamiin. 😊

0 comments
Labels: , , ,

ASA TIADA BATAS PART 2

Terkadang, saya merasa pesimis terhadap mimpi-mimpiku selama ini. Melihat status facebook teman-temanku yang sudah sukses membuatku iri. Seringkali saya berfikir hidup ini tidak adil padaku.

Teman-temanku yang baru saja menikah, sudah dikaruniai anak, hidupnya mapan bergelimang harta, bisa beli apa saja yang di suka, sehat, punya rumah sendiri, membahagiakan keluarga dan bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Saya ingin seperti mereka yang semua keinginannya terwujud. Aku ingin lulus kuliah, ingin mencapai cita-cita. Aku ingin sekali membahagiakan keluarga dengan mudah dan kunci itu semua adalah uang.

Saya sering sekali mengkhayal, punya uang banyak dan karir yang sukses agar bisa membantu melunasi hutang keluarga, membahagiakan keluarga, membelikan rumah untuk mertua, membelikan sawah untuk ortu, menghajikan mereka, umrah, membantu pasangan-pasangan muda yang kesulitan ekonomi tanpa embel-embel hutang.

Saya bermimpi bisa jalan-jalan ke Jepang, Belanda, Inggris, dan Jerman. Tetapi, saya merasa pesimis. Dan foto-foto teman saya di facebook mengenai traveling mereka membuatku menitikkan air mata. "YA Allah, hamba ingin."

Saya ingin juga mempunyai anak yang banyak, sholih-sholihah, hafidz/hafidzah. Namun, sampai sekarang saja saya belum hamil dan malah terus cek up ke rumah sakit karena divonis sakit Gagal Ginjal Kronis.

Astaghfirulloh...
"Ya Allah, maaf jika hamba pesimis seperti ini."

0 comments
Labels: , ,

ASA TIADA BATAS

Setiap pribadi pasti mempunyai asa, harapan, dan cita-cita masing-masing. Cita-cita yang terus membuat kita bergerak untuk sebuah kemajuan keluarga, agama, nusa dan bangsa.

Orang yang memiliki cita-cita yang kuat pastilah sekuat tenaga akan dikejar sampai dapat dalam genggaman. Walau halang rintang menghadang di hadapan bertubi-tubi.

Setiap rumah tangga juga mempunyai visi-misi ke depan. Visi-misi untuk mewujudkan cita-cita yang tersimpan dalam dada dan fikiran.

Aku dan suamiku pun mempunyainya. Tidak hanya satu tetapi sangat banyak. Salah satunya adalah membentuk masyarakat intelektual, membentuk dan mencetak cendikiawan muslim.

Walaupun terlambat lulus dan sakit yang menggerogoti tubuh, saya berusaha untuk lulus S-1 dan berjanji tidak akan pernah mau berhenti belajar. Belajar apapun untuk bekal saya membentuk impian saya.

Walau tertatih, saya selalu berkata kepada suami agar terus belajar dan melanjutkan kuliah. Saat ini, suami sedang menempuh pendidikan S-2. Yach, meski tertatih dan harus berlinang air mata karena selalu dihina.

Orang-orang terdekat kami justru menjadi penghalang impian kami. Hinaan, cacian, olok-olokan selalu dilemparkan ke telinga kami tiap hari.

Mereka selalu berkata,”Buat apa sekolah tinggi, toh tidak berguna. Hutang menumpuk untuk membayar. Tidak bisa mensejahterakan keluarga.”

Kami sudah kebal dengan kata-kata hinaan itu. Rasa sakit di dada berubah menjadi motivasi. Hinaan, cacian, dan olok-olokan itu berguna sebagai perisai saat kami surut semangat.

Ya memang saya akui, saat ini ilmu yang kami dapat di bangku kuliah belum berguna seutuhnya. Memang kami akui, ilmu yang kami peroleh belum berguna untuk mendatangkan uang berlimpah.

Namun, bukan itu tujuan utama kami dalam menuntut ilmu. Kami ingin jadi insan bermanfaat untuk nusa dan bangsa lewat ilmu, bukan lewat uang.  Bagi kami uang adalah bonus saja dan bukan satu-satunya tujuan utama.

Pemikiran sukses di benak kami dan benak saudara-saudara kami berbeda. Mereka menilai sukses itu hanya sebatas uang, harta, dan tahta. Dalam benak mereka, sukses berarti memiliki rumah mewah, mobil mewah, dan uang berlimpah. Mereka tidak salah. Tetapi, pemikiran sukses di benak mereka dan di benak kami berbeda.

Menurut saya dan suami, sukses itu saat kita bisa menjadi orang yang paling bermanfaat di dunia. Bisa mewujudkan cita-cita dan bermanfaat untuk sesama. Memajukan masyarakat bersama bukan hanya memajukan kantong pribadi.

Ah, kami akan terus mengejar cita-cita itu walau harus berdarah-darah, walau harus terus terluka di dada karena lisan-lisan itu. Kami ingin menjadi pasangan sukses dunia-akhirat. Tidak hanya berorientasi pada dunia saja tetapi orientasi kebermanfaatan karena Allah semata, terutama di bidang pendidikan.

0 comments
Labels: ,

Lelakiku

"Menikah" adalah kata indah yang selalu merekah di dalam dadaku, sekarang ataupun dulu. Saat diri ini masih sendiri dan beberapa teman telah mulai mencoba dan berusaha menemukan jodohnya, hatiku ikut menggebu. Ada rasa galau yang bergelayut bahkan dalam tiap sholatku, aku meminta dengan linangan air mata dan dada bergerat, "Ya Allah, karuniakanlah kepada hamba suami sholih yang selalu mencintaiku, mencintai keluargaku, dan mencintai keluarganya dengan sangat karena-Mu. Segerakanlah pertemuan itu ya Allah."

Agak lama menanti. Ada beberapa lelaki yang hendak melamarku atau meminta taaruf padaku. Namun, entah mengapa hatiku tidak bergetar kala itu. Entah aku lupa atau sengaja melupakan doaku itu.Aku menolak mereka semua.

Kemudian, dua sahabatku menikah dengan tiba-tiba. Hatiku kembali menjadi galau. Aku teringat akan doaku itu kembali. "Ya Allah, segerakanlah hamba untuk menikah dengan calon yang terbaik yang Engkau pilihkan untukku."

Dan benar, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Allah mengabulkan doaku dengan segera. Dua bulan setelah temanku menikah dan satu bulan setelah aku magang di Bogor, ada seorang lelaki yang melamarku. Ia membawa rombongannya ke rumahku. Membawa bapak, ibu, kakak, adik, dan keponakan-keponakannya ke rumahku.

Hingga kini, akhirnya resmi menjadi suami-istri pada pukul 08.00 WIB, 14 Desember 2014. Ya, sudah 2,5 tahun yang lalu aku menikah dengan seorang lelaki yang bernama Danang Muhtar Safi'i. Beginilah rasanya menikah, indah.

Tak kalah, sebutan sayang pun menghiasi hari-hariku. Mawar Ungu dan Kumbang Unyu. Itulah sebutan kami masing-masing. Semua orang juga sudah tahu, bahkan murid-muridnya di sekolah seringkali memanggilku dengan sebutan "Mawar Ungu" dan menyebut suami dengan sebutan "Kumbang Unyu". Unik memang. Geli kalau menyaksikan mereka, anak-anak mungil yang memanggil serempak dan berteriak ketika aku mengantar dan menjemput suami pulang kerja dengan sebutan Mawar Ungu dan Kumbang Unyu.

Perjalanan pernikahan tidak seindah yang dibayangkan. Tapi indahnya lebih dari yang dibayangkan. Berjuang bersama, berpeluh bersama, tertawa bersama, bahkan sering menangis bersama. Perjuangan tiada henti, hingga menapaki bara api dan duri-duri tajam dengan kebersamaan. Bersakit-sakit bersama, menitikkan airmata bersama.

Namun, semakin hari aku semakin mencintainya, menyayanginya. Dan terkadang cemburu menyeruak di dada. Yach, wajar, karena saya mencintainya, sangat.
"Ya Allah, jagalah suamiku tercinta. Wujudkanlah cita-citanya. Aamiin."

0 comments
Labels: ,

Lucky Si Sial



“Luckyyy! Cepet banguuuun, udah jam setengah tujuh. Gak sekolah?” Seru ibu Lucky dari dapur.
Tidak ada sahutan dari Lucky. Hanya hening yang terdengar dari balik kamarnya. Tidak tanggung-tanggung ibu Lucky membawa seember air, dibawanya ember itu ke dalam kamar anaknya yang masih ngorok.
“Astagaaaa, anak ini kerjaannya cuma ngorok. Udah jam setengah tujuh masih aja ngorok,” gerutu Ibu Lucky sambil berkacak pinggang melihat anaknya yang masih asyik bergelut dengan selimut dan guling.
“Luck, Lucky… banguuuun!” Kata ibu Lucky berusaha membangunkan anaknya yang pemalas.
“Lima menit lagi ya Bu?” balasnya sambil membenahi selimut.
Tiba-tiba terdengarlah suara air mengucur dari angkasa. “Byuuuuur.”
“Banjir. Banjir. Banjir,” Teriak ibu Lucky histeris.
Sontak si Lucky kaget sekali, posisi tubuhnya berubah seketika menjadi melayang di udara.
“Banjiiiiiiiiiiiiiiiiiir,” teriaknya panik.
“Tidak ada banjir. Tu banjir di kasurmu,” sahut ibu Lucky yang jahil.
“Ibuuuuuu, aku kan masih ngantuuuk,” kata Lucky masih keliatan mengantuk.
“Cepet mandi! Udah jam setengah tujuh, nanti kamu telat!”
“Haaaa????? Setengah tujuh?” tanpa pamit langsung menuju kamar mandi.
Cepat-cepat ia menggosok gigi dan mencuci muka, tapi tiba-tiba air krannya mampet sehingga ia tidak bisa membilas wajahnya yang penuh dengan busa. Maklum, kamar mandi mewah. Tidak ada bak mandi yang ada hanya wastafle dan shower.
Lalu, dia berlari menuju dapur. Di dapur krannya juga mampet. Lucky berlari ke rumah tetangganya tapi, sia-sia saja karena kran di rumah tetangganya juga mampet.
“Aduuuuh, gimana ini?”
Akhirnya Lucky menyerah. Dengan malas dan dengan putus asa ia berjalan menuju rumahnya. Namun, belum sempat masuk ke pekarangan rumah, ibunya telah menyambutnya dengan perasaan kesal.
“LUCKYYYYY, di suruh mandi malah maen ke tempat tetangga. Kamu gak sekolah apa?” sambut ibunya penuh rasa kesal dan sebal.
Tetapi Lucky tak berkata apa-apa untuk membela diri. Ia hanya terlihat lesu dan putus asa tak menemukan air untuk membasuh wajahnya yang penuh dengan busa.
“Lho kenapa wajahmu  kok penuh sabun?” tanya ibunya bingung.
“Gak ada air buat nyuci Bu,” jawabnya masih lesu.
Woalah Le-Le, kan bisa dilap pake handuk,” Saran ibunya sambil geleng-geleng kepala.
“Oh iya ya Bu. Kenapa gak kepikiran dari tadi? Hehe.”
Tanpa basa-basi  Lucky langsung mengelap wajahnya dengan handuk. Tanpa mandi terlebih dahulu ia lengsung mengganti pakaian tidurnya dengan seragam SMA kecintaannya. Kemudian ia bergegas berangkat sekolah tanpa memeriksa sepeda ontelnya seperti kebiasaanya setiap hari.
“Bu, Pamiiiit!” teriaknya dari balik pagar rumahnya. Ia mengayuh sepeda ontelnya dengan amat tergesa-gesa. Tiba-tiba sepedanya oleng, ternyata sepedanya bocor terkena paku. Untung bengkel tidak terlalu jauh dari tempat sepedanya bocor. Ia pun menuntun sepedanya menuju bengkel.
“Mas, nitip sepeda ya! Tak ambil nanti pulang sekolah.”
Berlarilah ia menuju ke sekolah.
“Bruuuuuuuk.”
Lucky jatuh tersandung. Kakinya lecet-lecet. Namun ia tek menghiraukan itu semua. Ia bangun dan kembali berlari.
“Wooooiii, Maaaaas!” teriak seseorang memanggilnya namun ia tetap tak menghiraukannya.
¤¤¤
“Huuuuuuaaaaaah, akhirnya sampai juga di sekolah,” ucapnya sambil memasuki kawasan sekolah dengan tenang.
“Hey Mas!” Pak Satpam.
“Ada apa, Pak?” tanyanya tidak mengerti kenapa ia dipanggil.
“Kamu ini sudah telat seenakknya aja masuk kawasan dengan tenang. Sana pergi ke ruang BK!”
“Telat? Ini aja masih jam 06.55 kok. Ini liat!” ujarnya ngeyel seraya memperlihatkan jamnya yang super canggih.
“Liat! Apa masih ada anak yang di luar kelas?”
“Hehehehe…tidak, Pak. Berarti ini saya telat, Pak?”tanyanya sok blo’on.
“Ya iya, kan sudah dari tadi saya bilang kamu telat. Cepat keruang BK!”
“Iya, Pak,” jawabnya patuh tapi masih tak mengerti kenapa dia bisa telat, ia tidak sadar kalau jamnya telat lima belas menit. Karena pada saat membeli jamnya belum sempat di cocokan dengan waktu setempat.
¤¤¤
“Tok.Tok.Tok….”
“Permisi, Bu,” sapa Lucky terhadap Guru BK.
“Ya, masuk! Kenapa? Kamu telat lagi?” tanya Guru BK tampak seram.
“Emmm, ii…iii..iya, Bu. Maaf,” jawabnya gemetar.
“Hmmm, KAMU INI UDAH SERING TELAT. POKOKNYA KAMU HARUS DIHUKUM. KAMU HARUS BERSIHIN WC GURU LAKI-LAKI!” ujar Guru BK tampak geram.
“Ii…iya, Bu. Tapiii….”
“Tapi apa?” sahut Gurunya sebelum ia sempat melannjutkan omongannya.
“Saya boleh masuk kelas jam keberapa, Bu?”
“Jam kedua. Makanya cepet pergi sana ke WC! Bersihin sampai bersih! Awas kalau masih ada kotoran sedikit saja nanti saya tambah hukumanmu.”
“Siap, Bu.”
¤¤¤
Segera ia membersihkan WC yang jorok dan bau itu. Bau WC itu sungguh sangat menyengat. Hingga Lucky tidak tahan mencium bau busuk kotoran manusia yang di tamping di WC sekolah. Terbesitlah sebuah ide. Ia melepas seragamnya dan membalutkan seragam itu di wajahnya. Waktu itu persis sekali dengan ninja gadungan.
“Waaaaaaaaaaaaaaaa,” teriak salah satu Guru Wanita yang berada di WC itu.
“Lho kenapa Ibu bisa ada di sini? Ibu mau ngintip yaaa???” ujarnya tanpa ada rasa bersalah.
“Ngintip-ngintip, kamu yang mau ngintipin ibu ya? Itu apa yang kamu pake? Kayak maling aja,” jawab Ibu Mira ketus.
“Bukannya Ibu yang mau ngintipin saya?” tanyanya sok kegantengan.
“Hmmmmmmmmmmmm,” Ibu Mira menahan bara api yang ingin meluap dari dirinya.
Ibu Mira menjewer kuping Lucky dan menyeretnya menuju pintu WC.
“Ibu! Ibu apa salah saya? Inikan WC laki-laki. Ibu yang salah, kok aku yang dimarahi dan dihukum,” ucap Lucky tak mau kalah.
“Baca!” perintah Bu Mira sambil menuding pintu utama WC.
“Eeee??? Wanita???” ucapnya dalam hati dengan perasaan penuh tanda tanya.
“Apa tulisannya?”
“Wa-wa-ni-ta???” jawabnya kaku.
“Nach, sekarang siapa yang mau ngintip?”
“Saya,” balasnya enteng sambil pringas-pringis.
“Kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur,” secepat kilat Lucky berlari menuju kelasnya.
Dengan tergopoh-gopoh penuh keringat, ia masuk ke dalam kelas. Satu langkah memasuki kelas, ia disambut dengan sorakan dan tepuk tangan meriah dari teman-temannya. Bukan tepuk tangan atau sorakan bangga maupun kagum, tetapi sebuah sorakan dan tepuk tangan ejekan.
“Dari mana aja, Mas kok jam segini baru datang? Rajin sekali ya? Pake mandi keringan segala lagi? Di rumah gak ada air ya?” sindir Pak Agus, Guru Fisika.
“Maaf, Pak saya dari WC. Tadi saya telat dan disuruh membersihkan WC,”jawabnya polos.
“Dasar Lucky si Sial,” cetus salah satu temannya.
“Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha,” gelak tawa teman-teman Lucky membahana, semangat 45 dari mereka untuk mengejek Lucky bergelora.
“Udah-udah, sekarang keluarkan selembar kertas. Sesuai jatwal kita ulangan,” kata Pak Agus menusuk dada.
“HAA? ULANGAN???” teriak Lucky kaget.
“Iya ulangan. Cepet duduk sana!” perintah Pak Agus, Guru Fisika yang terkenal killer.
Suara kelas menjadi hening seketika. Hanya suara denting-denting jam dan angin yang terdengar. Soal Fisika membuat siswa-siswi sibuk mencorat-coret kertas mencoba untuk menjawab soal dengan benar. Namun Lucky tidak begitu. Ia tampak tenang-tenang saja. Tak ada aktivitas terlihat darinya, ia telah tertidur pulas bahkan ia pun mungkin sempat bermimpi.
“PRAAAAAK,” suara gebrakan meja.
“Maling-maling-maling,” teriak Lucky antara sadar dan tidak sadar.
“Mana Malingnya?” sahut Pak Agus mencoba mengikuti alur mimpi Lucky.
“Ehehe…maaf Pak saya ketiduran,” jawabnya jujur.
“Mana kerjaanmu?”
“Ini, Pak,” sambil menyerahkan selembar kertas.
“Waaaah, Bravo,” ujar Pak Agus membuat seluruh penghuni kelas penasaran.
“Ada apa, Pak? Bravo kenapa?” tanya Lili penasaran.
“Ini jawaban Lucky transparan. Indah sekali hingga kutak bisa ungkapkan kata-kata untuk memujinya, yang ada hanya kata-kataaaa…LUCKY! LARI KELILING LAPANGAN 50 KALI!” ungkap Pak Agus membuat para siswa yang berada disitu terkagum-kagum dengan lembar jawaban Lucky.
“Tapi, Pak…,” berontak Lucky.
“Lari sekarang atau hukumannya ditambah?” tawaran Pak Agus si Guru Killer. Ia disebut Guru Killer bukan karena soal-soalnya bisa membunuh orang tapi karena ia sangat galak dan tidak bisa ditawar.
Karena Lucky tidak mau mendapat tambahan hukuman maka ia segera menuju lapangan sekolah dan melaksanakan hukuman yang sedang ia jalani. Lucky si Sial selalu mendapat sial. Sial, sial dan selalu sial.
“Teng-teng-teng,” bunyi lonceng tanda istirahat berdentang.
Beuntung Lucky telah menyelesaikan hukumannya sebelum istirahat. Tanpa pikir panjang, Lucky bergegas menuju kantin. Perutnya sudah mulai protes, kerongkongannya pun juga sudah mengering.
“Bu, es teh satu! Nasi goreng special satu ya Bu!” pesannya pada Ibu Kantin.
“Hei, Bro! Hari ini udah sial apa aja nich?” tanya Haekal mencoba mengorek informasi.
Lucky pun segera mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya itu. Ia berserita komat-kamit dari mulai ia banngun sampai sekarang. Gelak tawa Haekal pun ikut memeriahkan jalan cerita Lucky.
“Ini Mas makanannya,” Bu Kantin mengantarkan pesanan Lucky.
“Ok, Bu. Kal, kamu gak makan?”
“Gak ah lagi bokek nich,”jawab Haekal masih menahan rasa geli di perutnya karena cerita Lucky.
“Halah, pesan aja nanti aku yang bayarin!” ucapnya cuek.
“Beneran?”
“Ya,” jawab Lucky datar.
“Siiip. Bu! Pesen jus orange dan ayam bakar special ya!” pesan Haekal semangat.
Lucky dan Haekal makan dengan lahap, seolah-olah mereka tidak makan selama sebulan penuh.
“Bu! Bayar. Ayam goreng special, kerupuk, es teh, bakwan daaan kamu apa, Kal?”
“Aku? Nasi ayam bakar special, kerupuk, tempe, jus orange. Hehe, makasih ya Bro,” ungkap Haekal berseri-seri.
“Semuanya tiga puluh lima ribu,” jawab Bu Kantin.
“Tenang Bu,” ungkap Lucky sambil merogoh-rogoh kantongnya yang kosong mlompong.
“Waduuuuh. Hehehe dompet saya ketinggalan, Bu. Saya ngutang dulu ya?”
“Ngutang? Untangmu yang dulu aja belum dibayar, sekarang mau ngutang lagi? Enak aja ya? Bayar sekarang!” bentak Ibu Kantin.
“Iya iya Bu, besok ya?”
“Pokoknya Ibu gak mau tau, harus bayar sekarang. Atau gini aja dech kamu cuci dengan bersih semua ppiring-piring kotor yang ada di sini selepas pulang sekolah. Gimana?”
“Oke dech, Bu. Nanti saya cuci.”
“Teng-teng-teng,” bel pulang sekolah berdentang.
“Horeeeeeeeeee,” teriak semua murid di SMA Jati Luhur kecuali Lucky.
Tertatih-tatih ia berusaha berjalan menuju Kantin. Mau tidak mau ia harus mencuci semua piring kotor yang ada di Kantin Ibu Lasmi.
“Aduuuuh apa ada yang salah dengan namaku ya? Lucky? Harusnya selalu mendapat keberuntungan, lucky kan artinya beruntung, tapi kok ya selalu sial. Aneh, dunia ini benar-benar aneh bin membingungkan. Hmmm, sial-sial-sial. Huft,” gerutu Lucky sambil mencuci piring kotor.
“Bu, udah selesai. Saya boleh pulang?” pamit Lucky kelihatan sangat lelah.
“Ya.”
Bu Kantin pun segera melihat dapur Kantinya. Ia terheran-heran melihat kantinnya mengkilat. Bersih. Benar-benar bersih. Bahkan makanan yang belum terjual pun ludes entah kemana.
“LUCKYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY,” teriak Bu Kantin marah besar.
¤¤¤

 NB: Tulisan Semasa Putih-Abu-abu

0 comments
 
Lautan Tintaku © 2012 | Designed by Canvas Art, in collaboration with Business Listings , Radio stations and Corporate Office Headquarters